Pengertian dan Tujuan Pembangunan Ekonomi

Diposting pada

Pembangunan-Ekonomi

Pengertian Pembangunan Ekonomi

Penegrtian pertumbuhan ekonomi (economic growth) menurut G. Bannock, R.E Baxter dan R. Rees dalam A Dictionary of Economics adalah proses yang tetap dari kenaikan kapasitas produktif suatu perekonomian yang diwujudkan dalam bentuk kenaikkan pendapatan nasional. Menurut Simon Kuznets pertumbuhan ekonomi tidak pernah melalui langkah yang melompot-lompat, tetapi merupakan suatu proses evolisioner dan bersifat spesifik untuk setiap Negara. Oleh karena itu pertumbuhan ekonomi merupakan suatu proses peningkatan produksi perkapita yang berlangsung terus menerus dari tahun ke tahun dalm kurun waktu yang panjang di suatu Negara. Pertumbuhan ekonomi dikatakan meningkat apabila terjadi kenaikan GNP riil dari tahun sebelumnya.


Sebelum tahun 1970, pembangunan diartikan sebagai suatu proses yang mengakibatkan pendapatan perkepala keluarga penduduk di area sebuah masyarakat meningkat dalam kurun waktu yang panjang


Sekarang ini pengertian pembangunan sudah lebih berkembang. Penekanannya tidak hanya pada bidang ekonomi saja. Salah satunya seperti yang dikemukakan oleh Todaro (2000) bahwa pembangunan adalah suatu proses multidimensional yang mencakup berbagai perubahan mendasar atas struktur sosial, sikap masyarakat, dan institusi nasional, di samping tetap mengejar akselerasi pertumbuhan ekonomi, penanganan ketimpangan pendapatan, serta pengentasan kemiskinan.


Pertumbuhan dan pembangunan ekonomi merupakan dua sisi kehidupan ekonomi yang erat hubungannya dan saling mempengaruhi. Pembangunan ekonomi mendorong pertumbuhan ekonomi, sebaliknya pertumbuhan ekonomi memperlancar proses pembangunan ekonomi. Adanya pertumbuhan ekonomi merupakan indikasi keberhasilan pembangunan ekonomi. Menurut Paul Strecten konsep pertumbuhan fisik harus disertai dengan perubahan cara berpikir sehingga ia menyimpulkan perlunya pembangunan ekonomi yang meliputi hal berikut :

  • Pertumbuhan yang merupakan realitas fisik yang berwujud dalam bentuk produksi dan pendapatan
  • Perubahan dalam cara berpikir yang tampak dalam perubahan kelembagaan social, administrasi, sikap dan budaya.

Menurut Simon Kuznects, berdasarkan pengamatannya di Negara-negara maju, ia menyimpulkan bahwa setiap proses pembangunan ekonomi akan terdapat tiga tanda, yaitu :

  1. Produksi, baik jumlah maupun jenisnya terus menerus bertambah.
  2. Teknologi yang terus menerus berkembang
  3. Agar perkembangan ekonomi itu menjadi unsure yang tidak lepas dari pertumbuhan teknologi, dibutuhkan penyesuaian kelembagaan ideology dan sikap hidup.

Prof. Dr. Sumitro Djojohadikusumo menyatakan pembangunan ekonomi ialah usaha memperbesar pendapatan per kapita dan menaikan produktivitas perkapita dengan jalan menambah peralatan modal dan menambah keahlian. Pembangunan mengandung arti perubahan structural sebab bermaksud untuk memperluas dasar ekonomi dan memperluas lapangan kehidupan serta mengandung kehendak merubah cara hidup, cara berpikir, cara mengahadapi persoalan untuk menempuh jalan-jalan baru yang dapat membawa kemajuan atau mengandung kesadaran untuk mengubah keadaan, baik dalam menaikan tingkat kehidupan, maupun dalam arti menempuh cara kehidupan yang baru.


Dalam definisi tersebut disebutkan bahwa pembangunan ekonomi adalah suatu proses kenaikan dalam pendapatan total dan pendapatan per kapita dengan menghitung adanya pertambahan penduduk disertai adanya perubahan fundamental (perumbahan mendasar) dalam struktur ekonomi Negara yang bersangkutan.


Dari difinisi di atas dapat disimpulkan bahwa dalam pertumbuhan ekonomi ukuran keberhasilannya lebih bersifat kuantitatif, yaitu adanya kenaikkan dalam standar kehidupan dan kesejahteraan umum masyarakat, sedangkan pembangunan ekonomi lebih bersifat kualitatif, bukan hanya pertambahan produksi, tetapi juga terdapat perubahan-perubahan dalam struktur produksi dan alokasi input pada berbagai sector perekonomian seperti dalam lembaga, pengetahuan dan teknik.


Dari pngertian tersebut terkandung empat unsure penting pembangunan ekonomi.

  1. Pembangunan ekonomi mengandung suatu proses perubahan yang terus menerus
  2. Pembangunan ekonomi mengakibatkan perubahan social
  3. Pembangunan ekonomi berupaya meningkatkan GNP per kapita
  4. Pembangunan ekonomi berlangsung dalam jangka waktu yang panjang

Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Pengertian ekonomi makro dan mikro beserta contohnya lengkap


Teori Pembangunan Ekonomi

Pertumbuhan ekonomi merupakan salah satu bidang penyelidikan yang telah lama dibahas oleh ahli-ahli ekonomi. Berikut ini diuraikan teori-teori pertumbuhan ekonomi dan ahli ekonomi, antara lain sebagai berikut.

Teori Pertumbuhan Ekonomi Menurut Aliran Merkantilisme

Menurut Aliran Merkantilisme, pertumbuhan ekonomi atau perkembangan ekonomi suatu negara ditentukan oleh peningkatan perdagangan internasional dan penambahan pemasaran hasil industri serta surplus dalam neraca perdagangan suatu negara.


Teori Pertumbuhan Ekonomi Menurut Aliran Klasik

  • Adam Smith
    Adam Smith mengemukakan teori perturnbuhan ekonomi dalam sebuah buku yang berjudul “An Inquiry Into the Nature and Causes of the Wealth of Nations” atau dengan ringkas The Wealth of Nations yang diterbitkan pada tahun 1776. Menurut Adam Smith, ada empat faktor yang memengaruhi pertumbuhan ekonomi, yaitu jumlah penduduk, jumlah stok barang-barang modal, luas tanah dan kekayaan alam, tingkat teknologi yang digunakan, serta adanya spesialisasi dan pembagian kerja internasional.

  • David Richardo
    David Richardo mengemukakan teori pertumbuhan ekonomi dalam’sebuah buku yang berjudul “The Principles of Political Economy and Taxation”. Menurut David Richardo pertumbuhan ekonomi suatu negara ditentukan oleh pertumbuhan penduduk. Dengan bertambahnya penduduk akan menambah tenaga kerja dan akan membutuhkan tanah atau alam.


Teori Pertumbuhan Ekonomi Neo Klasik

a. Joseph Schumpeter
Teori Schumpeter menekankan tentang pentingnya peranan pengusaha dalam menciptakan pertumbuhan ekonomi. Para pengusaha merupakan golongan yang akan terusmenerus membuat pembaruan atau inovasi dalam ekonomi sehingga tingkat pertumbuhan perekonomian suatu negara terjadi. Para pengusaha mengadakan inovasi dan mampu mengadakan kombinasi baru atas investasinya atau proses produksinya dilakukan dengan cara berikut.


  1. Penggunaan teknik produksi yang baru.
  2. Penemuan bahan dasar yang baru.
  3. Pembukaan daerah pemasaran yang baru.
  4. Penggunaan manajemen yang baru.
  5. Penggunaan teknik pemasaran yang baru.

b. Harrod — Domar
Di dalam analisis teori pertumbuhan ekonomi menurut teori Harrod — Domar, menjelaskan syarat yang hams dipenuhi supaya perekonomian dapat mencapai pertumbuhan yang teguh (steady growth) dalam jangka panjang. Asusmsi yang digunakan oleh Harrod Domar ditentukan oleh beberapa hal, antara lain sebagai berikut.


  1. Tahap awal perekonomian telah mencapai tingkat full employment.
  2. Perekonomian terdiri atas sektor rumah tangga (konsumen) dan sektor perusahaan (produsen).
  3. Fungsi tabungan dimulai dan titik nol sehingga besarnya tabungan proporsional dengan pendapatan.
  4. Hasrat menabung batas (marginal propencity to save) besarnya tetap.
    Oleh karena itu, menurut Harrod — Dornar pertumbuhan ekonomi yang teguh akan mencapai kapasitas penuh (full capacity) dalam jangka panjang.

c. Sollow Swan
Menurut teori Sollow — Swan, ada 4 anggapan dasar dalam menjelaskan pertumbuhan ekonomi, sebagai berikut.

  1. Tenaga kerja (Penduduk) tumbuh dengan laju tertentu.
  2. Fungsi produksi Q = f (K,L) berlaku bagi setiap periode (K : Kapital (modal), L Labour (tenaga kerja).
  3. Adanya kecenderungan menabung dan masyarakat.
  4. Semua tabungan masyarakat diinvestasikan.

Teori Pertumbuhan Ekonomi Menurut Aliran Historis

  • Friederich List (1789 — 1845)
    Menurut Friederich List, perkembangan ekonomi ditinjau dan teknik berproduksi sebagai sumber penghidupan.Tahap pertumbuhan ekonominya, antara lain masa berburu atau mengembara, masa beternak atau bertani, masa bertani dan kerajinan, serta masa kerajinan industri dan perdagangan. Buku hasil karyanya berjudul Das Nationale System der Politischen Oekonomie (1840).

  • Bruno Hildebrand (1812 — 1878)
    Menurut Bruno Hildebrand, perkembangan ekonomi ditinjau dan cara pertukaran (tukar-menukar) yang digunakan dalam masyarakat. Tahap pertumbuhan ekonominya, antara lain masa pertukaran dengan natura (barter), masa pertukaran dengan uang dan masa pertukaran dengan kredit/giral. Pendapatnya ditulis dalam sebuah buku yang berjudul Die National Ekonomie der Gegenwart and Zukunfit (1848).


  • Karl Bucher (1847 — 1930)
    Menurut Karl Bucher, perkembangan ekonomi ditinjau dan jarak antara produsen dengan konsumen. Tahap pertumbuhan ekonominya, antara lain rumah tangga tertutup, rumah tangga kota, rumah tangga bangsa dan rumah tangga dunia.


  • Werner Sombart (1863 —1941)
    Menurut Werner Sombart, perkembangan ekonomi ditinjau dan susunan organisasi dan idiologi masyarakat. Tahapan pertumbuhan ekonominya, antara lain zaman perekonomian tertutup, zaman perekonomian kerajinan dan pertukangan, serta zaman perekonomian kapitalis (kapitalis purba, madya, raya dan akhir). Karyanya ditulis dalam sebuah buku yang berjudul Der Moderne Kapitalismus (1927).


  • W.W. Rostow
    W.W. Rostow dalam bukunya yang berjudul The Stage of Economic Growth membagi pertumbuhan ekonomi menjadi lima tahap atas dasar kemajuan tingkat teknologi.
    Kelima tahap itu, yaitu masayarakat tradisional, prasyarat lepas landas, lepas landas, gerakan ke arah kedewasaan, dan tahap konsumsi tinggi.


Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Pengertian Manusia Sebagai Makhluk Ekonomi & Faktornya | Ayoksinau.com


Indikator dan Manfaat Pembangunan Ekonomi

Indikator Keberhasilan Pembangunan Ekonomi

    1. Peningkatan pendapatan nasional
    2. Peningkatan Produk Nasional (PNB)
    3. Terbukanya kesempatan kerja
    4. Perekonomian stabil
    5. Surplus neraca pembayaran luar negeri
    6. Distribusi pendapatan merata

Manfaat Pembangunan Ekonomi

  • Kekayaan negara dan masyarakat akan meningkat
  • Masyarakat memiliki kesempatan untuk mengadakan pilihan, baik untuk mengkonsumsi atau memproduksi.
  • Memberikan kemampuan yang lebih besar kepada manusia untuk menguasai alam dan dapat mempertinggi kebebasan manusia untuk melakukan berbagai tindakan.
  • Diperoleh suatu tambahan kebebasan untuk memilih kesenangan yang lebih luas.
  • Mengurangi kesenjangan sosial.

Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Zona Ekonomi Eklusif


Tujuan Pembangunan Ekonomi

Pembangunan nasional Indonesia bertujuan untuk mewujudkan masyarakat yang adil dan makmur, yang merata material dan spiritual berdasarkan Pancasila dan UUD 1945 dalam wadah Negara Kesatuan Republik Indonesia  yang merdeka, berdaulat, bersatu, dan berkedaulatan rakyat dalam suasana perikehidupan bangsa yang aman, tenteram, tertib, dan dinamis dalam lingkungan pergaulan dunia yang merdeka, bersahabat, tertib, dan damai. Pembangunan nasional akan tercapai apabila pembangunan ekonomi dapat terlaksana.


Jika kamu melakukan sesuatu, pastinya memiliki tujuan yang ingin dicapai. contoh, kamu menimba ilmu setiap hari karena ingin meraih prestasi (rangking) belajar yang terbaik. Demikian juga halnya dengan negara dalam melakukan pembangunan tentunya mempunyai tujuan yang ingin diwujudkan untuk rakyatnya, seperti :


  • Meningkatkan ketersediaan juga perluasan distribusi berbagai macam barang kebutuhan pokok hidup, contohnya pangan, sandang, kesehatan, kemanan, dan pendidikan;


  • Meningkatkan standar hidup, yang mencakup peningkatan pendapatan penghasilan, penambahan penyediaan lapangan pekerjaan, , peningkatan perhatian atas nilai-nilai kultura serta perbaikan kualitas pendidikan dan kemanusiaan sehingga selain dengan materiil meningkatkan kesejahteraan masyarakat, juga dapat menumbuhkan jati diri sebagai pribadi dan bangsa yang mandiri;


  • Memperluas pilihan-pilihan ekonomiss dan sosial bagi setiap individu juga bangsa secara keseluruhan dengan membebaskan diri sertaa bangsa dari sikap menghamba dan ketergantungan terhadap orang lain dan bangsa lain.


Dengan demikian, pembangunan memiliki tiga nilai inti;

  1. Kecukupan, artinya kemampuan untuk mencukupi kebutuhan- kebutuhan dasar;
  2. Jati diri, artinya menjadi manusia yang seutuhnya;
  3. Kebebasan dari sikap menghamba, artinya kemampuan untuk menentukan pilihan sendiri.

Untuk lingkup internasional, pada Konferensi Tingkat Tinggi atau PBB pada tahun 1990 telah disusun tujuan pembangunan internasional atau juga dikenal dengan tujuan pembangunan milenium, Adapun Tujuan Pembangunan Milenium (1990-2015)  sebagai berikut :

  • Menghapus tingkat kemiskinan , kelaparan dan mengurangi setengah dari penduduk dunia yang berpenghasilan kurang dari 1 US$ per hari dan mengalami kelaparan.

  • Mencapai pendidikan dasar secara universal dan memastikan bahwa setiap anak laki-laki dan perempuan mendapatkan dan menyelesaikan pendidikan dasar.


  • Mendorong kesetaraan gender dan juga memberdayakan perempuan, Mengurangi perbedaan dan diskriminasi gender dalam pendidikan dasar dan juga menengah terutama untuk tahun 2005 dan untuk semua tingkatan pada tahun 2015.


  • Mengurangi tingkat kematian anak dan mengurangi tingkat kematian anak-anak usia di bawah 5 tahun hingga dua pertiga tahun.


  • Meningkatkan kesehatan ibu dan mengurangi rasio kematian ibu hingga 75% dalam proses melahirkan.


  • Memerangi HIV/AIDS, penyakit lainnya Menghentikan dan malaria,memulai pencegahan penyebaran HIV/AIDS dan juga gejala malaria dan penyakit berat lainnya.


  • Menjamin keberkelanjutan lingkungan hidup.


Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Pengertian Prinsip Ekonomi, Ciri-Ciri, Jenis & Contohnya Lengkap | Ayoksinau.com


Perencanaan Pembangunan Ekonomi

Di Indonesia perencanaan pembangunan nasional dituangkan dalam Undang-undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional. Dalam undang-undang tersebut ditetapkan bahwa sistem perencanaan pembangunan nasional adalah satu kesatuan tata cara perencanaan pembangunan untuk menghsilkan rencana pembangunan dalam jangka panjang, jangka menengah dan tahuna yang dilaksanakan oleh unsur penyelenggara pemerintahan di pusat dan daerah dengan melibatkan masyarakat.


Sistem perencanaan pembangunan nasional mencakup lima pendekatan yaitu:

  • Pendekatan Politik
    Pendekatan ini memandang bahwa pemilihan presiden/kepala daerah adalah proses penyusunan rencana karena rakyat pemilih menentukan pilihannya berdasarkan program-program pembangunan yang ditawarkan masing-masing calon presiden/kepala daerah. Oleh karena itu, rencana pembangunan adalah penjabaran dari agenda dan janji pembangunan yang ditawarkan presiden/kepala daerah pada saat kampanye guna dituangkan ke dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM).

  • Pendekatan Teknokratik
    Perencanaan dengan pendekatan teknokratik dilaksanakan dengan menggunakan metode kerangka berpikir ilmiah oleh lembaga atau Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) yang secara fungsional bertugas menangani hal tersebut.


  • Pendekatan Partisipatif
    Perencanaan pembangunan partisipatif dilaksanakan dengan melibatkan semua pihak yang berkepentingan terhadap pembangunan. Pelibatan mereka adalah untuk mendapatkan aspirasi dan menciptakan rasa memiliki yang tinggi dan mendalam.


  • Pendekatan Atas-Bawah dan Bawah-Atas
    Dalam perencanaan pembangunan dilaksanakan menurut jenjang pemerintahan. Rencana hasil proses atas bwah dan bawah atas diselaraskan melalui musyawarah (musyawarah perencanaan pembangunan yang dihasilkan melalui metode penjaringan aspirasi masyarakat) yang dilaksanakan, baik di tingkat nasional, provinsi, kabupaten/kota, kecamatan dan desa.

Perencanaan pembangunan terdiri dari empat tahapan yaitu penyusunan rencana, penetapan rencana, pengendalian pelaksanaan dan evauasi pelaksanaan rencana.


Negara memberikan prioritas yang tinggi kepada perkembangan ekonomi dan sosial di seluruh negara Indonesia. Berkaitan dengan hal tersebut pemerintah telah menetapkan sejumlah target yang direncanakn tercapai pada tahun 2025. Target-target ini mencakup antara lain sebagai berikut.

  1. Masyarakat yang tertib, maju, damai dan berkeadilan sosial.
  2. Populasi yang kompetitif dan inovatif.
  3. Demokrasi yang adil.
  4. Perkembangan sosial dan kesetaraan antara semua orang dan daerah.
  5. Menjadi kekuatan ekonomi dan diplomatik yang berpengaruh di skala global.

Untuk mencapai target tersebut pemerintah Indonesia telah menyusun perencanaan pembangunan sebagai berikut.

  • Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN)
    RPJPN diproyesikan untuk mencapai target nasional selama 20 tahun yaitu mulai 2005 sampai dengan 2025. Rencana Pembangunan Jangka Pnajang Nasional dituangkan dalam Undang-undang Nomor 17 Tahun 2007 tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional.
    Dalam implementasinya rencana pembangunan jangka panjang nasional ini dibagi menjadi embpat tahap, masing-masing tahap selama lima tahun. tahap tersebut dinyatakan sebagai Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN).

  • Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN)
    RPJMN marupakan rencana pembangunan yang dilaksanakan dalam jangka waktu lima tahun. RPJMN identik dengan rencana pembangunan lima tahun yang dikenal dengan istilah Repelita pada masa orde baru.
    Rencana Pembangunan Jangka Menengah dilaksanakan bersamaan dengan pelaksanaan masa jabatan pemerintah. Melalui rencana jangka menengah ini, pemerintaha yang berbeda diberi kebebasan untuk menentukan prioritas dalam proses pembangunan ekonomi asalkan masih sejalan dengan rencana jangka panjang atau RPJPN. Dengan demikian RPJMN 2010-2014 (RPJN tahap kedua) akan berakhir tahun 2014.


  • Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembanguna Ekonomi Indonesia (MP3EI)
    MP3EI adalah sebuah masterplan yang diluncurkan pemerintah Indonesia pada tahun 2011. Dalam masterplan tersebut, pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi pda kisaran tujuh hingga delapan persen per tahun mulai 2013. Hal ini bertujuan untuk menjadikan Indonesia sebagai suatu negara ekonomi yang terbesar pa 2025. Masterplan ini mencakup investasi senilai USD 470 miliar sebagian besar akan ditawarkan kepada pihak swasta melalui program kerja sama pemerintah dan swasta.


Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : MEA (Masyarakat Ekonomi ASEAN) – Pengertian, Sejarah, Tujuan dan Penjelasan Lengkap | Ayoksinau.com


Faktor Pertumbuhan dan Pembangunan Ekonomi

Faktor-faktor yang mempengaruhi pertumbuhan dan pembangunan ekonomi suatu Negara pada hakikatnya dapat dikelompokkan menjadi dua yaitu Faktor ekonomi dan faktor nonekonomi

Faktor Ekonomi

Faktor ekonomi mencakup sumber-sumber ekonomi dalam arti luas

  1. Sumber Daya Alam (Natural Resources)
    Sumberdaya alam mliputi tanah dan kekayaan alam seperti kesuburan tanah, keadaan iklim/cuaca, hasil hutan, tambang dan hasil laut.

  2. Sumber Daya Manusia (Human Resources)
    Sumber daya manusia sangat menentukan keberhasilan pembangunan melalui jumlah penduduk dan kualitas penduduk. Jumlah pendudukan yang besar merupakan pasar potensial untuk memesarkan hasil-hasil produksi dan kualitas penduduk tinggi memungkinkan tingginya produktivitas.


  3. Sumber Daya Modal (Capital Resources)
    Dengan memiliki modal, s umber-sumber ekonomi yang potensial dapat diubah menjadi sumber daya ekonomi riil. Pembentukan modal dan investasi ditunjukan untuk menggali dan mengolah kekayaan. Sumber daya modal berupa barang-barang modal sangat peenting bagi perkembangan dan kelancaran pembangunan ekonomi karena barang-barang modal selain memperlancar proses pmbangunan juga meningkatkan produktivitas.


  4. Keahlian (Expertise) atau Kewirausahaan (Entrepreneur) dan teknologi
    Faktor keempat ini merupakan faktor yang paling menentukan dibandingkan dengan tiga faktor di atas. Dengan memiliki entrepreneur yang memiliki kemampuan mengkoordinasi faktor produksi, pengetahuan dan teknologi serta mngkombinasikan faktor-faktor produksi sangat membantu usaha peningkatan produksi. Pengusaan teknologi mempengaruhi pertumbuhan dan pembangunan ekonomi sebab dengan ilmu pengetahuan dan teknologi dapat diciptakan cara-cara baru dalam melipatgandakan hasil produksi.


Faktor Non-ekonomi

Faktor nonekonomi mencakup ;

  1. kondisi social kultur atau social budaya yang hidup di masyarakat;
  2. keadaan politik, dan
  3. sistem yang berkembang dan berlaku.
  4. Kriteria Pengukuran Keberhasilan Pembangunan Ekonomi

  • Pendapatan Nasional
    Tingkat pendapata nasional yang tinggi menandakan kapasitas produksi nasional yang tinggi. Hal ini berarti jumlah barang dan jasa yang dihasilkan besar dan tingkat kesempatan kerja tinggi. Dengan demikian pembangunan ekonomi dapat dianggap berhasil.

  • Pendapatan Per Kapita
    Keberhasilan pembangunan ekonomi dapat juga diukur dengan pendapatan per kapita. Tinggi- rendahnya pendapatan per kapita dapat menggambarkan sejauh mana kemampuan penduduk untuk mengkonsumsi barang-barang hasil produksi. Pendapatan per kapita memberikan peetunjuk mengenai kemampuan yang dicapai oleh sebuah Negara dalam memenuhi kebutuhan warganya.


  • Distribusi Pendapatan
    Distribusi pendapatan yang merata juga merupakan ukuran yang penting, jika hanya sebagian kecil penduduk yang berpenghasilan tinggi, sedangkan yang lainnya berpendapatan rendah,, keberhasilan pembangunan belumlah sempurna. Distribusi pendapatan yang timpang atau tidak merata juga tidak bermanfaat bila ditinjau dari kemungkinan investasi karena penduduk berpenghasilan tinggi biasanya konsumtif.


  • Peranan Sektor Industri dan Jasa
    Pada umumnya semakin besar kontribusi sector industri dan jasa, maka akan semakin maju suatu Negara. Atas dasar hal tersebut dapat dikatakan bahwa besarnya proporsi kontribusi sector industri dan jasa merupakan salah satu indikasi yang penting bagi tingkat kemajuan ekonomi.


  • Kesempatan Kerja
    Apabila suatu Negara mampu mempertahankan tingkat kesempatan kerja yang tinggi (full employment) berarti masyarakat mampu mempercepat laju perkembangan ekonominya. Hal ini dapat dilihat dari meningkatnya investasi, meningkatnya lapangan kerja baru, dan berkurangnya pengangguran.


  • Stabilitas Ekonomi
    Tingkat perekonomian yang stabil meliputi stabilitas tingkat pendapatan dan kesempatan kerja serta tingkat harga mempengaruhi pasar produk dalam negeri. Suatu Negara dikatakan berhasil di dalam perkembangan ekonominya apabila mampu menjaga stabilitas ekonominya.


  • Neraca Pembayaran Luar Negeri
    Pada umumnya setiap Negara menginginkan agar neraca pembayaran seimbang sebab jika neraca pembayaran mengalami deficit berpengaruh terhadap kredibilitas Negara tersebut. Apabila Negara pembayaran mengalami surplus. Kondisi ini jauh lebih baik dibandingkan kondisi seimbang karena berpengaruh terhadap kemajuan ekonomi Negara tersebut.


Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Definisi Ekonomi Menurut Para Ahli | Ayoksinau.com


Perbedaan pembangunan dan pertumbuhan ekonomi

Pertumbuhan Ekonomi

Pembangunan Ekonomi

1Kenaikan jumlah hasil produksi barang dan jasa1Kenaikan kualitas hasil produksi barang dan jasa
2Kenaikan jumlah GNP dari tahun ke tahun dan tidak memperhatikan apakah presentase kenaikannya lebih besar atau kecil dari persentase kenaikan jumlah penduduk2Kenaikan jumlah GNP dari tahun ke tahun lebih besar presentase kenaikan jumlah penduduk
3Kenaikan GNP tidak disertai perubahan struktur ekonomi dan perkembangan IPTEK3Kenaikan GNP disertai perubahan struktur ekonomi dan perkembangan IPTEK
4Kenaikan GNP tidak disertai peningkatan kesejahteraan masyarakat dan pemerataan distribusi pendapatan4Kenaikan     GNP       disertai     peningkatan

kesejahteraan masyarakat dan pemerataan distribusi pendapatan

5Peningkatan pendapatan nasional dan pendapatan per kapita5Peningkatan kemakmuran

Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Produksi Dalam Islam, Pengertian Produksi, Faktor-Faktor Produksi, Prinsip-Prinsip Produksi Dalam Ekonomi Islam, dan Efisiensi Produksi (Lengkap)


Masalah Pembangunan Ekonomi Negara Berkembang

Kemiskinan

Masalah kemiskinan muncul karena ada sekelompok masyarakat yang secara struktural tidak mempunyai peluang dan kemampuan yang memadai untuk mencapai tingkat kehidupan yang layak. Akibatnya, mereka harus mengakui keunggulan kelompok masyarakat lainnya dalam persaingan mencari nafkah dan pemilikan aset produktif sehingga semakin lama semakin tertinggal.


Keterbelakangan

Penduduk di negara berkembang umumnya masih terbelakang. Keterbelakangan ini ditandai oleh kualitas penduduk sebagai faktor produksi masih rendah, kurangnya atau rendahnya tingkat keterampilan kerja, kurangnya modal, tingkat pendidikan formal yang rendah serta efisiensi dan efektivitas dalam bekerja juga rendah. Dari sisi ekonomi keterbelakangan ditandai oleh rendahnya tingkat pendapatan per kapita, terbatasnya pasar, baik jenis maupun luasnya, rendahnya tingkat spesialisasi dan rendahnya penggunaan uang giral per kapita.


Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Pengertian Ekonomi Komando dan Ciri-Cirinya Lengkap


Kebijakan dan Strategi Pembangunan

Kebijakan ekonomi adalah beberapa peraturan atau batasan-batasan di bidang ekonomi yang dikeluarkan oleh pemerintah. Tujuan dibuatnya kebijakan ekonomi adalah untk meningkatkan taraf hidup atau tingkat kesejahteraan masyarakat. Selain kebijakan ekonomi diperlukan juga kebijakan nonekonomi, seperti kebijakan sosial yang menyangkut masalah pendidikan dan kesehatan. Kebijakan ekonomi dibagi menjadi 3 yaitu:

Kebijakan Mikro

Kebijakan mikro adalah kebijakan pemerintah yang ditujukan pada semua perusahaan tanpa melihat jenis kegiatan yang dilakukan oleh atau di sektor mana dan diwilayah mana perusahaan beroperasi. Contoh kebijakan mikro yang dilakukan pemerintah adalah sebagai berikut:

  • Peraturan pemerintah yang memengaruhi pola hubungan kerja (manajer dengan para pekerja) dan kondisi kerja dalam perusahaan.
  • Kebijakan kemitraan antara perusahaan besar dan perusahaan kecil di semua sektor ekonomi .
  • Kebijakan kredit bagi perusahaan kecil di semua sektor dan lain-lain.
  • Menetapkan harga minimum dan maksimum untuk melindungi produsen dan konsumen.

Kebijakan Meso

Kebijakan meso adalah kebijakan yang ditujukan pada sektor atau wilayah tertentu yang dapat dibedakan menjadi dua macam yaitu, sebagai berikut.

  • Kebijakan ekonomi meso dalam arti sektoral adalah kebijakan ekonomi yang khusus ditujukan pada sektor-sektor tertentu. Setiap departemen pemerintahan mengeluarkan kebijakan sendiri, yang bisa sama atau berbeda untuk sektornya. Kebijakan ini mencakup keuangan, distribusi, produksi, tata niaga, sistem pengadaan bahan baku, ketenagakerjaan, termasuk sistem penggajian, investasi, jaminan sosial bagi pekerja dan sebagainya.
  • Kebijakan ekonomi meso dalam arti regional adalah kebijakan ekonomi yang ditujukan pada wilayah tertentu. Misalnya, kebijakan industri regional di kawasan timur Indonesia (KTI) yang mencakup kebijakan industri regional, kebijakan investasi regional, kebijakan fiskal regional, kebijakan pengembangan infrstruktur regional, kebijakan pendapatan, dan pengeluaran pemerintah daerah, kebijakan distribusi pendapatan regional, kebijakan pendekatan, kebijakan perdagangan regional, dan sebagainya. Kebijakan ekonomi regional bisa dikeluarkan oleh pemerintah pusat maupun pemerintah daerah.

Kebijakan Makro

Kebijakan ini mencakup semua aspek ekonomi secara nasional, misalnya kebijakan uang ketat (kebijakan moneter). Kebijakan makro ini bisa memmengaruhi kebijakan meso (sektoral atau regional), dan membuat kebijakan mikro menjadi lebih atau kurang efektif. Instrumen yang digunakan untuk kebijakan ekonomi makro adalah tarif pajak, jumlah pengeluaran pemerintah melalui APBN, ketetapan pemerintah dan intervensi langsung di pasar valuta untuk memengaruhi nilai tukar mata uang rupiah terhadap valas.


Strategi pembangunan ekonomi Indonesia adalah sebagai berikut:

  • Mengembangkan koridor pembangunan ekonomi Indonesia dengan cara membangun pusat-pusat perekonomian di setiap pulau.
  • Memperkuat hubungan nasional, baik secara lokal maupun internasional.
  • Mempercepat kapabilitas teknologi dan ilmu pengetahuan nasional atau Iptek.