Bagian-Bagian Bunga Beserta Fungsinya

Diposting pada

bagian-bagian-bungan

Pada pembahasan kali ini kita akan sama-sama membahas tentang bagian bagian yang ada pada bunga. Sudahkah kalian tahu bagian-bagian yang ada pada bunga? Lalu bunga apa yang paling sering kalian jumpai disekitar kalian? Bunga sangatlah bermacam-macam, ada yang memiliki komponen yang lengkap ada juga jenis bunga yang hanya memiliki beberapa komponen saja. Dan untuk lebih jelasnya kita akan membahas bagian-bagian pada bunga serta variasi macam bunga.

Pengertian Bunga

Bunga adalah  batang  dan  daun yang termodifikasi. Modifikasi ini disebabkan oleh dihasilkannya sejumlah enzim yang dirangsang oleh sejumlah fitohormon tertentu. Pembentukan bunga dengan ketat dikendalikan secara genetik dan pada banyak jenis diinduksi oleh perubahan lingkungan tertentu, seperti suhu rendah, lama pencahayaan, dan ketersediaan air (lihat artikel Pembentukan bunga).

Bunga hampir selalu berbentuk simetris, yang sering dapat digunakan sebagai penciri suatu takson. Ada dua bentuk bunga berdasar simetri bentuknya: aktinomorf (“berbentuk bintang”, simetri radial) dan zigomorf (simetri cermin). Bentuk aktinomorf lebih banyak dijumpai. Bunga disebut bunga sempurna bila memiliki alat jantan (benang sari) dan alat betina (putik) secara bersama-sama dalam satu organ. Bunga yang demikian disebut bunga banci atau hermafrodit. Suatu bunga dikatakan bunga lengkap apabila memiliki semua bagian utama bunga.

 Empat bagian utama bunga (dari luar ke dalam) adalah sebagai berikut:

  • Kelopak bunga atau calyx
  • Mahkota bunga atau corolla yang biasanya tipis dan dapat berwarna-warni untuk memikat serangga yang membantu proses penyerbukan
  • Alat kelamin jantan atau androecium (dari bahasa Yunani andros oikia: rumah pria) berupa benang sari
  • Alat kelamin betina atau gynoecium (dari bahasa Yunani gynaikos oikia: “rumah wanita”) berupa putik.

Organ reproduksi betina adalah daun buah atau carpellum yang pada pangkalnya terdapat bakal buah(ovarium) dengan satu atau sejumlah bakal biji (ovulum, jamak ovula) yang membawa gamet betina) di dalam kantung embrio. Pada ujung putik terdapat kepala putik atau stigma untuk menerima serbuk sari atau pollen. Tangkai putik atau stylus berperan sebagai jalan bagi pollen menuju bakal bakal buah.

Walaupun struktur bunga yang dideskripsikan di atas dikatakan sebagai struktur tumbuhan yang “umum”, spesies tumbuhan menunjukkan modifikasi yang sangat bervariasi. Modifikasi ini digunakan botani untuk membuat hubungan antara tumbuhan yang satu dengan yang lain. Sebagai contoh, dua subkelas dari tanaman berbunga dibedakan dari jumlah organ bunganya: tumbuhan dikotil umumnya mempunyai 4 atau 5 organ (atau kelipatan 4 atau 5) sedangkan tumbuhan monokotil memiliki tiga organ atau kelipatannya.


Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Daftar Macam-macam Bunga Yang Sangat Cantik & Indah | Ayoksinau.com


Bunga Majemuk (Anthotaxis Inflorescentia)

Suatu bunga majemuk harus dapat dibedakan dari cabang yang mendukung sejumlah bunga di ketiaknya.Pada suatu cabang dengan sejumlah bunga di ketiak jelas kelihatan,bahwa diantara bunga-bunganya sendiri yang terdapat pada cabang itu terdapat daun-daun biasa yang berguna untuk berasimilasi.Pada suatu bunga majemuk sumbu yang mendukung bunga-bunga yang telah berkelompok itu tidak lagi berdaun atau jika ada daunnya,daun-daun tadi telah mengalami metamorphosis dan tidak lagi berguna sebagai alat untuk asimilasi.Walaupun demikian menurut kenyataannya sering kali tidak mudah untuk membedakan suatu bunga majemuk dari cabang yang mempuyai bunga-bunga di ketiak daunnya.

Pada suatu bunga majemuk lazimnya dapat kita bedakan bagian-bagian berikut:

a. Bagian-bagian yang bersifat seperti cabang atau batang, yaitu:

  • Ibu tangkai bunga(pedunculus,pedunculus communis atau rhacis),yaitu bagian yang biasanya merupakan terusan batang atau cabang yang mendukung bunga majemuk tadi.Ibu tangkai ini dapat bercabang ,dan cabang-cabangnya bercabang lagi,dapat pula sama sekali tak bercabang
  • Tangakai bunga(pedicellus), yaitu cabang ibu tangkai yang mendukung bunganya.
  • Dasar bunga(receptaculum), yaitu ujung tangkai bunga,yang mendukung bagian-bagian bunga lainnya.

b. Bagian-bagian yang bersifat seperti daun,antara lain:

  • Daun-daun pelindung(bractea),yaitu bagian-bagian yang serupa daun yangdari ketiaknya muncul cabang-cabang ibu tangkai atau tangkai bunganya,
  • Daun tangkai (bracteola),yaitu satu atau dua daun kecil yang terdapat pada tangkai bunga.Pada tumbuhan biji belah (Dicotyledoneae) biasanya terdapat dua daun tangkai yang letaknya tegak lurus pada bidang median,sedang kan pada tumbuhan biji tunggal (Monocotyledoneae) hanya terdapat satu daun tangkai dan letaknya di dalam bidang median,di bagian atas tangkai bunga.
  • Seludang bunga(spatha),yaitu daun pelindung yang besar,yang sering kali menyelubungi seluruh bunga majemuk waktu belum mekar,misalnya terdapat pada bunga kelapa (Cocos nucifera L.)
  • Daun-daun pembalut  (bractea involucralis,involucrum),yaitu sejumlah daun-daun pelindung yang tersusun dalam suatu lingkaran,terdapat misalnya pada bunga matahari (Helianthus annuus L.)
  • Kelopak tambahan (epicalyx),yaitu bagian-bagian serupa daun yang berwarna hijau ,tersusun dalam suatu lingkaran dan terdapat di bawah kelopak,misalnya pada bunga kembang sepatu(Hibiscus rosa-sinensis L.),kapas (Gossypium sp.),
  • Daun-daun kelopak (sepalae)
  • Daun-daun mahkota atau daun tajuk (petalae)
  • Daun-daun tenda bunga (tepalae),jika kelopak dan mahkota sama bentuk dan warnanya
  • Benang-benang sari (stamina)
  • Daun-daun buah (carpella)

Telah dikemukakan tadi, bahwa ibu tangkai bunga pada bunga majemuk dapat mengadakan percabangan dapat pula tidak. Ibu tangkai bunga yang tidak bercabang dan tidak berdaun seringkali dinamakan sumbu bunga (scapus). Ibu tangkai yang bercabang memperlihatkan cara percabangan yang bermacam-macam. Selain dari itu, jumlah cabang, panjangnya dibandingkan dengan ibu tangkai serta susunan cabang-cabang tadi, berpengaruh terhadap urut-urutan mekarnya masing-masing bunga pada suatu bunga majemuk.

Sifat-sifat  bunga majemuk dibedakan dalam tiga golongan:

  • Bunga majemuk tak terbatas (inflorescentia racemosa, inflorescentia botryoides atau inflorescentia centripetala). yaitu bunga majemuk yang ibu tangkainya dapat tumbuh terus, dengan cabang-cabang yang dapat bercabang lagi atau tidak, dan mempunyai susunan”acropetal” (semakin muda semakin dekat dengan ujung ibu tangkai), dan bunga-bunga pada bunga majemuk ini mekar berturut-turut dari bawah ke atas. Jika ujung ibu tangkai tak mendukung suatu bunga tampaknya seakan-akan  bunga majemuk ini tak terbatas, lagi pula jika dilihat dari atas, nampak bunga mulai mekar dari pinggir dan yang terakhir mekarnya adalah bunga yang menutup ibu tangkainya. Karena yang mekar mulai dari pinggir menuju ke pusat itulah mengapa dinamakan :inflorescentia centripetala. Bunga majemuk tak terbatas terdapat misalnya pada: kembang merak (Caesalpinna pulcherrima Swartz), mangga (Mangifera indica L.)
  • Bunga majemuk berbatas (inflorescentia cymosa atau inflorescentia centrifuga, inflorescentia definita), yaitu suatu bunga majemuk yang ujung ibu tangkainya selalu ditutup dengan suatu bunga, jadi ibu tangkai mempunyai pertumbuhan yang terbatas. Ibu tangkai ini dapat pula becabang-cabang dan cabang-cabang tadi juga selalu mendukung suatu bunga pada ujungnya. Pada bunga majemuk yang berbatas bunga yang mekar dulu ialah bunga yang terdapat di sumbu pokok atau ibu tangkainya, jadi dari tengah ke pinggir (jika dilihat dari atas). Oleh sebab itu dinamakan :inflorescentia centrifuga.

Melihat jumlah cabang pada ibu tangkai, bunga majemuk berbatas dibedakan lagi dalam macam perbungaan yaitu:

  • Yang bersifat “monochasial”,jika ibu tangkai hanya mempunyai satu cabang,ada kalanya lebih (dua cabang), tetapi tidak pernah berhadapan,dan yang satu lebih besar daripada yang lainnya. Cabang yang besar seperti ibu tangkai setiap kali hanya mengeluarkan satu cabang saja. Bunga majemuk semacam ini ditemukan pada berbagai jenis tumbuhan yang berbiji tunggal, kapas.
  • Yang bersifat “dichasial”, jika dari ibu tangkai keluar dua cabang yang berhadapan, terdapat pada tumbuhan dengan bunga berbibir (Labiatae),dll.
  • Yang bersifat “pleiochasial”,jika dari ibu tangkai keluar dari dua cabang pada suatu tempat yang sama tingginya pada ibu tangkai tadi, misalnya pada bunga oleander (Nerium oleander L.)
  • Bunga majemuk campuran (inflorescentia mixta), yaitu bunga majemuk yang memperlihatkan baik sifat-sifat bunga majemuk berbatas maupun sifat bunga majemuk tak berbatas.

Bunga majemuk yang dibedakan dalam ketiga golongan tersebut diatas masing-masing dapat lagi dibedakan dalam beberapa ragam. Berikut akan diberitahukan suatu ikhtisar berbagai ragam bunga majemuk yang dapat kita jumpai pada tumbuhan.

Bunga majemuk tak berbatas (inflorescentia racemosa, inflorescentia botryoides, inflorescentia centripetala) dalam golongan ini dapat dibedakan lagi yaitu:

  • Ibu tangkainya tidak bercabang-cabang,sehingga bunga (bertangkai atau tidak) langsung terdapat pada ibu tangkainya.
  • Tandan (racemus atau botrys), jika bunga bertangkai nyata, duduk pada ibu tangkainya.misalnya pada kembang merak Caesalpinna pulcherrima Swartz).
  • Bulir (spica), seperti tandan tetapi bunga tak bertangkai, misalnya bunga jarong (Stachytarpheta jamaicensis Vahl. )
  • untai atau bunga lada (amentum

Kalau ternyata Bunga yang dalam bahasa ilmiah dikenal sebagai flos, berasal dari sebuah tunas dan tunas ini merupakan pertumbuhan batang yang terhenti dan berubah manjadi tangkai kecil (pedicellus) dan dasar bunga (receptaculum). Kemudian daun-daunnya masih ada namun berubah bentuk dan warnanya menjadi daun-daun kelopak (sepalae) dan daun-daun mahkota (petalae) serta daun-daun buah (carpella).


Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Bunga Raflesia


Jenis Bunga Majemuk (Planta multiflora )

Bunga Tunggal dan Bunga Majemuk. Bunga tunggal sering disebut dengan planta uniflora. Bunga majemuk disebut dengan planta multiflora. Planta multiflora ( bunga Majemuk ) ini terbagi menjadi beberapa macam menurut sifatnya, yaitu :

Bunga Majemuk tak Berbatas

Bunga Majemuk tak Berbatas (inflorescentia racemosa), dengan ciri jika bunga mekar, yang terlihat mekar adalah bagian bawah atau yang dekat dengan ibu tangkainya…jika dilihat dari atas, mekarnya bunga nampak dari samping ke tangah. Yang ibu tangkainya tidak bercabang lagi, misalnya:

  • Tandan (racemus) pada bunga kembang merak (Caesalpinia pulcherimma)
  • Bulir (spica) pada bunga jarong
  • Untai (amentum) pada bunga sirih (Piper betle) dan lada (Piper nigrum)
  • Tongkol (spadix) pada bunga jagung betina (Zea mays)
  • Bunga Payung (umbella) pada bunga wortel (Daucus carota)
  • Bunga Cawan (corymbus) pada daun kaki kuda (Centela asiatica)
  • Bunga Bongkol (capitullum) pada bunga puteri malu (Mimosa pudica)
  • Bunga Periuk (Hypanthodium) pada bunga nangka (Artocarpus integra)

Yang ibu tangkainya bercabang dan cabangnya bercabang lagi:

  • Malai (panicula) pada bunga mangga (Mangifera indica)
  • Malai rata (corymbus ramosus) pada bunga soka
  • Bunga payung majemuk (umbella composita) pada bunga wortel (Daucus carota)
  • Bunga tongkol majemuk pada bunga kelapa (Cocos nuctifera)
  • Bulir majemuk pada bunga jagung jantan (Zea mays)

Bunga Majemuk Berbatas

Bunga Majemuk Berbatas (inflorescentia cymosa), dengan ciri jika bunga mekar, yang terlihat mekar adalah bagian atas atau yang paling jauh dengan ibu tangkainya…jika dilihat dari atas, mekarnya bunga tampak dari tengah ke samping. Misalnya:

  • Anak payung menggarpu (dichasium) pada bunga melati (Jasminum sambac)
  • Bunga tangga (cincinnus) pada bunga euphorbia (Euphorbia hirta)
  • Bunga sekerup (bostryx) pada bunga kenari
  • Bunga kipas (rhipidium) pada bunga suku iridaceae

Bunga Majemuk Campuran

Bunga Majemuk Campuran (inflorescentia mixta), bunga dengan sifat penggabungan antara bunga majemuk berbatas dan majemuk tak berbatas. Misalnya pada bunga soka, ada bagian yang bersifat payung majemuk dan anak payung menggarpu.


Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Pengertian Hormon Tumbuhan Beserta Macam dan Fungsinya


Bagian-bagian pada Bunga

Bunga menjadi bagian dari tumbuhan. Bagian ini memiliki struktur dan fungsi tersendiri. Berikut ini penjelasan struktur dan fungsi bunga.  Berdasarkan kelengkapan bagian bunga, yaitu perhiasan bunga dan alat kelamin bunga dibedakan menjadi bunga lengkap dan bunga tidak lengkap.

Bunga lengkap

  • Tangkai bunga (pedicellus)
    Yaitu bagian bunga yang masih jelas bersifat batang, padanya seringkali terdapat daun-daun peralihan, yaitu bagian-bagian yang menyerupai daun, berwarna hijau, yang seakan-akan merupakan peralihan dari daun biasa ke hiasan bunga.
  • Dasar bunga (receptaculum)
    Yaitu ujung tangkai yang seringkali melebar, dengan ruas-ruas yang amat pendek, sehingga daun-daun yang telah mengalami metamorfosis menjadi bagian-bagian bunga yang duduk amat rapat satu sama lain, bahkan biasanya lalu tampak duduk dalam satu lingkaran.
  • Hiasan bunga (perianthium), yang terdiri dari Kelopak (calyx) dan Mahkota atau Tajuk Bunga (corolla), jika kelopak dan mahkotanya tidak dapat dibedakan maka disebut sebagai tenda bunga (perigonium). Yaitu bagian bunga yang merupakan penjelmaan daun yang masih tampak berbentuk lembaran dengan tulang-tulang atau urat-urat yang masih jelas.
  • Alat kelamin betina (gynaecium), berupa putik (pistilum).
    Yang pada bunga merupakan bagian yang biasanya di sebut putik (pistillum), juga putik terdiri atas metamorfosis daun yang di sebut daun buah (carpella). Pada bunga dapat di temukan satu atau beberapa putik, dan setiap putik dapat terdiri atas beberapa daun buah, tetapi dapat pula hanya terdiri atas satu daun buah.
  • Alat kelamin jantan (androecium), berupa benang sari (stamen).
    Bagian ini sesungguhnya juga merupakan metamorfosis daun yang menghasilkan serbuk sari.(Androecium) terdiri atas sejumlah benang sari (stamen).

Dilihat dari bagian-bagian yang menyusun suatu bunga, dapat kita bedakan ada bunga lengkap dan ada bunga sempurna, berikut penjelasannya:

  • Bunga Lengkap : Bunga ini terdiri dari kelopak (calyx), mahkota(corolla), benang sari (androecium) dan putik (gynaecium).
  • Bunga tak Lengkap : Bunga ini tidak memiliki salah satu bagian bunga seperti bunga lengkap, misalnya tidak memiliki kelopak.
  • Bunga Sempurna : Hanya terbatas bahwa bunga ini memiliki benang sari(androecium) dan putik (gynaecium).
  • Bunga tak Sempurna : Bunga ini tidak memiliki benang sari (androecium) atau tidak memiliki putik (gynaecium).

a. Bunga Sempurna

Bunga Sempurna

Bunga disebut bunga sempurna jika mempunyai dua macam alat kelamin, yaitu benang sari dan putik.

b. Bunga Tidak Sempurna

Bunga disebut bunga tidak lengkap jika tidak memiliki salah satu atau beberapa bagian bunga baik perhiasan maupun alat kelamin bunga.  Berdasarkan kelengkapan alat kelaminnya, bunga dibedakan menjadi dua yaitu bunga sempurna dan bunga tidak sempurna.

Bunga Tidak Sempurna

Bunga disebut bunga tidak sempurna jika hanya mempunyai satu macam alat kelamin yaitu benang sari saja atau hanya putik saja.


Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Pengertian Fotosintesis Beserta Faktor dan Prosesnya


Strukutr Pada Bunga

Perhiasan Bunga

Perhiasan Bunga

Perhiasan bunga merupakan bagian dari bunga yang berbentuk lembaran seperti daun. Pada umumnya perhiasan bunga meliputi mahkota bunga dan kelopak bunga. Mahkota bunga terletak pada lingkaran dalam, biasanya berwarna-warni. Mahkota bunga yang memiliki warna-warni berfungsi untuk menarik serangga penyerbuk. Selain dari itu mahkota bunga berguna sebagai pelindung benang sari dan putik dan sebagai tempat hinggap serangga yang akan menghisap madu.

Tetapi terkadang mahkota bunga dengan kelopak bunga tidak dapat dibedakan. Adanya perhiasan yang dimekian disebut dengan tenda bunga. Beberapa contoh bunga yang memiliki tenda bunga yaitu bunga pisang, bunga cempaka gading dan bunga kembang sungsang.

Pada perhiasan bunga sendiri ada yang terdiri dari bagian yang dipisah-pisah yang berupa helaian yang lepas-lepas. Ada juga yang pada pangkalnya atau keseluruhan bagiannya bersatu.


Benang Sari Pada Bunga

Bagian-bagian pada benang sari terdiri dari kepala sari dan tangkai sari. Didalam kepala sari terjadilah pembentukan yang disebut dengan serbuk sari. Benang sari pada beberapa bunga tidaklah sama panjang. Misalnya pada bunga buncis, turi dan pada kacang tanah yang memiliki benang sari berjumlah sepuluh

Satu benang sari terpisah sedangkan sembilan lainnya bersatu. Pada bunga sepatu, seluruh tangkai benang sari berlekatan dengan membentuk tabung tangkai sari yang mengelilingi. Pada bagian tangkai sari yang tidak berlekatan sangat pendek yang letaknya diujung dan mendukung tangkai sari.


Kelamin Pada Bunga

Alat Kelamin Bunga (Alat Perkembangbiakan) Bagian kelamin bunga terdiri dari alat pembiakan jantan yang disebut dengan benang sari dan alat pembiakan betina yang disebut dengan putik. Bagian dari benang sari biasanya akan terletak pada lingkaran sebelah luar putik.

  1. Bunga banci (hermaprodithus), dimana pada satu bunga terdapat benang sari dan putik, dapat pula disebut bunga sempurna.
  2. Bunga Berkelamin Tunggal (unisexualis), terbagi menjadi 3 macam yaitu:
    a. Bunga yang terdiri dari benang sari saja, yang disebut bunga jantan (flos masculus)
    b. Bunga yang terdiri dari putik saja yang disebut bunga betina (flos femineus)
    c. Dan bunga yang tidak memiliki kelamin, atau bunga mandul.

Dasar Bunga (receptaculum)

Fungsi utama dasar bunga adalah mendukung bagian-bagian bunga Bentuk dari dasar bunga bermacam-macam ada yang rata, kerucut, cawan, dan mangkuk.

Menurut fungsi itu, dapat dibedakan beberapa macam dasar bunga, yaitu

  • Dasar bunga yang mendukung mahkota bunga (anthophorum)
  • Dasar bunga yang mendukung benang sari (androphorum)
  • Dasar bunga yang mendukung putik (gynophorum)
  • Dasar bunga yang mendukung benang sari dan putik (androgynophorum)
  • Cakram (discus)

Kelopak Bunga (calyx)

  • Kelopak Bunga (calyx) Fungsinya adalah sebagai pelindung bunga waktu masih kuncup.
  • Mahkota Bunga / Tajuk Bunga (corolla)  Berfungsi sebagai daya tarik untuk mendatangkan hewan agar membentuk  penyerbukan. Selain itu juga melindungi benang sari dan putik.

Putik Bunga (pistillum)

Ciri-ciri Putik pada Bunga adalah sebagai berikut

  • Putik pada umumnya terletak pada bagian tengah bunga dan dikelilingi oleh banyak benang sari.
  • Bagian-bagian pada putik yaitu kepala putik, tangkai putik dan bakal buah.
  • Pada bakal buah terletak paling dekat dengan dasar bunga. Bakal buah memiliki bentuk yang bervariasi.
  • Pada dasarnya bakal buah memiliki bentuk yang erat dengan buah yang akan terbentuk.
  • Bakal buah berisi satu atau lebih bakal biji. Yang didalam bakal biji terkandung lembaga yang terdiri dari beberapa sel.

Putik terbagi menjadi 3 bagian, yaitu:

  • Bakal Buah (ovarium)
  • Tangkai putik (stylus)
  • Kepala putik (stigma)

Benang Sari (stamen). Benang sari terdiri dari 3 bagian, yaitu:

  • Tangkai sari (filamentum)
  • Kepala sari (anthera)
  • Penghubung ruang sari (connectivum)

Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Pengertian dan Macam Penyerbukan


Fungsi Bunga

Fungsi bunga yang utama adalah sebagai alat perkembangbiakan generatif. Perkembangbiakan generatif merupakan perkembangbiakan yang didahului pembuahan. Pada tumbuhan berbunga , pembuahan yang terjadi didahului dengan penyerbukan. Penyerbukan adalah peristiwa jatuhnya serbuk sari ke kepala putik.

Penyerbukan pada tumbuhan dibantu oleh serangga. Hasil pembuahan adalah terbentuknya bakal biji yang akan tumbuh menjadi biji, sedangkan bakal buah akan menjadi buah. Dari biji itulah yang ditanam sehingga tumbuh menjadi tanaman besar dan berbunga lagi.

Bunga juga dapat dianggap sebagai organ untuk bertahan pada kondisi kurang menguntungkan bagi pertumbuhan. Sejumlah tumbuhan akan segera membentuk bunga apabila mengalami kekurangan air atau suhu rendah. Contoh yang paling dikenal adalah bunga kertas Bougainvillea. Bunga mengurangi metabolisme dan apabila tumbuhan mati, biji diharapkan telah terbentuk sebagai usaha sintasan (survival).

Manusia sejak lama terpikat oleh bunga, khususnya yang berwarna-warni sehingga memiliki arti kultural. Bunga menjadi salah satu penentu nilai suatu tumbuhan sebagai tanaman hias.Bunga adalah alat perkembangbiakan generatif tumbuhan biji tertutup. Dalam bagian-bagian bunga yang memiliki macam-macam atau jenis-jenis bagian yang setiap fungsinya masing-masing bagian bunga tersebut berbeda-beda, sehingga perlunya pembahasan yang panjang dan luas tentang bagian- bagian bunga, maka dari itu kali ini kita akan membahas bagian-bagian bunga, baik itu bagian bunga secara umum, bagian bunga berdasarkan kelengkapan bagian bunga dan berdasarkan kelengkapan alat kelamin, dari tiga pengelompokan bagian-bagian bunga itu pembahasannya berbeda-beda.

Fungsi bunga ialah untuk menjadi perantara bagi penyatuan gamet jantan dan gamet betina. Proses ini diistilahkan sebagai pembungaan. Banyak bunga bergantung kepada angin untuk menggerakkan benang sari antara bunga-bunga spesies yang sama. Ada juga yang bergantung kepada hewan, khususnya serangga. Fungsi bunga yang utama adalah sebagai alat perkembangbiakan generatif. Perkembangbiakan generatif merupakan perkembangbiakan yang didahului pembuahan. Pada tumbuhan berbunga , pembuahan yang terjadi didahului dengan penyerbukan. Penyerbukan adalah peristiwa jatuhnya serbuk sari ke kepala putik.


Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Bunga Matahari


Proses Reproduksi Bunga

Bunga adalah bagian tumbuhan yang mengandung organ reproduksi, yaitu putik, benangsari, kelopak bunga, dan mahkota bunga. Sama seperti halnya mahluk hidup lain, tumbuhan juga bereproduksi untuk mempertahankan kelangsungan spesiesnya. Tumbuhan berbunga melakukan reproduksi dengan cara membentuk biji. Biji terbentuk dengan jalan reproduksi seksual yaitu bergabungnya sel kelamin jantan dari serbuk sari dengan sel kelamin betina dari bakal buah. Serbuk sari harus masuk ke bagian dalam bunga betina (putik) agar terjadi pembuahan. Ada bunga yang melakukan penyerbukan sendiri, yaitu benang sari berasal dari bunga yang sama. Ada penyerbukan dari bunga lain yang sejenis. Ada berbagai cara agar serbuk sari masuk ke dalam kepala putik. Pada gambar di atas serbuk sari menempel di seluruh bulu lebah dan kakinya, ketika hinggap di bunga lain serbuk sari akan jatuh ke dalam kepala putik dan membuahinya.

Bunga memiliki bagian jantan dan bagian betina. Bagian jantan adalah benang sari yang terdiri atas:

  • tangkai sari
  • kepala sari
  • serbuk sari

Bagian betina adalah putik yang terdiri atas:

  • bakal buah ( di dalam bakal bijinya terdapat sel kelamin betina)
  • tangkai putik
  • kepala putik
  • Kepala putik berujung lengket untuk menangkap butir-butir sel-sel jantan.

Bagian jantan dan betina pada bunga tumbuhan. Benang sari atau bagian jantan terdiri dari kepala sari dan tangkai sari. Putik atau bagian betina meliputi kepala putik, tangkai putik, dan bakal buah. Baik benangsari maupun putik dilindungi oleh kelopak bunga dan daun mahkota. Keduanya membentuk mahkota bunga. Polinasi atau penyerbukan terjadi ketika butir sel jantan dari benangsari masuk ke kepala putik bunga lalu turun ke tangkai putik untuk bergabung dengan bakal biji.


Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Tumbuhan Paku (Pteridophyta) beserta Ciri dan Manfaat


Variasi Macam Bunga

pada bunga akan dapat dikelompokkan berdasarkan kelengkapan bagian-bagian bunga dan berdasarkan kelengkapan aalat kelamin pada bunga.

Kelengkapan Berdasarkan Bagian Bunga

Berdasarkan kelengkapan bagian bunga, maka dapat dikelompokkan menjadi beberapa diantaranya yaitu perhiasan bunga dan alat kelaminnya yang kemudian dikelompokkan lagi menjadi bunga lengkap dan bunga tak lengkap.

a. Bunga Lengkap

Bunga dapat dikatakan sebagai bunga lengkap apabila terdapat kelopak, mahkota, benang sari dan putik. Contoh bunga lengkap diantaranya adalah bunga tembakau, bunga sepatu, bunga mawar, bunga melati.

Pada bunga lengkap pasti memiliki dua alat kelamin, maka dari itu disebut dengan bunga berkelamin ganda (hermafrodit). Tetapi bunga yang berkelamin ganda atau berkelamin lengkap belum tentu dapat dikategorikan sebagai bunga lengkap.

b. Bunga Tak Lengkap

Bunga dapat dikatakan sebagai bunga tak lengkap apabila tidak memiliki salah satu atau beberapa bagian pada bunga, baik itu perhiasan bunga atau kelamin bunga. Bunga yang tak lengkap dapat dikelompokkan menjadi dua yaitu.

  • Perhiasan bunga tak lengkap, dikarenakan tidak memiliki kelopak atau mahkota. Bunga yang tidak memiliki perhiasan bunga dapat dikatakan sebagai bunga telanjang.
  • Alat kelamin yang tak lengkap. Apabila bunga hanya memiliki satu alat kelamin, maka dikatakan dengan bunga berkelamin tunggal, yang terdiri dari bunga jantan dan bunga betina. Contohnya yaitu bunga mentimun dan bunga salah. Dan apabila bunga tidak memiliki alat kelamin disebut dengan bunga mandul, seperti bunga pita pada bunga matahari.

Berdasarkan Kelengkapan Alat Kelamin

Jika ditinjau dari alat kelamminnya, bunga dapat dibedakan menjadi bunga sempurna dan bunga tidak sempurna.

  • Bunga Sempurna
    Buka akan dikatakan sebagai bunga sempurna apannila memiliki dua alat kelamin, yaitu putik dan benang sari. Perhiasan bunga yang berupa kelopak dan mahkota tidak selalu harus ada pada bunga sempurna.
  • Bunga Tidak Sempurna
    Bunga akan dikatakan sebagai bunga tidak sempurna apabila memiliki salah satu macam alat kelamin, benang sari saja atau  putik saja.
    Pada tumbuh-tumbuhan dengan bunga berjenis kelamin tunggal, bunga jantan ataupun bunga betina yang terdapat pada satu tumbuhan dan ada juga yang terdapat pada dua tumbuhan.
    Apabila bunga jantan dan bunga betina terdapat pada satu tumbuhan maka disebut dengan tumbuhan berumah satu atau (monoesis). Contohnya yaitu bunga jagung dan bunga pada mentimun.
    Selain bagian-bagian bunga yang telah dijelaskan diatas, masih terdapat juga bagian bunga yaitu brakte atau pelindung. Brakte letaknya pada bagian luar bunga. Brakte akan melindungi bunga pada waktu masih muda.  Ada juga brakte yang dilindungi oleh kumpulan brakte seperti contohnya golongan bunga aster.

Daftar Pustaka

  • Fahn, A. 1995. “Anatomi Tumbuhan Edisi Ketiga”. Gadjah Mada University Press: Yogyakarta
  • Rosant, D. 2013. “Morfologi Tumbuhan”. Erlangga : Jakarta
  • Sumardi, Iserep. 1996. “Struktur dan Perkembangan Tumbuhan”. ITB : Bandung
  • Syamsur Istamar, dkk. 2006. “IPA Biologi untuk SMP Kelas VIII”. Penerbit Erlangga.
  • Syamsuhidayat, Sugati S., dan Hutapea, J.R., 1991, “Inventaris Tanaman Obat Indonesia. Edisi ke-2”, Departemen Kesehatan RI Bagian Penelitian dan Pengembangan Kesehatan : Jakarta.
  • Tjitrosoepomo,G, 1994, “Morfologi Tumbuhan”, Gadjah Mada University Press : Yogyakarta.
  • Tjirosoepomo, Gembong. 2005. “Morfologi Tumbuhan”. Gajah Mada University Press : Yogyakarta