Sejarah dan Jenis Tanaman Kakao (Coklat) beserta Manfaatnya

Diposting pada

tanaman-kakao

Pengertian Tanaman Kakao

Secara umum tanaman kakao dapat didefinisikan sebagai tanaman yang dapat mengalami proses penyerbukan silang serta dikenal sebagai tanaman incompatibility tersendiri. Meskipun begitu, ada sebagaian varietas tanaman kakao yang dapat melakukan penyerbukan sendiri tanpa bantuan dari serangga, angin, manusia, atau air. Meskipun ada sebagian tanaman kakao yang dapat melakukan penyerbukan sendiri hasil produksin juga tetap tinggi.

Tanaman kakao (Theobroma cacao L.). Kakao atau cokelat diberi nama Theobroma cacao yang dalam bahasa Yunani Theos berarti dewa sedangkan Broma berarti santapan. Jadi, Theobroma berarti santapan para dewa. Theobroma cacao adalah nama biologi yang diberikan pada pohon kakao oleh Linnaeus pada tahun 1753. Tempat alamiah dari genus Theobroma adalah di bagian hutan tropis dengan banyak curah hujan, tingkat kelembaban tinggi, dan teduh. Dalam kondisi seperti ini Theobroma cacaojarang berbuah dan hanya sedikit menghasilkan biji (Spillane 1995).  Tanaman kakao bukan tanaman asli Indonesia.

Kakao (Theobroma cacao) merupakan tumbuhan berwujud pohon yang berasal dari Amerika Selatan. Dari biji tumbuhan ini dihasilkan produk olahan yang dikenal sebagai cokelat. Kakao merupakan tumbuhan tahunan (perennial) berbentuk pohon, di alam dapat mencapai ketinggian 10m. Meskipun demikian, dalam pembudidayaan tingginya dibuat tidak lebih dari 5m tetapi dengan tajuk menyamping yang meluas. Hal ini dilakukan untuk memperbanyak cabang produktif.

Bunga kakao, sebagaimana anggota Sterculiaceae lainnya, tumbuh langsung dari batang (cauliflorous). Bunga sempurna berukuran kecil (diameter maksimum 3cm), tunggal, namun nampak terangkai karena sering sejumlah bunga muncul dari satu titik tunas. Penyerbukan bunga dilakukan oleh serangga (terutama lalat kecil (midge) Forcipomyia, semut bersayap, afid, dan beberapa lebah Trigona) yang biasanya terjadi pada malam hari1. Bunga siap diserbuki dalam jangka waktu beberapa hari.

Kakao secara umum adalah tumbuhan menyerbuk silang dan memiliki sistem inkompatibilitas-sendiri (lihat penyerbukan). Walaupun demikian, beberapa varietas kakao mampu melakukan penyerbukan sendiri dan menghasilkan jenis komoditi dengan nilai jual yang lebih tinggi.


Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Tumbuhan Paku (Pteridophyta) beserta Ciri dan Manfaat


Sejarah Kakao (Coklat)

Kakao adalah salah satu dari tiga bahan minuman non alkohol (kakao, teh, kopi) yang telah tersebar luas di dunia, berasal dari hutan tropis di dunia Amerika (Wood,1973).

(Hall 1932) Melaporkan bahwa menurut Decandole tanaman kakao berasal dari hutan belantara diantara sungai Amazon dan sungai Orinocco. Pendapat tersebut menjadi kabur dengan diketemukan nya pohon pohon kakao yang tumbuh liar di hutan belantara Amerika tengah, dantara sungai Orrinocao dan sungai Panama, serta di pulau Granada dan beberapa pulau di kepulauan Antillen. Stahel yang mengadakan ekspedisi kepedalaman Amerika bagian tropic menyimpulkan bahwa kakao porastero berasal dari sisi timur pegunungan Andes bagian utara dan Criollo dari sisi barat(Wirarjo, 1970).

Tanaman Kakao jenis Criollo merupakan satu satunya jenis kakao yang pertama kali ditanam di Indonesia. Menurut Graafland (Hall, 1949) Tanaman kakao sudah ada di Indonesia pada zaman “culture stelsel” pada tahun 1826, akan tetapi belum merupakan tanaman perusahaan. Menurut Jansen, residen Minahasa (Hall, 1949) usaha usaha untuk menjadikan kakao sebagai tanaman yang mendatangkan uang telah di coba di daerah itu. Akan tetapi menghadapi kesulitan karena hama penyakit.

Jadi Minahasa merupakan daerah yang pertamakali mengusahakan tanaman kakao di Indonesia. Menurut keterangan yang dikumpulkan Jansen, tanaman kakao yang di tanam di Indonesia berasal dari biji-biji kakao yang dibawa oleh bangsa portugis pada waktu menaklukan kepulauan sangir. dari sangir mereka melanjutkan perjalanan ke Manado dan disitulah mereka menanam biji-biji kakao yang dibawanya. Dugaan tersebut berdasarkan kenyataan bahwa bangsa portugis yang pada waktu itu sebagai pemegang monopoli atas perdagangan kakao.

Biji kakao yang sampai manado tersebut mungkin dibawa dari meksiko lewat Filipina, jenis nya adalah Criollo Amerika Tengah yang saat ini banyak kita temui di tanah Indonesia terutama di daerah Jawa dan Sumatra karena tanaman ini cukup mudah untuk di budidayakan dan harga jualnya cukup tinggi dan membantu perekonomian masyarakat yang pekerjaan utamanya adalah petani.


Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Pengertian dan Manfaat Lingkungan Hidup beserta Menurut Para Ahli


Klasifikasi Tanaman Kakao

Batang dan Cabang Kakao

Habitat asli tanaman kakao adalah hutan tropis dengan naungan pohon-pohon yang tinggi, curah hujan tinggi, suhu sepanjang tahun relatif sama, serta kelembapan tinggi dan relatif tetap. Dalam habitat seperti itu, tanaman kakao akan tumbuh tinggi tetapi bunga dan buahnya sedikit.

Jika dibudidayakan dikebun, tinggi tanaman umur tiga tahun mencapai 1,8–3,0 meter dan pada umur 12 tahun dapat mencapai 4,5 – 7,0 meter. Tinggi tanaman tersebut beragam, dipengaruhi oleh intensitas naungan serta faktor-faktor tumbuh yang tersedia.

Tanaman kakao bersifat dimorfisme, artinya mempunyai dua bentuk tunas vegetatif. Arahnya pun tegas. Tunas yang arah pertumbuhannya ke atas disebut dengan tunas ortotrop atau tunas air (wiwilan atau chupan), sedangkan tunas yang arah pertumbuhannya ke samping disebut dengan plagiotrop (cabang kipas atau fan).

Tanaman kakao asal biji, setelah mencapai tinggi 0,9 – 1,5 meter akan berhenti tumbuh dan membentuk jorket. Jorket adalah tempat percabangan dari pola percabangan ortotrop ke plagitrop dan khas hanya pada tanaman kakao. Pembentukan jorket didahului dengan berhentinya pertumbuhan tunas ortotrof karena ruas-ruasnya tidak memanjang. Pada ujung tunas tersebut, stipula (semacam sisik pada kuncup bunga) dan kuncup ketiak daun serta tunas daun tidak berkembang. Dari ujung perhentian tersebut selanjutnya tumbuh 3 – 6 cabang yang arah pertumbuhannya condong ke samping membentuk sudut 0– 60 derajat dengan arah horisontal. Cabang-cabang itu disebut dengan cabang primer (cabang plagiotrof). Pada cabang primer tersebut kemudian tumbuh cabang-cabang lateral sehingga tanaman membentuk tajuk yang rimbun.

Pada tanaman kakao dewasa sepanjang batang pokok tumbuh tunas air (chupon). Dalam teknik budi daya yang benar, tunas air ini selalu dibuang, tetapi pada tanaman kakao liar, tunas air tersebut akan membentuk bantang dan jorket yang baru sehingga tanaman mempunyai jorket yang bersusun.

Dari tunas plagiotrop biasanya hanya tumbuh tunas-tunas plagiotrop, tetapi juga kadang-kadang tumbuh tunas ortotrop. Pangkasan berat pada cabang plagiotrop yang besar ukurannya merangsang tumbuhnya tunas ortotrop itu. Tunas ortotrop hanya membentuk tunas plagiotrop setelah membentuk jorket. Tunas ortotrop membentuk tunas ortotrop baru dengan menumbuhkan tunas air.

Saat tumbuhnya jorket tidak berhubungan dengan umur atau tinggi tanaman. Pemakaian pot besar dilaporkan menunda tumbuhnya jorket, sedangkan pemupukan dengan 140 ppm N dalam bentuk nitrat mempercepat tumbuhnya jorket. Tanaman kakao membentuk jorket setelah memiliki ruas batang sebanyak 60 – 70 buah. Namun batasan tersebut tidak pasti, karena kenyataannya banyak faktor lingkungan yang berpengaruh dan sukar dikendalikan. Contohnya, kakao yang ditanam di dalam polibag dan mendapat intensitas cahaya 80% akan membentuk jorket lebih pendek daripada tanaman yang ditanam di kebun. Selain itu, jarak antar daun sangat dekat dan ukuran daunnya lebih kecil. Terbatasnya medium perakaran merupakan penyebab utama gejala tersebut. Sebaliknya, tanaman kakao yang ditanam di kebun dengan jarak rapat akan membentuk jorket yang tinggi sebagai efek dari etiolasi (pertumbuhan batang memanjang akibat kekurangan sinar matahari)

Daun Kakao

Percabangan pada tanaman kakao juga dimorfisme. Pada tunas ortotrop, tangkai daunnya panjang, yaitu 7,5 – 10 cm sedangkan pada tunas plagiotrop panjang tangkai daunnya hanya sekitar 2,5 .

Tangkai daun bentuknya silinder dan bersisik halus, bergantung pada tipenya. Salah satu sifat khusus daun kakao yaitu adanya dua persendian (articulation) yang terletak di pangkal dan ujung tangkai daun. Dengan persendian ini dilaporkan daun mampu membuat gerakan untuk menyesuaikan dengan arah datangnya sinar matahari. Bentuk helai daun bulat memanjang (oblongus), ujung daun meruncing (acuminatus), dan pangkal daun runcing (acutus). Susunan tulang daun menyirip dan tulang daun menonjol ke permukaan bawah helai daun. Tepi daun rata, daging daun tipis tetapi kuat seperti perkamen. Warna daun dewasa hijau tua bergantung pada kultivarnya.

Panjang daun dewasa 30 cm dan lebarnya 10 cm. Permukaan daun licin dan mengilap. Pertumbuhan daun pada cabang plagiotrop berlangsung serempak tetapi berkala. Masa tumbuhnya tunas-tunas baru itu dinamakan pertunasan atau flushing. Pada saat itu setiap tunas membentuk 3 – 6 lembar daun baru sekaligus. Setelah masa tunas tersebut selesai, kuncup – kuncup daun itu kembali dorman (istirahat) selama periode tertentu. Kuncup-kuncup akan bertunas lagi oleh rangsangan faktor lingkungan.

Akar Kakao

Kakao adalah tanaman dengan surface root feeder, artinya sebagian besar akar lateralnya (mendatar) berkembang dekat permukaan tanah, yaitu pada kedalaman tanah (jeluk) 0 – 30 cm. Menurut Himme (cit. Smyth, 1960), 56% akar lateral tumbuh pada jeluk 11 – 20 cm, 14% pada jeluk 21 – 30 cm, dan hanya 4% tumbuh pada jeluk di atas 30 cm dari permukaan tanah. Jangkauan jelajah akar lateral dinyatakan jauh di luar proyeksi tajuk. Ujungnya membentuk cabang-cabang kecil yang susunannya ruwet (intricate).

Bunga Kakao

Tanaman kakao bersifat kauliflori. Artinya bunga tumbuh dan berkembang dari bekas ketiak daun pada batang dan cabang. Tempat tumbuh bunga tersebut semakin lama semakin membesar dan menebal atau biasa disebut dengan bantalan bunga (cushion). Bunga kakao mempunyai rumus K5C5A5+5G(5). Artinya, bunga disusun oleh 5 daun kelopak yang bebas satu sama lain, 5 daun mahkota, 10 tangkai sari yang tersusun dalam 2 lingkaran dan masing-masing terdiri dari 5 tangkai sari tetapi hanya satu lingkaran yang fertil, dan 5 daun buah yang bersatu.

Bunga kakao berwarna putih, ungu, atau kemerahan. Warna yang kuat terdapat pada benang sari dan daun mahkota. Warna bunga ini khas untuk setiap kultivar. Tangkai bunga kecil tetapi panjang (1-1,5 cm). Daun mahkota panjangnya 6 – 8 mm, terdiri dari dua bagian. Bagian pangkal berbentuk seperti kuku binatang (claw) dan biasanya terdapat dua garis merah. Bagian ujung berupa lembaran tipis, fleksibel, dan berwarna putih.

Buah dan Biji Kakao

Warna buah kakao sangat beragam, tetapi pada dasarnya hanya ada dua macam warna. Buah yang mudanya berwarna hijau atau hijau agak putih jika sudah masak akan berwarna kuning. Sementara itu, buah yang ketika muda berwarna merah, setelah masak berwarna jingga (orange).

Kulit buah memiliki 10 alur dalam dan dangkal yang letaknya berselang-seling. Pada tipe criollo dan trinitario alur buah kelihatan jelas. Kulit buah tebal tetapi lunak dan permukaannya kasar. Sebaliknya, pada tipe forastero, permukaan kulit buah pada umumnya halus (rata); kulitnya tipis, tetapi keras dan liat.

Buah akan masak setelah berumur enam bulan. Pada saat itu ukurannya beragam, dari panjang 10 hingga 30 cm, bergantung pada kultivar dan faktor-faktor lingkungan selama perkembangan buah.

Biji tersusun dalam lima baris mengelilingi poros buah. Jumlahnya beragam, yaitu 20 – 50 butir per buah. Jika dipotong melintang, tampak bahwa biji disusun oleh dua kotiledon yang saling melipat dan bagian pangkalnya menempel pada poros lembaga (embryo axis). Warna kotiledon putih untuk tipe criollo dan ungu untuk tipe forastero.

Biji dibungkus oleh daging buah (pulpa) yang berwarna putih, rasanya asam manis yang mengandung zat penghambat perkecambahan. Di sebelah dalam daging buah terdapat kulit biji (testa) yang membungkus dua kotiledon dan poros embrio. Biji kakao tidak memiliki masa dorman. Meskipun daging buahnya mengandung zat penghambat perkecambahan, tetapi kadang-kadang biji berkecambah di dalam buah yang terlambat dipanen karena daging buahnya telah kering. Pada saat berkecambah, hipokotil memanjang dan mengangkat kotiledon yang masih menutup ke atas permukaan tanah. Fase ini disebut fase serdadu. Fase kedua ditandai dengan membukanya kotiledon diikuti dengan memanjangnya epikotil dan tumbuhnya empat lembar daun pertama.


Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Pengertian dan Macam Penyerbukan


Masa Panen Buah Kakao

Buah yang siap dipetik (Matang Panen) dengan tanda-tanda warna alur kekuning-kuningan untuk buah yang pada waktu mentah berwarna merah bata. Sedang pada buah yang warna kulitnya hijau kekuningan pada waktu mentah bila matang akan berwarna kuning tua atau kuning jingga. Pada musim panas biasanya buah akan matang 140-175 haridan pada musim hujan 167-205 hari.

Panen dengan menggunakan pisau biasa atau antel yang tajam. Pemetikan buah jangan samapai melukai bantalan buah, sebab akan mengganggu pertumbuhan bunga berikutnya. Setiap barisan yang akan dipanen dikerjakan oleh satu team yang terdiri dari 2-3 orang dengan tugas satu orang memetik dan yang lainnya mengumpulkan buah.


Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Pengertian Hormon Tumbuhan Beserta Macam dan Fungsinya


Karakteristik Fisik Kakao

  • Kadar air
    Berpengaruh pada daya tahan biji kakao terhadap kerusakan terutama saat penggudangan dan pengangkutan. Biji kakao, yang mempunyai kadar air tinggi, sangat rentan terhadap serangan jamur dan serangga dan dapat menimbulkan kerusakan cita-rasa dan aroma dasar yang tidak dapat diperbaiki pada proses berikutnya. Standar kadar air biji kakao mutu ekspor adalah 6 – 7 %. Jika lebih tinggi dari nilai tersebut, biji kakao tidak aman disimpan dalam waktu lama, sedang jika kadar air terlalu rendah biji kakao cenderung menjadi rapuh.
  • Ukuran biji
    Semakin besar ukuran biji kakao, makin tinggi randemen lemak dari dalam biji. Ukuran biji kakao dinyatakan dalam jumlah biji (beans account) per 100 g contoh uji yang diambil secara acak pada kadar air 6 – 7 %.
    Ukuran biji rata-rata yang masuk kualitas eskpor adalah antara 1,0-1,2 gram atau setara dengan 85 – 100 biji per 100 g. Ukuran biji kakao kering sangat dipengaruhi oleh jenis bahan tanaman, kondisi kebun (curah hujan) selama perkembangan buah, perlakuan agronomis dan cara pengolahan.

Biji kakao terdiri atas keping biji (nib) yang dilindungi oleh kulit (shell). Kadar kulit dihitung atas dasar perbandingan berat kulit dan berat total biji kakao (kulit + keping) pada kadar air 6 – 7 %. Standar kadar kulit biji kakao yang umum adalah antara 11-13 % (Pawirosoemardjo,1992).

Biji kakao dengan kadar kulit yang tinggi cenderung lebih kuat atau tidak rapuh saat ditumpuk di dalam gudang sehingga biji tersebut dapat disimpan dalam waktu yang lebih lama. Sebaliknya, jika kadar kulit terlalu rendah, maka penjual (eksportir) biji kakao akan mengalami kerugian dalam bentuk kehilangan bobot. Kadar kulit biji kakao dipengaruhi oleh jenis bahan tanaman dan cara pengolahan (fermentasi dan pencucian). Makin singkat waktu fermentasi, kadar kulit biji kakao makin tinggi karena sebagian besar sisa lendir (pulp) masih menempel pada biji. Namun demikian, kandungan kulit biji tersebut dapat dikurangi dengan proses pencucian.


Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Bagian-Bagian Bunga Beserta Fungsinya


Jenis-jenis Kakao

jenis Kakao

  • Kakao Criollo

Kakao criollo menghasilkan biji dengan kualitas yang sangat baik. Kakao dari jenis ini juga dikenal dengan istilah kakao mulia, choiced cocoa, fine flavour cocoa, atau edel cocoa.Buahkakao criollo biasanya berwarna merah atau hijau dengan kulit buah yang tipis, berbintil kasar, dan lunak. Biji berbentuk bulat telur, berukuran besar, dan kotiledon berwarna putih saat basah.Buah kakao jenis ini biasanya dikenal memberi rasa yang lezat dan aroma yang harum. Jenis tanaman ini menghasilkan biji coklat atau kakao yang bermutu tinggi.

  • Kakao Forastero

Kakao forastero menghasilkan biji dengan kualitas sedang. Kakao dari jenis ini juga dikenal dengan istilah kakao bulk, bulk cacao, dan ordinary cocoa. Buah kakao forastero biasanya berwarna hijau dengan kulit yang lebih tebal. Biji berbentuk gepeng dan tipis dengan kotiledon berwarna ungu saat basah serta memiliki rasa kesat dan pahit.

  • KakaoTrinitario

Kakao trinitario adalah kakao hybrid dari persilangan kakao criollo dan forastero secara alami, sehingga jenis kakao ini memiliki bentuk yang heterogan dan beragam.Berdasarkan keadaanitu, maka kakao trinitario dibedakan kedalam 4 golongan yakni angoleta, cundeamor, amelonado, dan calabicillo.


Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Bunga Matahari


Kandungan Gizi Kakao Mentah

Cokelat mentah atau kakao mengadung banyak nutrisi yang menyehatkan, seperti vitamin dan mineral yang meningkatkan kinerja neurotransmitter pada otak dan bahan kimia nabati yang mengaktifkan emosi serta suasana hati yang baik.Maka itu, tak mengherankan bila cokelat sangat disukai.

Sementara itu, cokelat yang telah dimasak, seperti yang biasa Anda temui pada produk cokelat batangan dan kue atau roti, telah kehilangan banyak nilai gizinya.Ketika minyak dan lemak pada kacang kakao dipanaskan, mereka bahkan bisa menjadi racun. Cokelat yang telah dicampur dengan bahan lainnya seperti gula dan susu sebenarnya hanya memiliki sedikit kandungan gizi Kulit buah kakao (shel fod husk) adalah merupakan limbah agroindustri yang dihasilkan tanaman kakao. Buah cokelat yang terdiri dari 74% kulit buah, 2% plasenta dan 24% biji.

Pakar lain menyatakan kulit buah kakao kandungan gizinya terdiri dari bahan kering (BK) 88% protein kasar (PK) 6-8%, serat kasar (SK) 40,1% dan TDN 50,8% dan penggunaannya oleh ternak ruminansia 30-40% dilaporkan oleh Anonimous (2001). Dari hasil penelitian yang dilakukan pada ternak kambing, bahwa penggunaan kulit buah kakao dapat digunakan sebagai bahan campuran ransum sebanyak 15% dari total ransum. Sebaiknya sebelum digunakan sebagai pakan ternak, limbah kulit buah kakao perlu difermentasikan terlebih dahulu untuk menurunkan kadar lignin yang sulit dicerna oleh hewan dan untuk meningkatkan kadar protein dari 6-8% menjadi 12-15%.

Pemberian kulit buah kakao yang telah diproses pada ternak kambing dapat meningkatkan berat badan kambing sebesar 50 gram sampai 150 gram per ekor per hari Biji kakao mengandung lemak 31%, karbohidrat 14% dan protein 9%. Protein cokelat kaya akan asam amino triptofan, fenylalanin, dan tyrosin. Meskipun cokelat mengandung lemak tinggi, namun relatif tidak mudah tengik karena cokelat juga mengandung polifenol 6% yang berfungsi sebagai antioksidan pencegah ketengikan.

Di Amerika Serikat konsumsi cokelat hanya memberikan kontribusi 1% terhadap intake lemak total sebagaimana dinyatakan oleh National Food Consumption Survey (1987-1998). Jumlah ini relatif sedikit khususnya bila dibandingkan dengan kontribusi daging 30%, serealia 22%, dan susu 20%


Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Bunga Raflesia


Manfaat Tanaman Kakao

Biji kakao (biji kakao kering dan terfermentasi) memiliki 45-53,2% lemak dalam bentuk cocoa butter (juga dikenal sebagai theobroma oil) yang terdiri dari berbagai asam lemak. Biji kakao mengandung hingga 10% fenol dan flavenoids yang merupakan antioksidan yang berpotensi menghambat kanker atau penyakit kardiovaskular, serta potasium, magnesium, kalsium dan zat besi. Selain itu, mereka mengandung 1-3% theobromine dan kafein, alkaloid yang merangsang sistem saraf pusat. Kafein memiliki efek positif pada kewaspadaan mental, misalnya saat dikonsumsi dalam minuman berkafein

Berikut inilah beberapa kegunaan dalam tanaman kakao, diantaranya adalah sebagai berikut;

  • Memperbaiki Mood
    Pada setiap bubuk buah kakao terdapat kandungan kafein, theobromine, methyl-xanthine dan phenylethylalanine alami yang berfungsi untuk memperbaiki tekanana di otak, menenangkan dan merilexskan pikiran. Selain dapat memperbaiki mood, kakao ini juga dapat digunakan sebagai anti depresi, mengurangi strees, menghilangkan rasa lelah, serta menenangkan pikiran saat penat melanda.
  • Anti Aging
    Saat ini dunia kecantikan semakin menjulang seiring dengan keinginan kaum hawa untuk tetap tampil cantik dan awet muda, banyak yang berlomba untuk mempercantik diri salah satunya dengan melakukan treatment menggunakan bubuk kakao.
    Didalam kakao terdapat senyawa yang dapat membuat siapapun yang menggunakannya menjadi awet muda atau sebagai anti aging. Selain dapat digunakan sebagai anti penuaan, bubuk kakao ini juga dapat digunakan sebagai bahan untuk memperkuat tulang, mempertahankan kekuatan dan keindahan kuku, menjaga kekuatan dan kesehatan rambut, serta menjaga kesehatan kulit.
  • Penangkal Radikal Bebas
    Didalam buah kakao terdapat kandungan antioksidan dan flavonoid yang berfungsi sebagai antioksidan bagi tubuh. Dengan sering mengkonsumsi coklat maka daya tahan tubuh akan meningkat sehingga tidak akan mudah terserang oleh berbagai penyakit
  • Menurunkan Kadar Kolesterol
    Jika seseorang memiliki penyakit kolesterol, salah satu alternative untuk mengobatinya yaitu dengan banyak mengkonsumsi olahan buah kakao. Didalam coklat terdapat kandungan flavonoid yang baik bagi tubuh dan berfungsi untuk menurunkan kadar kolesterol dalam tubuh, selain itu juga berfungsi sebagai anti penyempitan pembuluh darah, serangan jantung, stroke, serta penyumbatan pembuluh darah arteri.
  • Menurunkan Tekanan Darah Tinggi
    Banyak orang yang bilang jika untuk menurunkan tekanan darah tinggi tidak semudah menaikkan tekanan darah, namun bagi yang sudah mengetahui ada alternative yang cukup mudah dan nikmat untuk menurunkan tekanan darah tinggi yaitu sering mengkonsumsi bubuk kakao.
    Kandungan fluvanoid dalam bubuk kakao juga berfungsi dalam menurunkan tekanan darah tinggi, selain nikmat dan murah coklat juga bermanfaat bagi kesehatan.
  • Menyembuhkan Batuk
    Kandungan theobromine dalam bubuk kakao ternyata berfungsi dalam meringakankan penyakit batuk yang melanda, meskipun bukanlah penyakit yang fatal namun apabila sesorang terserang batuk maka akan sangat mengganggu aktifitas sehari-hari.
  • Mencegah Gangguan Organ Hati dan Kanker
    Kandungan antioksidan yang ada didalam coklat juga dapat menjadi bahan alternative untuk mengobati gejala penyakit organ hati. Selain berfungsi sebagai bahan pengobatan organ hati, coklat juga berfungsi untuk mencegah penyakit kanker.

Teknik Pengolahan Buah Kakao

Teknik pengolahan buah kakao sangat menentukan mutu akhir produk kakao, hal itu berkaitan dengan proses terjadinya pembentukan calon citarasa khas kakao dan pengurangan cita rasa kakao yang tidak dikehendaki seperti rasa pahit dan sepet.

Berikut beberapa teknik pengolahan kakao pasca panen.

1. Pemeraman buah kakao
Proses ini bertujuan untuk memperoleh kematangan yang seragam serta untuk mempermudah pemecahan buah kakao dari bijinya. Buah kakao dimasukkan ke dalam keranjang rotan atau dari bamboo yang dialasi dengan alas daun-daunan dan ditutup dengan dedaunan pula Waktu pemeraman dilakukan selama 5-7 hari dan ditempatkan ditempat yang teduh.

2 Pemecahan Buah Kakao dan Pemisahan Biji Kakao
Pemecahan buah kakao ini dapat digunakan menggunakan pemukul kayu atau dapat menggunakan mesin pemecah buah kakao yang kemudian langsung dimasukkan ke dalam mesin pemisah biji kakao dari empulurnya atau disebut dengan pod breaker.

3. Fermentasi
Fermentasi ini bertujuan untuk memudahkan melepas lender dari permukaan kulit biji sehingga dapat menghasilkan biji dengan mutu dan aroma dan cita rasa yang baik, selain itu juga membuat biji jadi tahan hama dan amur. Beberapa alat fermentasi antara lain : kotak fermentasi terbuat dari lembaran papan atau berupa keranjang bamboo, hamparan daun pisang atau karung goni. Teknik fermentasi pada dasarnya biji dimasukkan ke dalam kotak fermentasi yang terbuat dari bamboo atau papan, dihamparkan diatas daun pisang dan ditutup juga dengan daun pisang, dilakukan selama 3 hari untuk dilakukan pembalikan dan pada hari ke enam, biji siap dikeluarkan untuk dilakukan pengeringan. Untuk memisahkan lendir dapat juga dilakukan dengan menggunakan depulper untuk mempercepat proses fermentasi.

4. Pengeringan Secara mekanis
Pelaksanaan pengeringan dapat dilakukan dengan menjemur, atau memakai mesin pengering. Pada proses pengeringan terjadi sedikit fermentasi lanjutan dan kandungan air menurun dari 55- 60 % menjadi 6-7 %, selain itu terjadi pula perubahan-perubahan ki mia untuk menyempurnakan pembentukan aroma dan warna yang baik. Suhu pengeringan sebaiknya antara 55-66ºc dan waktu yang dibutuhkan bila memakai mesin pengering antara 20-25 jam, sedang bila dijemur waktu yang dibutuhkan ±7 hari apabila cuaca baik,tetapi apabila banyak hujan penjemuran ±4 minggu. Bila biji kurang kering pada kandungan air diatas 8% biji mudah ditumbuhi jamur.

5. Sortasi Kakao
Proses sortasi ini dilakukan untuk memisahkan biji yang baik dengan yang cacat, atau juga kuli dan daun-daunan yang terikut. Proses ini dilakukan setelah 1-2 hari biji kakao pasca pengeringan.

6. Pengemasan
Biji kakao yang terseleksi selanjutnya dimasukkan ke dalam karung goni supaya kelembabannya terjaga, tidak disarankan menggunakan karung plastic, karena akan menimbulkan efek panas pada biji yang dapat cepat merusakkan biji kakao. Penyimpanan biji kakao diletakkan ditempat yang kering dan ditempatkan diatas alas papan dihindarkan kontak dengan bau-baun atau kontak lantai langsung Secara singkat, proses pengolahan kakao diatas dapat disingkat dengan menggunakan mesin kakao yang terdiri dari mesin pemecah buah dan pemisah biji, mesin pemisah lendir, mesin pengering kakao dan mesin sortasi kakao.