Pengertian Pencemaran Udara Beserta Penyebab dan Dampaknya

Diposting pada

Pengertian-Pencemaran-Udara

Pengertian Pencemaran Udara

Pencemaran udara adalah kehadiran satu atau lebih substansi fisik, kimia, atau biologi di atmosfer dalam jumlah yang dapat membahayakan kesehatan manusia, hewan, dan tumbuhan, mengganggu estetika dan kenyamanan, atau merusak properti. Pencemaran udara dapat ditimbulkan oleh sumber-sumber alami maupun kegiatan manusia.

Pencemaran lingkungan atau polusi adalah masuknya atau dimasukkannya makhluk hidup, zat energy dan atau komponen lain kedalam lingkuan, atau berubahnya tatanan lingkungan oleh kegiatan manusia atau proses alam sehingga kualitas lingkungan turun sampai ketingkat tertentu yang menyebebkan lingkungan menjadi kurang atau tidak dapat berfungsi lagi sesuai peruntukannya (undang-undang pengelolaan lingkungan hidup No. 4 Tahun 1982).

Polutan adalah zat atau bahan yang menyebabkan terjadinya polusi. Suatu zat disebut polutan, bila keberadaannya disuatu lingkungan dapat menyebebkan kerugian terhadap makhluk hidup. Contohnya : karbondioksida dengan kadar 0,032% dapat memberikan dampak merusak. Dengan kata lain suatu zat dapat dikatakan polutan apabila :

  • Jumlah zatnya melebihi jumlah normal
  • Berada pada waktu yang tidak tepat
  • Berada pada tempat yang bukan tempatnya/ tidak tepat

Pencemaran udara adalah masuknya atau tercampurnya unsur-unsur berbahaya kedalam atmosfir yang mengakibatkan terjadinya kerusakan lingkungan, gangguan kesehatan pada manusia secara umum menurunkan kualitas lingkungan. Pencemaran dapat terjadi dimana-mana, misalnya didalam rumah, sekolah, kantor atau yang sering disebut pencemaran dalam ruangan. Selain itu gejala ini secara akumulatif juga terjadi diluar ruangan. Mulai dari tingkat lingkungan rumah, perkotaan hingga tingkat regional, bahkan sampai saat ini sudah menjadi gejala global. Beberapa unsure pencemaran kembali kebumi melalui deposisi asam atau salju yang mengakibatkan sifat korosif pada bangunan, tanaman, hutan disamping itu juga membuat sungai dan danau menjadi suatu lingkungan yang berbahaya bagi ikan-ikan karena nilai Ph yang rendah.

pencemaran udara yaitu kehadiran substansi biologi, fisik, ataupun kimia pada lapisan udara di bumi dalam jumlah yang dapat membahayakan kesehatan seluruh komponen ekosistem, mengganggu kenyamanan dan keindahan, serta merusak properti. Pencemaran udara ini timbul dikarenakan adanya beberapa sumber pencemaran udara, baik itu yang sifatnya alami maupun yang dikarenkan oleh kegiatan manusia. Beberapa contoh dari gangguan fisik adalah seperti pencemaran panas, pencemaran suara, pencemaran cahaya dan pencemaran radiasi yang di anggap sebagai suatu bagian akibat adanya pencemaran udara.


Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Pengertian Lingkungan


Faktor Penyebab Pencemaran Udara

Pencemaran udara disebabkan oleh beberapa faktor, antara lain:

1. Faktor alam (internal), yang bersumber dari aktivitas alam, contoh :

  • abu yang dikeluarkan akibat letusan gunung berapi
  • gas-gas vulkanik
  • debu yang beterbangan di udara akibat tiupan angin
  • bau yang tidak enak akibat proses pembusukan sampah organik

2. Faktor manusia (eksternal), yang bersumber dari hasil aktivitas manusia, contoh :

  • hasil pembakaran bahan-bahan fosil dari kendaraan bermotor
  • bahan-bahan buangan dari kegiatan pabrik industri yang memakai zat kimia organik dan anorganik
  • pemakaian zat-zat kimia yang disemprotkan ke udara
  • pembakaran sampah rumah tangga
  • pembakaran hutan

Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Pengertian dan Proses Hujan Asam beserta Dampaknya


Zat Pencemaran Udara

Ada beberapa polutan yang dapat menyebabkan pencemaran udara, antara lain: Karbon monoksida, Nitrogen dioksida, Sulfur dioksida, Partikulat, Hidrokarbon, CFC, Timbal dan Karbondioksida.

  • Karbon monoksida (CO)
    Gas yang tidak berwarna, tidak berbau dan bersifat racun. Dihasilkan dari pembakaran tidak sempurna bahan bakar fosil, misalnya gas buangan kendaraan bermotor.
  • Nitrogen dioksida (NO2)
    Gas yang paling beracun. Dihasilkan dari pembakaran batu bara di pabrik, pembangkit energi listrik dan knalpot kendaraan bermotor.
  • Sulfur dioksida (SO2)
    Gas yang berbau tajam, tidak berwarna dan tidak bersifat korosi. Dihasilkan dari pembakaran bahan bakar yang mengandung sulfur terutama batubara. Batubara ini biasanya digunakan sebagai bahan bakar pabrik dan pembangkit tenaga listrik
  • Partikulat (asap atau jelaga)
    Polutan udara yang paling jelas terlihat dan paling berbahaya. Dihasilkan dari cerobong pabrik berupa asap hitam tebal. Macam-macam partikel, yaitu : Aerosol : partikel yang terhambur dan melayang di udara, Fog (kabut) : aerosol yang berupa butiran-butiran air dan berada di udara, Smoke (asap) : aerosol yang berupa campuran antara butir padat dan cair dan melayang berhamburan di udara dan Dust (debu) : aerosol yang berupa butiran padat dan melayang-layang di udara
  • Hidrokarbon (HC)
    Uap bensin yang tidak terbakar. Dihasilkan dari pembakaran bahan bakar yang tidak sempurna.
  • Chlorofluorocarbon (CFC)
    Gas yang dapat menyebabkan menipisnya lapisan ozon yang ada di atmosfer bumi. Dihasilkan dari berbagai alat rumah tangga seperti kulkas, AC, alat pemadam kebakaran, pelarut, pestisida, alat penyemprot (aerosol) pada parfum dan hair spray.
  • Timbal (Pb)
    Logam berat yang digunakan manusia untuk meningkatkan pembakaran pada kendaraan bermotor. Hasil pembakaran tersebut menghasilkan timbal oksida yang berbentuk debu atau partikulat yang dapat terhirup oleh manusia.
  • Karbon Dioksida (CO2)
    Gas yang dihasilkan dari pembakaran sempurna bahan bakar kendaraan bermotor dan pabrik serta gas hasil kebakaran hutan.

Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Pengertian Pencemaran Air beserta Penyebab dan Dampaknya


Efek Pencemaran Udara

Efek Negatif

Dari segi kesehatan dampak pencemaran udara oleh debu bisa menyebabkan penyakit paru-paru (bronchitis) serta penyakit saluran pernapasan lainnya. Sedangkan dampak pencemar udara oleh zat kimia seperti Karbon Monoksida bisa menyebabkan gangguan kesehatan pada hemoglobin (metaloprotein pengangkut oksigen yang mengandung besi dalam sel darah merah). Dan selain itu penyakit yang timbul adalah ISPA (infeksi saluran pernapasan akut), termasuk di antaranya, asma, bronkitis, dan gangguan pernapasan lainnya. Beberapa zat pencemar dikategorikan sebagai toksik dan karsinogenik.

Studi ADB memperkirakan dampak pencemaran udara di Jakarta yang berkaitan dengan kematian prematur, perawatan rumah sakit, berkurangnya hari kerja efektif, dan ISPA pada tahun 1998. Dari segi ekonomi dampak pencemaran udara yaitu dengan hasil kajian Bank Dunia menemukan dampak ekonomi akibat pencemaran udara di Indonesia sebesar Rp 1,8 triliun yang pada 2015 akan mencapai Rp 4,3 triliun. Dari segi sosial pencemaran sangat merugikan, orang-orang sudah tidak dapat menikmati udara sehat lagi, setiap hari harus bertemu dengan asap, aktivitas sosial juga terhambat dan lain-lain. Dari segi pendidikan pencemaran udara dapat mempengaruhi tingkat belajar para pelajar, mereka terhambat dalam hal berpikir dan juga dalam menyelesaikan satu permasalahan.

Dari segi pertanian dan perkebunan pencemaran udara juga sangat berpengaruh, kurangnya lahan hijau yang menjadi tempat pohon-pohon untuk melakukan proses fotosintesis karena Tanaman yang tumbuh di daerah dengan tingkat pencemaran udara tinggi dapat terganggu pertumbuhannya dan rawan penyakit, antara lain klorosis, nekrosis, dan bintik hitam menjadikan sirkulasi udara kita berkurang, dan menjadikan udara kotor dan tidak baik untuk kita hirup. Dan dampak yang lainnya adalah :

  • Hujan Asam
    pH normal air hujan adalah 5,6 karena adanya CO2 di atmosfer. Pencemar udara seperti SO2 dan NO2 bereaksi dengan air hujan membentuk asam dan menurunkan pH air hujan. Dampak dari hujan asam ini antara lain :
    • Mempengaruhi kualitas air permukaan
    • Merusak tanaman
    • Melarutkan logam-logam berat yang terdapat dalam tanah sehingga mempengaruhi kualitas air tanah dan air permukaan
    • Bersifat korosif sehingga merusak material dan bangunan
  • Efek Rumah Kaca
    Efek rumah kaca disebabkan oleh keberadaan CO2, CFC, metana, ozon, dan N2O di lapisan troposfer yang menyerap radiasi panas matahari yang dipantulkan oleh permukaan bumi. Akibatnya panas terperangkap dalam lapisan troposfer dan menimbulkan fenomena pemanasan global.
  • Kerusakan Lapisan Ozon
    Lapisan ozon yang berada di stratosfer (ketinggian 20-35 km) merupakan pelindung alami bumi yang berfungsi memfilter radiasi ultraviolet B dari matahari. Pembentukan dan penguraian molekul-molekul ozon (O3) terjadi secara alami di stratosfer. Emisi CFC yang mencapai stratosfer dan bersifat sangat stabil menyebabkan laju penguraian molekul-molekul ozon lebih cepat dari pembentukannya, sehingga terbentuk lubang-lubang pada lapisan ozon. Kerusakan lapisan ozon menyebabkan sinar UV-B matahari tidak terfilter dan dapat mengakibatkan kanker kulit serta penyakit pada tanaman.

Efek Positif

Ternyata selain menimbulkan dampak yang negatif terdapat pula efek positif dari terjadinya pencemaran udara. Hal itu antara lain :

  • Manusia mulai sadar akan kelestarian dan kebersihan alam
  • Munculnya banyak ide tentang gerakan peduli lingkungan
  • Munculnya ide untuk menciptakan alat pembersih udara (air purifier)

Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Pengertian dan Bentuk Energi


Penyebab Pencemaran Udara

Secara alami, udara yang terdapat dalam atmosfer di bumi adalah gabungan dari beberapa gas yaitu nitrogen sebesara 78%, oksigen sebesar 21%, argon sebesar 1 %, karbon dioksida (CO2) sebesar 0,0035 %, dan uap air sekitar 0,01 %. Dari beberapa komponen-komponen gas penyusun atmosfer ini tentunya dapat mengalami perubahan yang diakibatkan polusi udara. Adapun beberapa penyebab terjadinya pencemaran udara adalah sebagai berikut:

  1. Asap yang dihasilkan dari knalpot kendaraan dan cerobong pabrik maupun asap rokok, asap karena pembakaran, ataupun asap yang dihasilkan karena kebakaran hutan yang membebaskan CO2 dan CO ke dalam udara.
  2. Chloro Fluoro Carbon (CFC) yang ditimbulkan akibat terjadinya kebocoran pada mesin pendingin, seperti kulkas, dan AC.
  3. Asap vulkanik yang dihasilkan dari aktivitas gunung berapi yang menebarkan partikel-partikel debu ke dalam udara.
  4. Asap yang ditimbulkan dari pembakaran batu bara pada pembangkit listrik yang membebaskan partikel oksida sulfur (SO2), dan nitrogen oksida (NO2).
  5. Bahan radioaktif yang timbul dari percobaan bom atom ataupun nuklir yang membebaskan partikel-partikel debu radioaktif ke dalam udara.

Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Pencemaran Udara


Dampak Pencemaran Udara

Pencemaran udara yang terjadi tentu akan menimbulkan beberapa dampak negatif yang tentunya sangat merugikan bagi kita. Adapun dampak yang ditimbulkan dari pencemaran udara tersebut adalah sebagai berikut:

  1. Menyebabkan hujan asam karena oksida belerang dan oksida nitrogen hasil pembakaran batu bara yang ada ke udara bereaksi dengan uap air membentuk awan asam (asam sulfat, asam nitrat).
  2. Menurunkan tingkat kualitas udara untuk penapasan bagi seluruh komponen ekosistem, terutama yaitu manusia dan hewan karena dengan menurunnya kualitas udara akan menurunkan tingkat kesehatan pada manusia.
  3. Asap kebakaran hutan menyebabkan gangguan iritasi dan infeksi saluran pernapasan akut (ISPA). Menyebabkan kebocoran lapisan ozon sehingga membuat keseimbangan ekosistem jadi terganggu akibat efek rumah kaca.
  4. Menyebabkan terjadinya keracunan akibat pengikatan CO2 hasil dari pencemaran udara.
  5. Meningkatkan potensi penyakit kanker kulit, mata, dan katarak.

Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Pengertian dan Fungsi Hujan Beserta Proses Terjadinya


Cara Mengatasi Pencemaran Udara

Setelah kita mengetahui beberapa penyebab serta dampak yang ditimbulkan dari adanya pencemaran udara yang telah diuraikan di atas, kita sebagai khalifah di muka bumi ini tentunya perlu melakukan tindakan-tindakan pencegahan serta tindakan-tindakan penanggulangan terhadap pencemaran udara yang terjadi demi keberlangsungan serta terjaganya kehidupan komponen-komponen ekosistem di muka bumi ini. Adapun beberapa tindakan yang dapat kita dilakukan untuk dapat mencegah terjadinya pencemaran udara tersebut adalah sebagai berikut:

  1. Tidak melakukan percobaan nuklir secara masif untuk mengurangi pencemaran radioaktif.
  2. Membuat jalur hijau dengan melakukan penanaman pohon-pohon di kota-kota besar agar karbon dioksida (CO2) sebagai salah satu gas pencemaran udara dapat terserap kembali melalui daur fotosintesis dan oksigen.
  3. Melarang warga membakar hutan saat melakukan land clearing lahan pertanian.
  4. Mengurangi penggunaan bahan bakar fosil dan minyak bumi pada pembangkit listrik, industri, dan rumah tangga guna mengurangi jumlah limbah udara yang nantinya terlepas ke dalam atmosfer.
  5. Melakukan pengawasan lebih ketat di wilayah hutan yang rawan terbakar.
  6. Memanfaatkan energi alternatif yang ramah lingkungan, seperti biogas, energi surya, atau energi panas bumi.

Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Tanah Longsor


Solusi Mengurangi Pencemaran Udara

Untuk melindungi masyarakat terhadap bahaya polusi udara, maka perlu dilakukan usaha-usaha sebagai berikut, antara lain :

1. Setiap pabrik diwajibkan melakukan pengolahan terlebih dahulu terhadap asap pabriknya sebelum di buang ke udara bebas. Pengolahan yang dapat dilakukan adalah :

  • Untuk udara yang mengandung gas atau uap.
    Dengan cara mencuci, yaitu udara dialirkan ke dalam air atau cairan yang mudah bereaksi dengan gas atau uap yang terdapat dalam udara kotor tersebut sehingga terikat. Dengan jalan membakar, yaitu udara yang kotor di lewatkan pada alat pembakar agar terbakar semua.
  • Untuk udara yang mengandung debu atau alkohol :
    Udara kotor yang akan di buang di alirkan dalam satu kamar khusus, yang di sebut kamar pengendap agar debu-debunya mengendap.Udara kotor di lewatkan pada alat khusus perangkap kelembaban sehingga partikel yang ada di dalamnya tidak ikut bersama aliran udara.Udara kotor di lewatkan pada ruangan khusus secara melingkar-lingkar (cyclone) sehingga partikel yang terdapat di dalamnya melekat di dinding. Dengan presipitasi dinamis, alat yang bentuknya seperti baling-baling yang menyebabkan partikel-partikel yang terdapat pada udara kotor terhempas dan terkumpul di sekitar baling-baling. Partikel-partikel yang terdapat dalam udara kotor di saring dengan suatu filter khusus. Partikel dalam udara kotor di endapkan secara elektrik karena adanya perbedaan tegangan listrik di antara dua kutub listrik.

2. Untuk kendaraan bermotor, digunakan bahan bakar yang sedikitnya mencemari udara, seperti bahan bakar gas atau bahan bakar sinar matahari. Bagi kendaraan bermotor yang sisa pembakarannya lebih banyak, sebaiknya menggunakan jalan-jalan di pinggir kota.

3. Melakukan penghijauan kota, karena tumbuh-tumbuhan dapat menghasilkan oksigen pada siang hari di samping menyerap karbon dioksida dari udara. Oleh alam, hujan yang turun menyebabkan kotoran di udara berkurang dan angin akan menyebabkan kotoran di udara tersebar luas, sehingga tidak terkonsentrasi pada daerah tertentu.