Pengertian Seni Patung beserta Bentuk dan Fungsinya

pengertian-seni-patung

Pengertian Seni Patung

Seni patung adalah cabang seni rupa yang hasil karyanya berwujud tiga dimensi. Biasanya diciptakan dengan cara memahat, modeling (misalnya dengan bahan tanah liat) atau kasting (dengan cetakan). Seiring dengan perkembangan seni patung modern, maka karya-karya seni patung menjadi semakin beragam, baik bentuk maupun bahan dan teknik yang digunakan, sejalan dengan perkembangan teknologi serta penemuan bahan-bahan baru.

Menurut bentuknya, patung ialah salah satu karya seni rupa tiga dimensi, karena patung mempunyai ukuran panjang, tinggi dan lebar bahkan bisa juga dinikmati dari berbagai arah mata. Biasanya, patung dijadikan guna untuk memenuhi kebutuhan batin serta bisa dinikmati keindahannya juga. Dengan kata lain patung masih termasuk kedalam kategori karya seni rupa murni.

Dinegara kita Indonesia kerajinan patung sendiri sudah ada semenjak jaman dahulu dan terus berkembang hingga saat ini, jenis dan juga bahan yang digunakan didalam pembuatan patung-patung sangatlah beragam, entah itu dari bahan lunak, misalkan seperti tanah liat, kayu, atau semen atau juga berdasarkan bahan keras, contoh seperti logam dan batu. Bentuknya juga sangat beragam sekali mulai dari bentuk hewan, bentuk manusia, serta tumbuhan atau bentuk-bentuk lain yang sudah dimodifikasi.


Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Pengertian dan Fungsi Seni beserta Menurut Para Ahli


Seni Patung menurut para Ahli

  • Menurut Mikke Susanto
    Seni patung adalah sebuah tipe karya tiga dimensi yang bentuknya dibuat dengan metode subtraktif (mengurangi bahan seperti memotong, menatah) atau aditif (membuat model lebih dulu seperti mengecor dan mencetak) (Susanto, 2011: 296).
  • Menurut Soenarso dan Soeroto
    Seni Patung adalah semua karya dalam bentuk meruang. Menurut Kamus Besar Indonesia adalah benda tiruan, bentuk manusia dan hewan yang cara pembuatannya dengan dipahat (Soenarso dan Soeroto, 1996: 6).
  • Menurut B.S Mayers
    Seni patung adalah karya tiga dimensi yang tidak terikat pada latar belakang apa pun atau bidang manapun pada suatu bangunan. Karya ini diamati dengan cara mengelilinginya, sehingga harus nampak mempesona atau terasa mempunyai makna pada semua 6 seginya (Mayers, 1958: 131-132).
  • Menurut ensiklopedia indonesia ( 1990 : 215 )
    seni patung sculpture berarti seni pahat atau bentuk badan yang padat yang diwujudkan dalam tiga dimensional yang ciptaanya bisa berupa gambar-gambar timbul (relief) atau patung yang di buat dari media kayu maupun logam.
  • Menurut Kamus Besar Indonesia
    adalah benda tiruan, bentuk manusia dan hewan yang cara pembuatannya dengan dipahat.

Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Pengertian Seni Lukis : Sejarah, Jenis Dan Macamnya.


Jenis-jenis Patung

Untuk jenis-jenis patung sendiri bisa anda lihat di bawah ini :

Jenis Patung dilihat dari Posisinya

  • Patung Zonde adalah jenis patung yang utuh dengan posisi yang sangat beragam ada yang jongkok, duduk, berdiri, tidur dan lain-lain.
  • Patung Free Standing, adalah jenis patung yang berdiri dengan tegak.
  • Patung Tarso adalah jenis patung yang sengaja dibuat hanya pada bagian-bagian tertentu saja atau sebagian tubuh.
  • Patung Boss adalah jenis patung setengah badan.

Jenis patung dari Fungsinya

  • Patung Lambang Pemujaan “Sakral” ialah jenis patung yang digunakan sebagai lambang pemujaan pada acara keagamaan.
  • Patung monument  ialah jenis patung yang biasa digunakan sebagai lambang peringatan dari seorang tokoh atau suatu peristiwa sejarah.
  • Patung Dekorasi ialah jenis patung yang mempunyai fungsi sebagai penghias atau keindahan baik didalam ruangan ataupun di dalam ruangan.
  • Patung Miniatur ialah sebuah patung tiruan dari suatu bangunan ataupun arca dalam bentuk kecil.

Teknik dalam Pembuatan Patung

  • Teknik Pahat ialah suatu cara untuk membuat patung dari bahan-bahan keras, contoh seperti, tulang, kayu, gips yang mengeras dan batu.
  • Teknik Butsir ialah cara untuk membuat patung dari bahan yang lunak contoh seperti, gips malam dan tanah liat dengan cara mengurangi atau menambahkan bagian-bagiannya.
  • Teknik Cetak ialah suatu cara untuk membuat patung dengan cara memanaskan logam sehingga bisa mencair lalu dituangkan kedalam cetakan.
  • Teknik Merakit ialah suatu cara pembuatan patung dengan cara merangkai bahan-bahan dan juga menghubungkan bahan-bahan yang sudah rusak.
  • Teknik Modeling ialah suatu teknik dalam pembuatan patung dengan cara membuat modelnya terlebih dahulu.
  • Teknik Pembentukan ialah sebuah teknik yang digunakan untuk membentuk patung dengan cara bertahap

Alat Membuat Patung Berdasarkan Bahan

  • Patung berbahan dasar kayu dalam pembuatannya diperlukan kapak, pisau, gergaji, martil dan juga amplas.
  • Patung berbahan dasar utama tanah liat dalam pembuatanyya dibutuhkan sudip dan butsir guna menambil dan juga menambal atau juga untuk menambahkan bahan serta untuk menghaluskan permukaan yang sangat sulit di jangkau langsung menggunakan tangan.
  • Patung cetak mempunyai bahan dasar dari logam alat-alat yang dugunakan adalah alat cetak, kompor pengecor dan gurinda.
  • Patung berdasarkan bahan batu alat yang dibutuhkan martial besi, pahat baja, grenda
  • Patung berbahan semen alat yang digunakan adalh martial, pisau dan tang.
  • Patung pahat dari bahan utama logam yang alat digunakan adalah, tatah, martil dan grenda.

Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Unsur Seni Rupa


Fungsi Seni Patung

Fungsi seni patung adalah seni patung pada zaman dahulu dibuat untuk kepentingan agama,patung dibuat untuk menghormati dewa atau orang yang dijadikan teladan. Sehingga pada jaman klasik patung banyak menggambarkan dewa-dewa dan tokoh-tokoh pada masa itu. Pada perkembangan selanjutnya patung dibuat untuk monumen/peringatan suatu peristiwa besar suatu bangsa,kelompok atau perorangan. Pada jaman sekarang seni patung sering diciptakan untuk hiasan,penciptanya lebih bebas berkreasi sehingga seni patung itu diciptakan hanya untuk dinikmati nilai keindahan bentuknya saja.

  • patung religi, untuk sarana beri badah,bermakna religius.
  • Patung monument, untuk peringatan peristiwa bersejarah atau jasa seorang pahlawan.
  • Patung arsitektur, patung yang ikut aktif berfungsi dalam kontruksi bangunan.
  • Patung dekonasi, untuk menghias bangunan atau lingkungan taman.
  • Patung seni, patung seni untuk di nikmati keindahan bentuknya.
  • Patung kerajinan, hasil dari para pengrajin.

Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Aliran-Aliran dalam Seni Rupa (Lengkap)


Unsur Rupa dalam Seni Patung

 Dalam berkarya seni patung untuk mendapatkan hasil yang baik diperlukan unsur-unsur pendukung bentuk yang sering disebut unsur-unsur rupa (visual). Secara garis besar unsur-unsur (visual) yang dikembangkan dalam berkarya adalah sebagai berikut :

  • Garis

 Unsur rupa garis merupakan pertemuan dari suatu titik ke titik yang lain. Menurut Yudoseputro (1993:89) garis merupakan unsur visual yang paling penting dan berfungsi sebagai pembatas, pemberi kesan dimensi dan pemberi kesan tekstur pada bidang. Meskipun sederhana garis memiliki peran sangat penting dalam menciptakan karya seni rupa. Menurut Nursantara (2007:11) garis merupakan barisan titik yang memiliki dimensi memanjang dan arah tertentu dengan kedua ujung terpisah. Ia bisa panjang, pendek, tebal, halus, lurus, lengkung, patah, berombak, horizontal, vertikal, diagonal, dan sebagainya. Lebih lanjut dikatakan bahwa menurut wujudnya, garis bisa berupa nyata dan semu. Garis nyata adalah garis yang dihasilkan dari coretan atau goresan langsung. Garis semu adalah garis yang muncul karena adanya kesan kesan batas (kontur) dari suatu bidang, warna, atau ruang. Susanto (2002:45), menyatakan bahwa garis adalah perpaduan sejumlah titik-titik yang sejajar dan sama besar. Ia memiliki dimensi memanjang dan punya arah, bisa pendek, panjang, halus, tebal, berombak, melengkung, lurus, dan lain- lain.

Garis merupakan tanda atau markah yang memanjang, yang membekas pada suatu permukaan dan mempunyai arah. Perwujudan garis juga sangat dipengaruhi oleh karakter senimannya (Sunaryo, 2002:5). Menurut Kartika (2004:40), goresan atau garis yang dibuat oleh seorang seniman akan memberikan kesan psikologis yang berbeda pada setiap garis yang hadir. Selain itu alat dan bahan yang digunakan dalam pembuatan karya seni juga sangat menentukan perbentukan garis yang dihasilkan

Sunaryo (2002:4), menyatakan bahwa garis ditinjau dari segi jenisnya dibagi menjadi tiga bagian, yaitu : (1) Garis lurus, garis yang berkesan tegas dan lancar, memiliki arah yang jelas ke arah pangkal ujungnya, garis ini ada umumnya bersifat kaku. (2) Garis tekuk, garis yang bergerak meliuk-liuk, berganti arah atau tak menentu arahnya, penampilannya membentuk sudut-sudut atau tikungan yang tajam kadang berkesan tegas dan tajam. (3) Garis lengkung, garis yang berkesan lembut dan kewanitaan ditinjau dari segi arah garis juga dibagi menjadi tiga bagian yaitu : Garis tegak (vertikal) yaitu penampilannya berkesan kokoh, memiliki vitalitas yang kuat; Garis datar (horisontal) yaitu penampilannya berkesan tenang, mantap dan luas; Garis silang (diagonal) yaitu penampilannya berkesan bergerak dan giat.

Pada pahatan sebuah patung garis yang nampak merupakan garis maya yang terkesan tegas, kaku, luwes dan lengkung karena adanya torehan pahat yang membentuk gelap terang dan diakibatkan adanya sinar yang jatuh pada permukaan patung.

  • Warna

 Warna adalah suatu kualitas rupa yang membedakan kedua objek atau bentuk yang identik raut, ukuran, dan nilai gelap terangnya. Warna yang kita cerap, sangat ditentukan oleh adanya pancaran cahaya (Sunaryo, 2002 :12). Menurut Soegeng dalam Kartika (2004 : 48) warna merupakan kesan yang ditimbulkan cahaya pada mata. Warna pada benda-benda tersebut tidak mutlak, melainkan setiap warna akan dipengaruhi oleh kepentingan penggunaannya.

Pada setiap patung memiliki warna berbeda-beda dengan patung yang lainnya tergantung medium yang digunakan dalam membuat patung. Dari unsur warna dapat menambah nilai keindahan patung yang diperoleh dari karakteristik warna medium yang digunakan, sehingga unsur warna yang ada pada patung dapat dimanfaatkan sebagai salah satu nilai estetis pada karya seni patung.

  • Tekstur

 Tekstur (texture) ialah unsur rupa yang menunjukkan rasa permukaan bahan, sengaja dibuat dan dihadirkan dalam susunan untuk mencapai bentuk rupa, sebagai usaha untuk memberikan rasa tertentu pada permukaan bidang pada

perwajahan bentuk pada karya seni rupa secara nyata atau semu (Kartika, 2004 : 47-48). Menurut Susanto (2002:20) tekstur atau barik merupakan nilai raba, kualitas permukaan yang dapat melukiskan sebuah permukaan objek seperti kulit, rambut, dan bisa merasakan kasar-halusnya, teratur-tidaknya suatu objek.

Tekstur adalah sifat permukaan yang memiliki karakter halus, licin, polos, kasap, mengkilap, berkerut, dan sebagainya (Sunaryo, 2002:11). Sesuai dengan Nursantara (2007:15), tekstur adalah nilai raba dari suatu permukaan, bisa halus, kasar, licin, dan lain-lain. Dalam seni patung tekstur dapat diperoleh dengan menggunakan unsur warna, garis, raut yang mempunyai hasil nilai raba yang berbeda-beda dan selain itu tekstur juga dapat diperoleh dari medium patung yang digunakan.

  • Raut

 Raut (shape) adalah suatu bidang kecil yang terjadi karena dibatasi oleh sebuah kontur (garis) dan atau dibatasi oleh adanya warna yang berbeda atau oleh gelap terang pada arsiran atau karena adanya tekstur (Kartika, 2004 : 41). Di dalam karya seni, shape digunakan sebagai simbol perasaan seniman di dalam menggambarkan objek hasil subjek matter. Menurut Sunaryo (2004:4), berawal dari kata shape yang secara umum bermakna perwujudan yang dikelilingi oleh kontur dan sapuan-sapuan warna, untuk menyatakan suatu bidang maupun sesuatu yang bervolume atau bermassa. Menurut Wong dalam Sunaryo (2002 : 10) dari segi perwujudannya, raut dapat dibagi menjadi (1) raut geometris, (2) raut organis, (3) raut beraturan, dan (4) raut tak beraturan.

  • Bentuk

Pada dasarnya pengertian bentuk (form) adalah wujud fisik yang dapat dilihat (Bastomi, 1992 : 55). Bentuk tidak terlepas kaitannya dengan elemen garis. Bidang adalah suatu bentuk dataran yang dibatasi garis, dengan kata lain bentuk disebut juga bidang bertepi. Bentuk merupakan wujud, seperti pada karya seni patung yang selalu memiliki bentuk yang berbeda-beda. Pada seni patung juga menggunakan unsur bentuk sebagai salah satu unsur keindahannya, karena dengan melihat dari segi fisik atau bentuk yang ada maka patung dapat dinilai keindahan objektifnya.

  • Ruang

Ruang (space) adalah unsur atau daerah yang mengelilingi sosok bentuknya. Menurut Yudoseputro (1993 : 98) unsur ruang sebenarnya tidak dapat dilihat atau sesuatu yang khayal. Ruang dapat dihayati hanya dengan kehadiran benda atau membuat garis dan bidang di atas lembar kertas.

Dalam desain dwimatra ruang bersifat maya karena itu disebut ruang maya. Ruang maya dapat bersifat pipih, datar dan rata. Berkesan trimatra yang lazim disebut kedalaman. Kedalaman merupakan ruang ilusi atau tidak nyata, sedangkan ruang nyata dapat ditempati benda dan bersifat trimatra seperti pada karya seni patung yang juga memiliki unsur ruang.

  • Volume

Suatu ruang yang dibatasi dengan bidang disebut volume. Volume dalam patung terwujud dalam bentuk bagian-bagian dari keseluruhan massa, tercipta karena keluasan dan kedalaman (Tristiadi, 2003: 10). Seni patung memiliki unsur volume yang juga disebut isi, patung memiliki unsur trimatra dan memiliki unsur ruang di dalamnya yang menjadikan volume ada dalam karya seni patung.

  • Gelap Terang

 Unsur gelap terang disebut unsur cahaya, yang berasal dari matahari yang berubah-ubah derajat intensitasnya, maupun sudut jatuhnya yang menghasilkan bayangan dengan keanekaragaman kepekatannya (Sunaryo, 2002: 19). Unsur gelap terang pada karya seni menghasilkan bayangan yang dapat mempengaruhi bentuk karya seni itu sendiri. Hubungan antara gelap terang dan pencahayaan menghasilkan suatu bayangan sehingga menimbulkan suatu gradasi. Gradasi inilah yang nantinya membentuk efek pada mata sehingga mengakibatkan adanya perbedaan gelap dan terangnya pada suatu benda.

Berdasarkan uraian di atas dapat disimpulkan bahwa untuk mewujudkan hasil karya seni yang bernilai estetis tidak dapat lepas dari unsur-unsur visual yang menyusunnya. Garis, warna, tekstur, raut, bentuk, ruang, volume dan gelap terang adalah bahasa visual yang dapat mengungkapkan emosi, sama persis dengan nada-nada dalam musik yang langsung menyentuh dan menggetarkan hati. Nada-nada tersebut adalah ungkapan dari semua yang ada di dalam.

Garis hadir sebagai terwujudnya raut atau bidang, dan bidang sebagai penggambaran suatu objek dengan torehan warna dan tekstur untuk mengekspresikan jiwa. Sedangkan hadirnya sebuah objek yang memiliki wujud atau bentuk maka akan tercipta sebuah ruang dan volume yang mengisinya, dengan gelap terang yang terjadi karerna adanya perbedaan intensitas cahaya yang diterima oleh suatu objek. Penyusun atau komposisi dari unsur-unsur estetik merupakan prinsip pengorganisasian unsur dalam desain. Untuk menambah nilai lebih dalam karya seni, selain unsur-unsur visual dalam berkarya seni juga harus memperhatikan prinsip-prinsip desain.

Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Perkembangan Seni Tari, Zaman Primitif, Zaman Masyarakat Feudal, Zaman Masyarakat Modern, Dan Jenis-Jenis Tari (Lengkap)


Corak patung

Pada masa lampau sudah dikenal patung primitive seperti patung asmat di irian jaya dan sulawesi selatan (tanah toraja). Pada masa kerajaan hindu budha di jawa dan bali banyak sekali di temukan hasil karya seni patung terutama di candi hindu dan budha yang bercorak tradisional. Dilihat dari perwujudtanya, ragam seni patung moderen dapat di bedakan menjadi 3 corak sebagai berikut :

  •  corak imitatif / realis yaitu tiruan alam seperti manusia, binatang dan tumbuhan
  • corak dekoratif yaitu bentuk-bentuk alam yang di olah / di ubah menurut gagasan imajinasi pematung
  •  corak nonfiguratif/abstrak yaitu bentuknya telah banyak berubah.
Send this to a friend