Sistem Terdistribusi

Diposting pada

Sistem-Terdistribusi

Pengertian Sistem Terdistribusi

Sistem Terdistribusi terdiri dari dua kata yaitu “ Sistem” dan “Terdistribusi”. Sistem terdistribusi merupakan sekumpulan elemen yang saling berhubungan satu dengan yang lainnya dan membentuk satu kesatuan untuk menyelesaikan satu tujuan yang spesifik atau menjalankan seperangkat fungsi. Adapun terdistribusi berasal dari kata “distribusi” yang merupakan lawan kata “sentralisasi” yang artinya penyebaran, sirkulasi, penyerahan, pembagian menjadi bagian-bagian kecil. Berawal dari pengertian kata-kata pembentuknya, Sistem Terdistribusi dapat didefinisikan sebagai suatu kesatuan dari elemen-elemen yang saling berinteraksi secara sistematis dan teratur untuk mendistribusikan data (Maseleno, 2003).


Sistem terdistribusi adalah sekumpulan prosesor yang tidak saling berbagi memori atau clock dan terhubung melalui jaringan komunikasi yang bervariasi, yaitu melalui Local Area Network ataupun melalui Wide Area Network dan dilengkapi dengan sistem software tedistribusi untuk membentuk fasilitas komputer terintegrasi.


Proses dalam sistem terdistribusi dijalankan secara bersamaan (execute concurrently) dimana proses berinteraksi untuk bekerjasama dalam mencapai tujuan yang sama dan mengkoordinasikan aktifitas dan pertukaran informasi yaitu pesan yang dikirim melalui jaringan komunikasi. Struktur sistem terdistribusi dapat dilihat dari gambar dibawah ini :

Sistem Terdistribusi


Dalam sistem terdistribusi prosesor yang dimiliki bervariasi, dapat berupa small microprocessor, workstation, minicomputer, dan lain sebagainya. Sebenarnya ada beberapa hal mendasar yang membedakan antara jaringan komputer yang merupakan dasar dari konsep sistem terdistribusi dengan sistem terdistribusi itu sendiri yaitu komputer otonom yang secara eksplisit terlihat, sedangkan pada sistem terdistribusi komputer otonom transparan dan juga memiliki lebih banyak masalah dibanding dengan jaringan komputer. Ada beberapa contoh umum yang merupakan aplikasi dari sistem terdistribusi, diantaranya :


  • Internet, merupakan global jaringan interkoneksi komputer yang berkomunikasi melalui IP (Internet Protocol)
  • Intranet, merupakan jaringan teradministrasi terpisah dengan batasan pada kebijakan keamanan lokal
  • Mobile dan komputasi diberbagai tempat, laptop, PDA, mobile phone, printer, peralatan rumah, dll
  • World Wide Web (www), sistem untuk publikasi dan akses sumber daya dan layanan melalui Internet.

Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : 5 cara mencegah virus masuk ke komputer anda


Sejarah Sistem Terdistribusi

Sistem Komputasi sebelum tahun 1970, Pada saat ini kebanyakan sistem komputasi merupakan komputer yang besar dan terpusat. Beberapa aplikasi menggunakan jaringan komputer yang sederhana ke sistem pusat dan proses dilakukan oleh satu buah komputer yang besar atau yang dikenal Main Frame. Setelah tahun 1970 berkembanglah komputer mini dan dilanjutkan sampai dengan komputer miko, dikarenakan pada saat ini biaya pembuatan prosesor menurun, maka ada pertimbangan untuk menghemat biaya dengan memanfaatkan personal computer untuk teknologi sistem terdistribusi, dan perbandingan harga hardware yang sangat tinggi antara komputer mikro dengan komputer mainframe (komputer besar).


Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Pengolahan Struktur Dan Penyajian Data Dalam Komputer Lengkap


Manfaat Sistem Terdistribusi

Ada empat fungsi utama untuk membangun sistem terdistribusi, yaitu:

Resource Sharing

Dalam sistem terdistribusi, situs-situs yang berbeda saling terhubung satu sama lain melalui jaringan sehingga situs yang satu dapat mengakses dan menggunakan sumber daya yang terdapat dalam situs lain. Misalnya, user di situs A dapat menggunakan laser printer yang dimiliki situs B dan sebaliknya user di situs B dapat mengakses file yang terdapat di situs A.


Computation Speedup

Apabila sebuah komputasi dapat dipartisi menjadi beberapa subkomputasi yang berjalan bersamaan, maka sistem terdistribusi akan mendistribusikan subkomputasi tersebut ke situs-situs dalam sistem. Dengan demikian, hal ini meningkatkan kecepatan komputasi (computation speedup)


Reliability

Dalam sistem terdistribusi, apabila sebuah situs mengalami kegagalan, maka situs yang tersisa dapat melanjutkan operasi yang sedang berjalan. Hal ini menyebabkan reliabilitas sistem menjadi lebih baik


Communication

Ketika banyak situs saling terhubung melalui jaringan komunikasi, user dari situs-situs yang berbeda mempunyai kesempatan untuk dapat bertukar informasi.


Selain alasan-alasan utama diatas ada beberapa alasan lain untuk sistem terdistribusi, yakni :

  1. Distribusi fungsi
    Komputer memiliki kemampuan fungsi yang berbeda-beda (client/server, Host/terminal, Data gathering / data processing)
  2. Distribusi beban/keseimbangan
    Pemberian tugas ke prosesor secukupnya sehingga unjuk kerja seluruh sistem teroptimasi
  3. Replika Kekuatan
    Kumpulan PC memiliki kekuatan yang lebih besar dari super komputer
  4. Pemisahan Fisik
    Untuk kehandalan atau redundansi sistem
  5. Ekonomis
    Kumpulan mikroprosesor memberikan harga/unjuk kerja yang lebih baik dibandingkan dengan mainframe.

Fleksibility

  • membagi beban kerja pada perangkat yang tersedia dengan cara efektif.
  • dapat menambah komponen secara individu tanpa harus melakukan duplikasi sistem.
  • fasilitas local dapat disesuaikan dengan kebutuhan local.
  • memungkinkan pertumbuhan sistem secara terus menerus.
  • susunan sistem bisa disesuaikan dengan pola organisasi perusahaan.
  • memungkinkan beberapa bagian/local melakukan percobaan dan konsep baru untuk mengurangi resiko kegagalan sistem secara keseluruhan.

Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Komponen-Komponen Pada Komputer dan Fungsinya


Karakteristik dan Tujuam Sistem Terdistribusi

Karakteristik Sistem Terdistribusi

Karakteristik sistem terdistribusi adalah sebagai berikut:

  • Concurrency of components
    Pengaksesan suatu komponen/sumber daya (segala hal yang dapat digunakan bersama dalam jaringan komputer, meliputi H/W dan S/W) secara bersamaan. Contoh: Beberapa pemakai browser mengakses halaman web secara bersamaan
  • No global clock
    Hal ini menyebabkan kesulitan dalam mensinkronkan waktu seluruh komputer/perangkat yang terlibat. Dapat berpengaruh pada pengiriman pesan/data, seperti saat beberapa proses berebut ingin masuk ke critical session.
  • Independent failures of components
    Setiap komponen/perangkat dapat mengalami kegagalan namun komponen/perangkat lain tetap berjalan dengan baik.

Tujuam Sistem Terdistribusi

Sistem terdistribusi dibangun untuk mencapai tujuan-tujuan yang ingin dicapai, diantaranya :

  • Untuk memberikan akses bagi pengguna untuk dapat mengembangkan sumber daya sistem.
  • Peningkatan kecepatan komputasi.
  • meningkatkan availibilitas atau ketersediaan dan reliabilitas data.
  • Mengatasi bottleneck : Dimana tumpukan pekerjaan pada suatu terminal dapat didistribusikan ke terminal-terminal lain.
  • Mendukung layanan : Misalnya layanan penjualan dengan menggunakan terminal-terminal yang tersebar diberbagai tempat.
  • Mendukung sistem kerja jarak jauh : Misalnya sistem kerja small office home office yang memungkinkan karyawan untuk bekerja dari rumah sehingga tidak harus datang kekantor.
  • Memudahkan kerja kelompok : Dengan memudahkan data sharing dan tetap memungkinkan kerjasama walaupun letak anggota kelompok berjauhan.

Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : 5 Macam JenisVirus Komputer Bereserta Penjelasannya ((LENGKAP)


Konsep P/K Terdistribusi

Multiprosesor

Multiprosesor

Yaitu konsep dimana sebuah komputer dengan beberapa prosesor. Beberapa prosesor-prosesor tersebut mengakses memori yang sama sehingga konsep ini lebih sulit untuk dibuat, namun interkoneksi dari konsep multiprocessor ini lebih cepat.

Ada dua bentuk multiprocessor yaitu :

  1. Multiprosesor dengan Caching Multiprosesor dengan Caching
  2. Multiprosesor dengan Switch Multiprosesor dengan Switch

Multicomputer

Multicomputer

Konsep ini merupakan konsep dimana beberapa PC terhubung dengan jaringan, yang mana setiap CPU memiliki memori sendiri-sendiri. Bebrbeda dengan konsep multiprosesor tadi, konsep ini lebih mudah dibangun, akan tetapi interkoneksinya lebih lambat. Gambar berikut menunjukkan multicomputer berbasis switch

Sistem multicomputer yang paling banyak digunakan dalam sistem terdistribusi adalah “Sistem Multicomputer Heterogen” dimana sistem ini memiliki perbedaan, yaitu baik dari prosesor, memori, I/O bandwidth dan jaringan.


Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Pengertian dan Aspek-Aspek Keamanan Komputer (LENGKAP)


Konsep P/L Terdistribusi

DOS (Distributed Operating System)

DOS (Distributed Operating System)

Merupakan sistem yang dapat memanajemen komputer-komputer dan membuat “mereka”  tampak sebagai single komputer. Selain  itu sistem ini pula dapat menjalankan proses di komputer lain tanpa mengetahui siapa yang meresponnya serta mengatur sumber daya pada sistem terdistribusi.


NOS (Network Operating System)

NOS (Network Operating System)

NOS merupakan sistem dimana setiap host menjalankan sistem operasi untuk mengatur sumber daya yang dimilikinya termasuk mengakses sumber daya di jaringan. Untuk mengakses resource jaringan tersebut dengan menggunakan NFS (Network File System) serta Samba  (implementasi protokol SMB di Win & Linux). Selain itu dengan NOS maka Pengguna dapat mengakses suatu proses di komputer lain dengan login ke telnet/ssh.


Middleware

Middleware

Middleware ini Menyediakan transparensi terhadap keanekaragaman platform dimana proses dan objek pada sekumpulan mesin yang menerapkan protokol untuk aplikasi terdistribusi. Contoh dari middleware diantaranya :

  • CORBA (OMG)
  • DCOM (Microsoft)
  • ODP (ITU-T/ISO)
  • Java Remote Method Invocation (Sun)

Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Pengertian Perangkat Lunak (Software) Komputer Beserta Fungsinya


Layered Protocol

Layered Protocol

Model layer OSI (Open System Interconnection) merupakan model layer protocol yang dibuat oleh ISO (International Organization for Standardization). OSI mengacu pada standar pertukaran informasi diantara sistem-sistem yang “terbuka” yaitu sistem yang menerapkan standar OSI. Model Layer OSI dibagi dalam dua group: “upper layer” dan “lower layer”. “Upper layer” fokus pada aplikasi pengguna dan bagaimana file direpresentasikan di komputer. Untuk Network Engineer, bagian utama yang menjadi perhatiannya adalah pada “lower layer”. Lower layer adalah intisari komunikasi data melalui jaringan aktual.


Application Layer

Menyediakan jasa untuk aplikasi pengguna. Layer ini bertanggungjawab atas pertukaran informasi antara program komputer, seperti program e-mail, dan service lain yang jalan di jaringan, seperti server printer atau aplikasi komputer lainnya. Contoh protokol aplikasi yang banyak digunakan: hypertext transfer protocol (HTTP) yang digunakan di world wide web, file transfer protocol (FTP) untuk pengiriman file antar komputer, simple mail transfer protocol (SMTP) untuk email.


Presentation Layer

Bertanggung jawab bagaimana data dikonversi dan diformat untuk transfer data. Contoh konversi format text ASCII untuk dokumen, .gif dan JPG untuk gambar. Layer ini membentuk kode konversi, translasi data, enkripsi dan konversi.


Session Layer

Menentukan bagaimana dua terminal menjaga, memelihara dan mengatur koneksi,- bagaimana mereka saling berhubungan satu sama lain. Koneksi di layer ini disebut “session”. Fungsi dari layer ini adalah :

  1. Pengendalian dialog: memantau giliran pengiriman
  2. Pengelolaan token: mencegah dua pihak untuk melakukan operasi yang sangat kritis
    dan penting secara bersamaan
  3. Sinkronisasi: menandai bagian data yang belum terkirim sesaat crash pengiriman
    terjadi, sehingga pengiriman bisa dilanjutkan tepat ke bagian tersebut.

Transport Layer

Bertanggung jawab membagi data menjadi segmen, menjaga koneksi logika “end-to-end” antar terminal, dan menyediakan penanganan error (error handling). Fungsinya antara lain: flow control, segmentation/desegmentation, dan error control. Contoh dari layer ini diantaranya: Transmission Control Protocol (TCP), User Datagram Protocol (UDP), Stream Control Transmission Protocol (SCTP).


Network Layer

Bertanggung jawab menentukan alamat jaringan, menentukan rute yang harus diambil selama perjalanan, dan menjaga antrian trafik di jaringan. Data pada layer ini berbentuk paket. Contohnya adalah Internet Protocol (IP).


Data Link Layer

Menyediakan link untuk data, memaketkannya menjadi frame yang berhubungan dengan “hardware” kemudian diangkut melalui media. komunikasinya dengan kartu jaringan, mengatur komunikasi layer physical antara sistem koneksi dan penanganan error. Layer ini Memiliki address secara fisik yang sudah di-kode-kan secara langsung ke network card pada saat pembuatan card tersebut (disebut MAC Address). Contohnya Ethernet, HDLC, Aloha, IEEE 802 LAN, FDDI.


Physical Layer

Bertanggung jawab atas proses data menjadi bit dan mentransfernya melalui media, seperti kabel, dan menjaga koneksi fisik antar system. Fungsi utama dari layer ini adalah untuk menentukan :

  1. Berapa volt untuk bit 1 dan 0.
  2. Berapa nanoseconds bit dapat bertahan di saluran komunikasi.
  3. kapan koneksi awal dibuat dan diputuskan ketika dua entiti selesai melakukan
    pertukaran data.
  4. jumlah pin yang digunakan oleh network connector dan fungsi dari setiap pin.
    Contoh dari dari layer ini diantaranya : token ring dan IEEE 802.11.

Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Yuk Intip Sejarah Komputer Sampai Menjadi Canggih Seperti Sekarang Ini


RPC (Remote Procedure Call)

Remote Procedure Call (RPC) adalah sebuah metode yang memungkinkan kita untuk mengakses sebuah prosedur yang berada di komputer lain. Untuk dapat melakukan ini sebuah server harus menyediakan layanan remote procedure. Pendekatan yang dilakuan adalah sebuah server membuka socket, lalu menunggu client yang meminta prosedur yang disediakan oleh server. Bila client tidak tahu harus menghubungi port yang mana, client bisa me-request kepada sebuah matchmaker pada sebuah RPC port yang tetap. Matchmaker akan memberikan port apa yang digunakan oleh prosedur yang diminta client. RPC ini merupakan suatu protokol yang menyediakan suatu mekanisme komunikasi antar proses yang mengijinkan suatu program untuk berjalan pada suatu komputer tanpa terasa adanya eksekusi kode pada sistem yang jauh (remote system).


Fitur RPC

Fitur-fitur dalam RPC diantaranya :

  • Batching calls
    Fitur Batching calls mengijinkan client untuk mengirim message calls ke server dalam jumlah besar secara sequence ( berurutan ). Batching menggunakan protokol streaming byte seperti TCP / IP sebagai mediumnya. Pada saat melakukan batching, client tidak menunggu server untuk memberikan reply terhadap tiap messages yang dikirim, begitu pula dengan server yang tidak pernah mengirimkan messages reply.
  • Broadcasting Calls
    Fitur Broadcasting mengijinkan klien untuk mengirimkan paket data ke jaringan dan menunggu balasan dari network. FItur ini menggunakan protokol yang berbasiskan paket data seperti UDP/IP sebagai mediumnya. Broadcast RPC membutuhkan layanan port mapper RPC untuk mengimplementasikan fungsinya.
  • Callback Procedures
    Fitur Callback Procedures mengijinkan server untuk bertindak sebagai klien dan melakukan RPC callback ke proses yang dijalankan oleh klien.
  • Menggunakan select Subrutin
    Fitur ini akan memeriksa deskripsi dari suatu file dan messages dalam antrian untuk melihat apakah mereka siap untuk dibaca (diterima) atau ditulis (dikirim), atau mereka dalam kondisi ditahan sementara. Prosedur ini mengijinkan server untuk menginterupsi suatu aktivitas, memeriksa datanya, dan kemudian melanjutkan proses aktivitas tersebut.

Model dan Cara Kerja RPC

Prosedur call umumnya berkaitan dengan penggunaan stack, penyimpanan parameter yang diterima dalam stack tersebut dan pengalokasian ruang untuk lokal variabel. Namun selain itu ada yang disebut dengan Prosedur Call remote, yang berarti pelaksanaan proses diatas namun pada suatu sistem lain yang berhubungan melalui suatu jaringan. Sistem prosedur remote ini memiliki cara kerja yang sedikit banyak mirip, namun berbeda dengan prosedur call biasa.


Tiap prosedur yang dipanggil dalam RPC, maka proses ini harus berkoneksi dengan server remote dengan mengirimkan semua parameter yang dibutuhkan, menunggu balasan dari server dan melakukan proses kemudian selesai. Proses di atas disebut juga dengan stub pada sisi klien. Sedangkan Stub pada sisi server adalah proses menunggu tiap message yang berisi permintaan mengenai prosedur tertentu. Server harus membaca tiap parameter yang diberikan, kemudian memberikan prosedur lokal yang sesuai dengan permintaan dan parameter. Kemudian setelah eksekusi, server harus mengirimkan hasil kepada pihak pemanggil proses.


Kelebihan RPC

  • Relatif mudah digunakan
    Pemanggilan remote procedure tidak jauh berbeda dibandingkan pemanggilan local procedure. Sehingga pemrogram dapat berkonsentrasi pada software logic, Komunikasi Hal. 6 Sistem Terdistribusi tidak perlu memikirkan low level details seperti socket, marshalling & unmarshalling.
  • Robust (Sempurna)
    Sejak th 1980-an RPC telah banyak digunakan dlm pengembangan mission-critical application yg memerlukan scalability, fault tolerance, & reliability.

Kekurangan RPC

  • Tidak fleksibel terhadap perubahan
    Static relationship between client & server at run-time.
  • Berdasarkan prosedural/structured programming yang sudah ketinggalan jaman dibandingkan OOP.

Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Manfaat dan Fungsi Jaringan Komputer di Berbagai Bidang (LENGKAP)


ROI (Remote Object Invocation)

Meskipun teknologi RPC ini relatif sudah memberikan kenyamanan bagi developer, tapi perkembangan yang terjadi di bidang pemrograman berorientasi objek akhirnya menuntut kehadiran teknologi baru. ROI merupakan sebuah teknik pemanggilan method remote yang  secara umum lebih baik daripada RPC. ROI ini merupakan teknologi berbasis object yang sudah terbukti bagus untuk pengembangan aplikasi stand alone. Ada dua istilah dalam remote object yaitu :

  • Proxy
    Mirip dengan client stub dalam RPC dimana implementasi interface object sesungguhnya berada di mesin yang lain. Proxy berjalan di address space client.
  • Skeleton
    Mirip dengan server stub dalam RPC.

Implementasi dari ROI sendiri adalah RMI (Remote Method Invocation). RMI merupakan teknologi DS yang memungkinkan sebuah JVM memanggil metode sebuah object yang berjalan di JVM yang lain. RMI memungkinkan kita untuk mengirim obyek sebagai parameter dari remote method. Dengan dibolehkannya program Java memanggil method pada remote obyek, RMI membuat pengguna dapat mengembangkan aplikasi Java yang terdistribusi pada jaringan. Aplikasi RMI sering terbagi menjadi dua bagian yaitu server dan client. Server mempunyai beberapa remote objects, dan referencenya serta menunggu jika client ingin memanggil remote object tersebut. Sedangkan Client mendapatkan remote refernce untuk satu atau lebih remote object di dalam server, dan kemudian memanggil metode di dalamnya. RMI menyediakan mekanisme sehingga server dan client dapat berkomunikasi dan tukar menukar informasi timbal balik. Aplikasi seperti ini disebut dengan distributed object application.


Aplikasi terdistribusi dengan Java RMI terdiri atas interfaces and classes. Interfaces mendifinisikan methods sedangkan class mengimplementasikan metode yang didefinisikan didalam interfaces Objects (perwujudan dari class) yang mempunyai metode tersebut (yang dapat dipanggil dari jauh) disebut dengan remote objects. Suatu object akan menjadi remote jika mengimplementasikan suatu remote interface, yang mempunyai karakteristik sbb :


  • RMI memperlakukan remote object berbeda dengan yang non-remote object, ketika object tersebut dikirim ke VM yang lain.
  • Selain membuat copy object ke VM penerima, RMI mengirim satu remote stub untuk satu remote object.
    – Stub ini beraksi sebagai perwakilan lokal, proxy, untuk remote object tsb, dan untuk pemanggilnya, remote reference.
    – Remote reference memanggil metode pada stub lokal, yang bertanggung jawab untuk memanggil ke remote object.
  • Stub (untuk remote object) meng-implements remote interfaces yang remote object juga meng-implements.

Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Jenis–Jenis Jaringan Komputer ,Pengertian dan Penjelasannya (LENGKAP)


Model Sistem Terdistribusi

Dalam sistem terdistribusi terdapat beberapa model, antaranya adalah  :

Model Client Server

Sistem Client-server ini mempunyai satu atau lebih proses client dan satu atau lebih proses server, dan juga sebuah proses client biasanya mengirim query ke sembarang proses server. Client bertanggung jawab di antar muka untuk user, sedangkan server mengatur data dan juga mengeksekusi transaaksi. Sehingga suatu proses client berjalan di sebuah personal computer dan juga mengirim query ke sebuah server yang berjalan pada mainframe.


Aarsitektur jenis ini menjadi sangat popular untuk beberapa alasan. Pertama, ialah  implementasi yang relatif sederhana karena pembagian fungsi yang baik dan karena server tersentralisasi. Yang Kedua, mesin server yang cukup mahal utilisasinya tidak terperngaruh pada interaksi pemakai. Meskipun mesin client tidak terlalu mahal. Ketiga adalah, pemakai dapat menjalankan antarmuka berbasis grafis maka dari itu pemakailebih mudah dibandingkan antar muka pada server yang tidak user-friendl, perlu diingat batasan antara client dan juga server dan untuk menjaga komunikasi antara keduanya yang berorientasi himpunan. Khususnya untuk membuka kursor dan mengambil tupel pada satu waktu membangkitkan beberapa pesan dan bisa diabaikan.

  • Client:
    – Proses akses data
    – Melakukan operasi pada komputer yang lain
  • Server:
    – Proses mengatur data
    – Proses mengatur resources
    – dan Proses komputasi
  • Interaksi:
    – Invocation atau result
    – Model Multiple Server

Model Proxy Server

Proxy server menyediakan hasil copy (replikasi) dari resource yang di atur oleh server lain. Biasa nya proxy server di gunakan untuk menyimpan hasil copy web resources. Apabila client melakukan request ke server, hal yang pertama dilakukan ialah memeriksa proxy server apakah yang diminta oleh client terdapat pada proxy server. Proxy server bisa diletakkan pada setiap client atau bisa di pakai bersama oleh beberapa client. Tujuannya ialah meningkatkan performance dan availibity dengan mencegah frekwensi akses ke server.

  • Proxy server membuat duplikasi beberapa server yang diakses oleh client
  • Caching: Penyimpanan lokal untuk item yang sering diaksess, Meningkatkan kinerja dan Mengurangi beban pada server

Contoh: Searching satu topik namun dilakukan dua kali maka searching terakhir mempunyai waktu yang lebih kecil


Model Peer To Peer

Bagian dari model sistem terdistribusi dimana sistem bisa sekaligus berfungsi sebagai client maupun server. Sebuah arsitektur di mana tidak terdapat mesin khusus yang melayani suatu pelayanan tertentu ataupun mengatur sumber daya dalam jaringan dan semua kewajiban dibagi rata ke seluruh mesin, yang dikenal dengan peer. Pola komunikasi yang digunakan berdasarkan aplikasi yang digunakan. Peer-to-peer adalah model yang paling general dan fleksible.


Model Mobile Code

  • Kode yang berpindah dan dijalankan pada pc yang berbeda
  • Contohnya: Applet

Model Mobile Agent

  • Sebuah program yang berpindah dari satu komputer ke komputer yang lainnya
  • Melakukan perkerjaan yang otomatis
  • Contoh: Untuk install dan juga pemeliharan software pada komputer sebuah organisasi.

Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Pengertian Quality Assurance (QA) Beserta Tugas dan Tanggung Jawabnya


Contoh Sistem Terdistribusi :

  1. Intranet
    Itranet adalah  Jaringan (proprietary) yang teradministrasi secara lokal dan bisa terhubung ke internet melalui firewall juga adanya layanan internal dan juga eksternal didalamnya.

  2. Internet
    Internet adalah jaringan global yang menghubungkan komputer satu sama lain dan bisa berkomunikasi dengan media IP sebagai protokol.


  3. World Wide Web
    World Wide Web (www) Arsiteketur client/server terbuka yang diterapkan di atas infrastuktur internet dan juga shared resources melalui URL.


  4. Mobile dan sistem komputasi ubiguitos
    Sistem telepon Celullar (e.g. GSM) re. Resources yaang dishare : frekuensi radio, waktu transmisi dalam satu frekuensi, komputer laptop, bergerak, handheld devices, ubiquitos computing, PDA, etc


  5. Sistem terdistribusi multimedia
    System terdistribusi ini biasanya digunakan pada infrastruktur internet
    -karakteristik. Sumber data yang heterogen dan juga memerlukan sinkronisasi secara real time
    -video, audio, text Multicast. -Teletaching tools (mbone-based, etc.)
    -Video-conferencing
    -Video and audio on demand


  6. Contoh sistem terdistribusi lainnya adalah :
    Sistem telepon seperti ISDN, PSTN
    Manajemen jaringan misalnya Administrasi sesumber jaringan
    Network File System (NFS) seperti Arsitektur guna mengakses sistem file melalui jaringan.