Siklus Batuan

Diposting pada

Pengertian Siklus Batuan

Siklus batuan ialah suatu siklus yang di dalamnya menjelaskan tentang hubungan antara semua batuan yang menyusun bumi ini. Siklus batuan bisa berlangsung dengan jangka waktu yang berbeda, siklus ini bisa berjalan cepat bisa pula berjalan lambat. Bahkan, siklus batuan bisa berlangsung selama jutaan tahun lamanya tergantung pada jenis batuan apa yang mengalami perubahan.

Pengertian dari siklus batuan yang lain yaitu ialah suatu proses perubahan magma yang sudah membeku efek dari cuaca menjadi batuan yang lain. Maksud batuan yang lain yaitu ialah batuan beku, batuan sedimen dan juga batuan metamorf lalu diakhir siklus akan kembali menjadi magma. Di proses yang berlangsung tentunya akan dibagi lagi pada beberapa tahap yang akan dibahas di paragraf yang lain.

Terdapat juga yang mengartikan bahwa siklus batuan ialah suatu konsep dalam dunia geologi yang paling dasar. Konsep ini menjelaskan kurun waktu perubahan 3 batuan utama yaitu ialah batuan beku, sedimen dan juga metamorf untuk keluar dari ekuilibriumnya. Siklus batuan pun menunjukkan tentang hubungan yang erat antar ketiga jenis batuan utama yang sudah disebutkan.

Teori ataupun konsep mengenai siklus batuan muncul pada abad ke 18 yang berkaitan pada seorang James Hutton, Bapak Geologi. James Hutton mengatakan bahwa seluruh elemen yang ada pada bumi memiliki sebuah keteraturan sehingga pasti akan kembali pada bentuk semula. Selanjutnya pada tahun 1950an muncul J. Tuzo Wilson yang mengembangkan teori batuan ini berbasis tektonik piring.


Proses Siklus Batuan

Batuan ialah salah satu komponen abiotik ataupun tak hidup dalam suatu ekosistem dan juga keberadaannya menghadirkan beraneka ragam manfaat. Batuan ini berperan sebagai bahan utama dalam pembangunan suatu bangunan seperti misalnya rumah, sekolah dan juga rumah sakit bahkan hampir pada seluruh bangunan. Pembahasan pada kali akan pada titik beratkan pada munculnya batuan yang melalui proses panjang di bawah ini:


Kristalisasi magma

Proses pertama ialah yang terjadi ketika siklus batuan berlangsung yaitu ialah magma yang mengkristal, yang mana magma ialah sumber utama batuan. Magma yang sudah membeku atau menjadi kristal ditemukan pada gunung berapi ketika mereka mengalami erupsi hingga magma keluar.apabila magma yang keluar ketika erupsi sampai pada permukaan bumi disebut magma ekstrusif.

Sedangkan, yang keluar dari gunung berapi ketika erupsi akan tetapi belum sampai pada permukaan bumi disebut magma intrusif. Magma ini keluar lalu menuju permukaan bumi akan membeku selanjutnya saat inilah magma berubah menjadi batuan beku. Magma umumnya berlokasi ataupun mudah ditemukan pada sekitar batas lempeng bumi, ia berada pada sekelilingnya.


Pelapukan

Proses kedua yaitu ialah pelapukan yang mana batuan beku dari magma ini akan mengalami pelapukan seiring berjalan waktu sebab pengaruh berbagai hal. yang paling memengaruhi proses pelapukan yaitu ialah perubahan cuaca khususnya ialah sinar matahari, angin dan juga hujan serta gejala alam. Maka dari itulah, batuan yang akan mengalami pelapukan tercepat ialah batuan ekstrusif.

Alasannya yaitu ialah batuan ekstrusif berada pada permukaan bumi sehingga frekuensi terkena sinar, angin dan juga keadaan lainnya lebih tinggi. Pelapukan di batuan dikarenakan oleh aktivitas kimia dan juga fisik hasil interaksi antara air, angin dan juga suatu organisme tertentu. Batuan intrusif yang tak berada pada permukaan bumi juga akan mengalami pelapukan bila ia terangkat pada permukaan.


Erosi

Erosi ialah suatu proses pengikisan padatan yang ialah akibat dari interaksi air, udara dank juga hujan dan es. Proses erosi di siklus batuan akan berlangsung sesudah batuan telah mengalami pengangkatan untuk batuan intrusif selanjutnya pelapukan untuk batuan ekstrusif. Proses erosi ini dibantu oleh air yang akan menyingkirkan material hasil pelapukan pada wilayah lain.


Pengendapan

Pada semua material yang terangkut oleh air ke wilayah lain selanjutnya akan berkumpul pada sebuah tempat secara terus menerus. selanjutnya semua material itu akan mengendap dan juga jumlahnya terus bertambah seiring berjalannya waktu dan juga menimbulkan sebuah tumpukan material. Material yang sudah banyak bertumpuk dan juga mengendap kelamaan akan berubah menjadi keras ataupun mengeras.


Pembentukan sedimen

Pada hasil dari tumpukan material yang mengendap selanjutnya mengeras akan membentuk batuan jenis baru yang dinamakan dengan batuan sedimen. ketika batuan sedimen muda terbentuk, batuan ini akan mengubur batuan sedimen lama ataupun dengan umur yang lebih tua. Selanjutnya ketika ada air ataupun molekul lain yang masuk, butir batuan sedimen in akan semakin terikat lebih erat satu dengan yang lainnya.


Batuan metamorf

Pada batuan sedimen sebenarnya memiliki letak yang sama dengan batuan instrusif yaitu ialah di bawah permukaan bumi, tak di permukaan bumi. Batuan ini lalu akan mengalami proses pengangkatan selanjutnya batuan akan terkubur semakin dalam sehingga pengaruh tekanan dan juga energi panas bumi meningkat. Batuan sedimen selanjutnya akan berubah menjadi batuan jenis lain yaitu ialah metamorf.


Magma

sesudah batuan mengalami 6 proses di atas, pada akhirnya batuan metamorf ini akan kembali berubah menjadi magma. Magma yang membeku selanjutnya mengalami pelapukan diikuti dengan erosi dan juga pengendapan hingga terbentuknya sedimen dan juga metamorf. Pada keenam proses di atas adalah proses siklus batuan yang mana pada akhirnya magma akan kembali berubah magma.


Siklus Batuan Beku

Pada siklus batuan beku sama dengan proses kristalisasi magma yang sudah dijelaskan materi pada paragraf poin pertama di atas. Magma yang umumnya berlokasi pada sekitar batas lempeng bumi akan keluar ketika gunung berapi mengalami erupsi selanjutnya akan membeku. ketika magma membeku inilah proses kristalisasi magma terjadi dan bisa berlangsung pada permukaan ataupun di kerak bumi.

Misalnya dari batuan yang berada di permukaan bumi ataupun batuan ektrusif yaitu ialah batuan basal dan juga batuan andesit. Sedangkan contoh dari batuan yang berada pada kerak bumi ataupun batuan intrusif yaitu ialah batuan granit dan juga batuan diorit. Batuan intrusif yang membeku pada kerak bumi lebih tepatnya kristalisasi terjadi di bawah permukaan bumi.


Siklus Batuan Litosfer

Litosfer ialah salah satu lapisan dari kerak bumi yang asal katanya dari bangsa Yunani yaitu ialah lithos yang mempunyai makna berbatu. Selanjutnya berasal dari kata sphere yang ialah bermakna padat, sehingga bisa dikatakan bahwa lithosfer ialah lapisan terluar dari bumi yang berbatu. Lapisan lithosfer ini kerap juga diartikan sebagai kulit bumi sebab letaknya paling terluar.

Lapisan litosfer ditopang lapisan lain yaitu lapisan astenosfer yang mana bagian ini ialah bagian yang paling panas dari mantel bumi. Teori lithosfer ini berkembang pada tahun 1914 oleh Barrel, teori ini berdasarkan pada anomali gravitasi yang berada pada kerak benua bagian atas. Ia mengatakan lithosfer ialah lapisan yang paling kuat yang mana ia berada pada atas lapisan astenosfer yang lebih lemah.

Selanjutnya teori lithosfer kembali dikembangkan pada tahun 1940 oleh Daly dan juga teori yang ia ungkapkan diterima para ahli sepenuhnya. Lapisan lithosfer terbagi pada dua jenis yaitu lithosfer samudra dan juga lithosfer benua yang perbedaannya berdasarkan lokasi. Lithosfer samudra ini diperkirakan mempunyai ketebalan sekitar 50 hingga 100 kilo meter sedangkan lithosfer benua 40 hingga 200 kilo meter.

Lapisan lithosfer ini juga terbagi lagi menjadi 2 bagian berdasarkan lapisan yang menyusun yaitu ialah lapisan sial dan juga lapisan sima. Lapisan sial sering disebut juga dengan nama kerak padat yang terbentuk atas logam aluminuim dan juga logam silisium. Lapisan ini mempunyai ketebalan sekitar 35 kilo meter sedangkan lapisan sima mempunyai ketebalan sekitar 65 kilo meter.

Lapisan sima ini tersusun oleh logam magnesium dan juga logam silisium dengan berat yang lebih besar dari lapisan sial. Perbedaan lapisan sial dan juga lapisan sima yang lain yaitu ialah pada tingkat elastisitas yang mereka punyai masing-masing. Lapisan sima selain mempunyai berat yang lebih, ia juga mempunyai tekstur yang lebih elastis dibanding pada lapisan sial.

Lithosfer ataupun kerak bumi memiliki beberapa manfaat yaitu ialah yang pertama tempat tinggal bagi seluruh makhluk hidup yang terdapat di bumi. Selanjutnya manfaat yang kedua penyusun lithosfer bisa dimanfaatkan oleh para pekerja khususnya pada bidang industri dan juga pemenuh kebutuhan. Ke3, lithosfer tersusun dari aneka mineral yang berguna untuk aneka kebutuhan makhluk hidup.

Hal terpenting atas inti bahasan pada kali ini yaitu ialah batuan yang menyusun kerak bumi ialah batuan beku, sedimen dan juga metamorf. 3 batuan ini adalah penyedia mineral anorganik hasil dari aneka proses seperti proses pelapukan yang adalah salah satu dari elemen bumi. Ke3 penyusun kerak bumi ialah batuan yang adalah suatu mineral yaitu magma yang sudah mengkristal ataupun membeku.

Sebab penyusun lithosfer ialah batuan beku, sedimen dan juga metamorf, hal tersebut menunjukkan bahwa siklus batuan lithosfer sama pada siklus batuan. Sehingga, siklus batuan lithosfer sudah dijelaskan oleh tujuh poin paragraf bagian proses siklus batuan pada atas. Sebagai tambahannya, contoh batuan beku yaitu ialah batu apung, batuan sedimen yaitu ialah batu gamping, dan juga batuan metamorf yaitu ialah batu pualam.


Siklus Batuan Metamorf

Secara singkatnya, siklus batuan metamorf sudah dijelaskan pada poin nomor enam pada paragraf bagian proses siklus batuan di atas. Batuan metamorf ialah jenis batuan yang berasal dari batuan sedimen yang terbenam jauh pada bawah permukaan bumi. Sebab hal ini, ia akan dipengaruhi oleh suhu panas dalam bumi dan juga tekanan tinggi lalu akan berubah menjadi batuan metamorf itu sendiri.

Bisa dikatakan dengan kata lain bahwa batuan metamorf ialah batuan sedimen yang dimasak sendiri energi panas bumi. Diibaratkan juga seperti perbedaan adonan kue dan juga kue, keduanya mempunyai bahan yang sama hanya saja tekstur yang di hasilkan berbeda. Contohnya yaitu ialah batuan pasir dan juga batuan kuarsit yang mana kuarsit ialah hasil olahan dari batuan pasir ataupun metamorfosis.


Siklus Batuan Sedimen

Siklus batuan sedimen ini secara singkat sudah dijabarkan pada poin nomor 5 di paragraf bagian proses siklus batuan di atas. Batuan sedimen ini terbentuk sebab adanya tumpukan material yang terbawa oleh elemen tertentu selanjutnnya akhirnya mengendap di suatu tempat. Bagian bawah dari endapan disebut dengan endapan tua dan juga bagian atas disebut dengan endapan muda.

Dengan berjalannya waktu ini, endapan tua secara alamiah selanjtutnya akan mengubur endapan yang muda dan juga hal ini membuat endapan tua semakin solid. Hal ini disebabkan tekanan yang dihasilkan oleh endapan tua ketika mengubur endapan yang lebih muda. Lalu saat suatu elemen masuk, contohnya ialah air silika dan juga kalsit akan mengisi kekosongan rongga diantara setiap butirnya.

Silika dan juga kalsit ini berperan sebagai semen yang mana kegunaannya untuk merekatkan butiran batu sedimen antar satu dengan yang lain. sesudah proses perekatan terjadi, akan muncul jenis batuan lain seperti batuan lempung, pasir dan juga batuan breksi ataupun batuan konglomerat. Proses yang terjadi ketika pembentukan batuan sedimen berlangsung pada daerah sungai, palung dan juga delta.


Siklus Batuan Alam

Alam ialah kata yang berasal kata kosakata Inggris yaitu ialah nature dan juga berasal pula dari kata latin yaitu ialah natura. Natura mempunyai makna sebuah karakteristik yang terkait dengan dunia tanaman dan juga hewan dan seluruh bagian yang ada di bumi. Pada harfiah kata alam diterjemahkan dengan arti kelahiran, ia juga mempunyai makna suatu disposisi bawaan atau kulitas esensial.

Alam tentunya mempunyai beberapa pendukung lain diantaranya yaitu ialah iklim, cuaca ataupun atmosfer yang mana hal ini sangat penting. Mengapa Dikatakan sangat penting sebab ketiga komponen yang sudah disebutkan mempunyai peran untuk menjaga seluruh ekosistem yang ada di bumi. Khususnya pada Indonesia, iklim dan  juga cuaca sangat dipengaruhi oleh adanya garis khatulistiwa dan juga garis lintang.

Garis ini mempunyai pengaruh yang besar bagi Indonesia khususnya dalam cuaca yang kini dipunyai oleh negara kepulauan ini. Cuaca diartikan suatu sistem yang bisa berubah sewaktu-waktu entah itu perubahan kecil ataupun perubahan yang besar. Cuaca akan mengalami perubahan yang akan berpengaruh terhadap lingkungan yang ada di sekitar dan dipengaruhi pula oleh musim.

Sedangkan iklim ialah suatu ukuran ataupun parameter dalam waktu yang panjang ataupun disebut pula tren dalam cuaca. Hal yang memengaruhi iklim di antaranya arus laut, efek dari rumah kaca dan sinar matahari dan perubahan yang terjadi pada orbit planet. Sesuai sejarah, bumi sudah mengalami perubahan iklim yang beragam dan juga yang paling dramatis ialah perubahan dari iklim es.

Selain itu juga, alam juga di dukung oleh elemen biotik dan juga abiotik, biotik adalah makhluk hidup sedangkan abiotik yaitu ialah seluruh benda mati. Salah satu bagian dari abiotik adalah batuan yang menyusun beragam lapisan bumi sampai menyusun bumi itu sendiri. Untuk itu juga, siklus batuan alam disimpulkan sama pada proses siklus batuan yang sudah dijabarkan ke dalam tujuh poin utama pada bagian atas.

demikianlah artikel dari ayoksinau.com mengenai Siklus Batuan : Pengertian, Proses dan Macamnya, semoga artikel ini bermanfaat bagi anda semuanya.