Pengertian Pasar, Jenis dan Fungsinya

Diposting pada

Pengertian-Pasar-Jenis-dan-Fungsinya

Pengertian Pasar

Pasar adalah suatu mekanisme yang mempertemukan pembeli (konsumen) dengan penjual (produsen) sehingga keduanya dapat berinteraksi untuk membentuk suatu kesepakatan harga.

Pasar yang kita gambarkan tentunya metupakan gambaran pasar dalam pengertian sehari-hari, sementara menurul ilmu ekonomi pasar adalah bertemunya permintaan dan penawaran untuk suatu barang/jasa yang diperjual-belikan. Hal ini berarti cakupan pengertian pasar lebih luas dibandingkan dengan pengertian pasar sehari-hari yang hanya menunjukan suatu tempat. Barang-baranga yang diperdagangkan pun tidak hanya sebatas barang-barang konsumsi, tetapi juga barang-barang produksi, seperti mesin, bahan mentah, tenaga kerja, dan jasa. Bahkan pasar modal, pasar surat berharga (bursa), dan sejenisnya.


Secara umum, pasar adalah konsumen memperoleh barang atau jasa yang ditawarkan produsen. Kamu pergi ke pasar antara lain ingin memperoleh barang atau jasa untuk memenuhi kebutuhan . Dalam pandangan produsen, pasar adalah tempat untuk menawarkan produk, baik berupa barang maupun jasa. Namun, menurut konsumen, pasar adalah tempat diperolehnya berbagai barang atau jasa yang dibutuhkan konsumen. Apabila disimpulkan, pasar adalah suatu mekanisme yang mempertemukan pembeli (konsumen) dengan penjual (produsen) sehingga bisa berinteraksi untuk membentuk suatu kesepakatan harga jual. Konsep pasar adalah setiap struktur yang memungkinkan pembeli dan penjual untuk menukar jenis barang, jasa dan informasi.


Dari Definisi pasar dapat disimpulkan ditemukan fungsi pasar yaitu :

  • Interaksi dengan pembeli penjual untuk membentuk harga jual yang disepakati. Dengan demikian pasar berfungsi untuk menentukan nilai.
  • Mengorganisasikan produksi. Artinya, barang atau jasa yang masuk ke pasar haruslah menempuh proses produksi yang paling efisien agar bisa bersaing dan mendapatkan keuntungan.
  • Mendistribusikan produk.
  • Pasar dapat menyerap tenaga kerja
  • Memberikan informasi tentang berbagai macam permintaan dan penawaran barang dan jasa yang dibutuhkan masyarakat.

Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Pengertian Koperasi, Fungsi, dan Tujuan


Bentuk dan Stuktur Pasar

Menurut strukturnya, Pasar digolongkan menjadi dua, yaitu pasar persaingan sempurna dan pasar persaingan tidak sempurna.

Pasar Persaingan Sempurna

Pasar persaingan sempurna disebut juga pasar persaingan murni adalah pasar di mana terdapat banyak penjual dan pembeli dan mereka sudah sama-sama mengetahui keadaan pasar.


Memiliki ciri-ciri berikut ini.

  1. Banyak penjual dan pembeli.
  2. Barang yang diperjualbelikan sejenis (homogen).
  3. Penjual maupun pembeli memiliki informasi yang lengkap tentang pasar.
  4. Harga ditentukan oleh pasar.
  5. Semua faktor produksi bebas masuk dan keluar pasar.
  6. Tidak ada campur tangan pemerintah. Contoh pasar persaingan sempurna antara lain pasar hasil-hasil pertanian.
  7. Kedudukan satu perusahaan dalam pasar sangat kecil sehingga tidak mampu mempengaruhi pasar.

Kebaikan dan Keburukan Pasar Persaingan Sempurna

KebaikanKeburukan
a.       Tidak tampak persaingan antar penjual.

b.    Penjual tidak mungkin bersaing harga dan mengubah bentuk barang untuk merebut pasar karena adanya homogenitas barang. Selain itu, harga adalah suatu yang harus diterima masing-masing produsen.

c.    Barang yang ditawarkan akan laku berapapun jumlahnya tanpa mengalami penurunan harga.

d.   Informasi pasar telah diketahui sehingga usaha untuk menyaingi perusahaan lain tidak menghasilkan apa-apa dan jumlah saingan tidak terbatas.

a.       Homogenitas barang merupakan syarat yang sulit dilaksanakan sehingga konsumen lebih sering datang ke pasar yang heterogen (banyak pilihan alternative)

b.      Kemajuan ilmu pengetahuan, teknologi dan informasi menyebabkan kemajuan dalam hal kualitas dan kwantitas serta jenis barang, akibatnya adanya persaingan produk antar produsen.


Pasar Persaingan Tidak Sempurna

1. Pasar Oligopoli

Oligopoli adalah salah satu bentuk struktur pasar dimana hanya terdapat beberapa produsen atau sedikit perusahaan saja yang menjual produk-produk yang identik atau yang mirip satu sama lain.


Ciri pasar oligopoli sbagai berikut :

  • Hanya terdapat sedikit perusahaan di pasar. Misalnya pasar minyak dunia hanya diisi oleh negara Timur Tengah saja, pasar jasa sambungan telepon selular di Indonesia hanya diisi oleh Telkomsel, Indosat, dan Pro-XL.
  • Karena sedikitnya pemain dalam pasar ini timbul tarik-menarik yang kuat antara keinginan kerja sama dan kepentingan sepihak di antara perusahaan yang ada di pasar. Misalnya, Telkomsel berkeinginan untuk bekerja sama dengan Indosat dalam menetapkan tarif percakapan di siang hari agar harga yang diterima kedua belah pihak bisa lebih tinggi dari pada harga yang ditetapkan oleh masing-masing perusahaan.
  • Adanya ketegaran harga untuk naik, tetapi tidak tegar untuk turun. Misalnya Telkomsel menurunkan biaya SMS, dari Rp 350,00 menjadi Rp 150,00. Tindakan ini akan diikuti oleh Indosat dengan turut menurunkan biaya SMS karena Indosat khawatir jika tidak menurunkan biaya yang sama pelangganya akan berpindah ke Telkomsel. Sebaliknya, apabila Telkomsel menaikkan biaya SMS dari Rp 350,00 menjadi Rp 500,00 Indosat tidak akan ikut menaikkan biaya yang sama karena berharap mendapat pelanggan yang baru yang pindah dari Telkomsel.
  • Pasar Oligopoli dimungkinkan untuk melakukan karte yaitu dua atau lebih perusahaan sejenis yang bergabung menjadi satu.
  • Adanya kepemimpinan harga. Biasanya hal ini terjadi jika ada salah satu perusahaan besar bertindak sebagai pemimpin dan perusahaan kecil lainnya menjadi pengikut saja

Kebaikan dan Keburukan Oligopoli

KebaikanKeburukan
a.       Efesiensi. Terkadang pasar hanya butuh sedikit perusahaan lain hanya akan mempersengit persaingan dan menaikkan biaya produksi. Misalnya dalam pasar pesawat terbang hanya terdapat Boeing dan Air Bus.

b.      Karena yang terlibat di pasar hanya sedikit perusahaan, maka jika mereka bersaing akan lebih menguntungkan konsumen dari segi harga dan mutu produk karena jika salah satu perusahaan tersebut menaikkan harga,  pelanggannya langsung berpindah ke perusahaan pesaing.

a.       Butuh investasi dan modal besar untuk masuk pasar karena ada pasar ekonomis yang telah diciptakan perusahaan di pasar sehingga sangat sulit untuk memasuki pasar.

b.      Dalam perusahaan, pasar mungkin saja memegang hak paten/tidak mungkin ditiru perusahaan lain untuk memproduksi produk yang sama.

c.       Beberapa perusahaan dalam pasar mungkin telah memiliki pelanggan   atau konsumen yang setia sehingga perusahaan lain sulit untuk menyaingi perusahaan tersebut.


2. Pasar Monopoli

Monopoli adalah struktur pasar dimana hanya terdapat satu penjual atau produsen yang melayani sedemikian banyak pembeli atau konsumen.


Ciri- ciri pasar monopoli sebagai berikut :

  • Hanya ada satu penjual
  • Tidak ada penjual lain yang menjual output yang dapat mengganti secara baik (close substituse) output yang dijual monopolist.
  • Ada halangan (baik alami maupun buatan) bagi perusahaan lain untuk memasuki pasar.

Hal – hal yang memungkinkan untuk timbulnya pasar monopoli pada umumnya adalah :

  1. Produsen memiliki salah satu (beberapa) sumber daya yang penting dan kemudian ia merahasiakannya. Atau produsen memiliki pengetahuan yang lain daripada yang lain tentang teknik produksi.
  2. Produsen mempunyai hak paten atau output yang ia hasilkan atau proses produksi yang ia selenggarakan.
  3. Pemberian izin  khusus oleh pemerintah kepada produsen tertentu untuk mengelola suatu usaha tertentu pula.
  4. Ukuran pasar begitu kecil untuk dilayani lebih dari satu perusahaan yang mengoprasikan skala perusahaan optimum.
  5. Produsen mengetrapkan kebijaksanaan limittasi harga( limit princing policy)

Kebaikan dan Keburukan Pasar Monopoli

KebaikanKeburukan
a.       Dengan adanya perusahaan tunggal agar biaya yang dikeluarkan lebih murah dibandingkan jika dua atau lebih perusahaan (lebih efesien).

b.      Banyak perusahaan menganggar dana untuk kegiatan riset dan penelitian terhadap teknik dan cara baru produksi. Dengan adanya paten dan hak cipta, perusahaan makin terinovasi dan tidak kwatir poduk mereka ditiru oleh pesaing karena dilindungi oleh hak cipta.

c.       Dalam pasar tertentu, persaingan bisa meningkatkan biaya sehingga konsumen dirugikan karena membayar lebih mahal.

a.       Cenderung menyalahgunakan kekuatan pasar yang dimilikinya untuk bisa mencapai laba maksimal dengan cara menetapkan harga tinggi padahal biaya marginal sangat kecil.

b.      Pelaku memproduksi lebih rendah dari jumlah seharusnya sehingga konsumen. Surplus konsumen sangat bergantung kepada monopolis walaupun harga produkmya tinggi.

c.       Harga tinggi akan mengurangi kesejahteraan    konsumen,. Surplus konsumen yang biasanya dinikmati konsumen, berpindah kepada monopolis


3. Pasar Duopoli

Pasar Duopoli adalah salah satu contoh bentuk pasar persaingan tidak sempurna yang dikuasai dua orang atau lembaga penjual. Contoh,penjualan barang-barang tertentu (langka) yang hanya dijual oleh dua orang atau lembaga penjual.


4. Pasar Monopolistik

Suatu struktur pasar dimana terdapat banyak produsen yang menjual produk yang kurang lebih sama,tetapi dengan berbagai macam variasi.


Ciri ciri pasar monopolistik :

  • Terdapat banyak penjual yang memperebutkan konsumen yang sama. Namun jumlah penjual tetap lebih sedikit dibandingkan dengan pasar persaingan sempurna.
  • Terdapat diverensiasi produk meskipun fungsi produk tetap sama. Misalnya diterjen Rinso tentu jelas berbeda dengan Daia mesikupun fungsinya sama yaitu untuk mencuci pakaian.

Kebaikan dan Keburukan Pasar Monopolistik

KebaikanKeburukan
a.       Dengan banyak penjual, konsumen memiliki pilihan, dari sisi konsumen menguntungkan karena produsen akan berupaya melayani konsumen sebaik mungkin dan produk yang dihasilkan pun dengan kualitas terbaik karena jika diperoleh produk yang cacat, konsumen akan pindah ke produsen lain.

b.      Kebebasan keluar-masuk pasar akan mendorong produsen untuk berkompetesi dengan sehat sehingga menghasilkan produk inovatif.

a.       Memiliki  tingkat persaingan yang sangat tinggi, baik dari segi harga, kualitas produk maupun pelayan. Jadi, jika produsen tidak memiliki modal dan pengalaman yang cukup, akan cepat keluar dari pasar atau gulung tikar.

b.      Terdapat kebebasan untuk keluar masuk sehingga untuk memasuki pasar tetap dibutuhkan modal yang besar.

 


5. Pasar Monopsoni

Pasar Monopsoni adalah suatu bentuk pasar yang dikuasai oleh satu orang atau badan lembaga sebagai pembeli dengan penawaran dari sejumlah penjual atau produsen sehingga pihak pembeli memiliki kemampuan untuk menetapkan harga.

Contohnya PT. Kereta Api Indonesia adalah satu-satunya perusahaan yang menguasai penetapan harga berbagai peralatan kereta api di Indonesia.


6. Pasar Duopsoni

Pasar Duapsoni adalah suatu bentuk pasar yang dikuasai oleh dua orang atau perusahaan sebagai pembeli dengan penawaran dari sejumlah penjual. Contohnya Telekomunikasi SLI yang dihasilkan oleh perusahaan-perusahaan Indonesia hanya dibeli oleh dua perusahaan yaitu PT.Telkom dan PT.Indosat.


7. Pasar Oligopsoni

Pasar Oligopsoni adalah suatu bentuk pasar yang dikuasai oleh beberapa orang perusahaan sebagai pembeli dengan penawaran dari sejumlah penjual. Misalnya Telkom, Indosat adalah beberapa perusahan pembeli infrastruktur telekomunikasi seluler.


Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Pengertian dan Tujuan UMKM


Fungsi Pasar

Pasar sebagai Sarana Distribusi

Pasar sebagai sarana distribusi, berfungsi memperlancar proses penyaluran barang atau jasa dari produsen ke konsumen. Dengan adanya pasar, produsen dapat berhubungan baik secara langsung maupun tidak langsung untuk menawarkan hasil produksinya kepada konsumen.Pasar dikatakan berfungsi baik jika kegiatan distribusi barang dan jasa dari produsen ke konsumen berjalan lancar.Sebaliknya, pasar dikatakan tidak berfungsi baik jika kegiatan distribusi seringkali macet.


Pasar sebagai Pembentuk Harga

Pasar merupakan tempat pertemuan antara penjual dan pembeli.Di pasar tersebut penjual menawarkan barang-barang atau jasa kepada pembeli. Pembeli yang membutuhkan barang atau jasa akan berusaha menawar harga dari barang atau jasa tersebut, sehingga terjadilah tawar-menawar antara kedua belah pihak. Setelah terjadi kesepakatan, terbentuklah harga.Dengan demikian, pasar berfungsi sebagai pembentuk harga.Harga yang telah menjadi kesepakatan tersebut, tentunya telah diperhitungkan oleh penjual dan pembeli.Penjual dan pembeli.Penjual tentu telah memperhitungkan laba yang diinginkannya, sedangkan pembeli telah memperhitungkan manfaat barang atau jasa serta keadaan keuangannya.


Pasar sebagai Sarana Promosi

Pasar sebagai sarana promosi artinya pasar menjadi tempat memperkenalkan dan menginformasikan suatu barang/jasa tentang manfaat, keunggulan, dan kekhasannya pada konsumen.Promosi dilakukan untuk menarik minat pembeli terhadap barang atau jasa yang diperkenalkan. Promosi dapat dilakukan dengan berbagai cara antara lain, memasang spanduk, menyebarkan brosur, pameran, dan sebagainya. Banyaknya cara promosi yang dilakukan oleh produsen, membuat konsumen lebih selektif dalam memilih barang yang akan dibeli. Biasanya produsen yang menawarkan barang dengan harga murah dan kualitasnya bagus akan menjadi pilihan konsumen.


Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Pengertian Kewirausahaan, Manfaat, Tujuan dan Karakteristik


Jenis-jenis Pasar

Jenis pasar menurut bentuk kegiatannya

Menurut dari bentuk kegiatannya pasar dibagi menjadi 2 yaitu pasar nyata ataupun pasar tidak nyata(abstrak). Maka kita lihat penjabaran berikut ini:

  • Pasar Nyata.
    Pasar nyata adalah pasar dimana barang-barang yang akan diperjual belikan dan dapat dibeli oleh pembeli. Contoh pasar tradisional dan pasar swalayan.
  • Pasar Abstrak.
    Pasar abstrak adalah pasar dimana para pedagangnya tidak menawar barang-barang yang akan dijual dan tidak membeli secara langsung tetapi hanya dengan menggunakan surat dagangannya saja. Contoh pasar online, pasar saham, pasar modal dan pasar valuta asing.

Jenis pasar menurut cara transaksinya

Menurut cara transaksinya, jenis pasar dibedakan menjadi pasar tradisional dan pasar modern.

  1. Pasar Tradisional
    Pasar tradisional adalah pasar yang bersifat tradisional dimana para penjual dan pembeli dapat mengadakan tawar menawar secar langsung.Barang-barang yang diperjual belikan adalah barang yang berupa barang kebutuhan pokok.
  2. Pasar Modern
    Pasar modern adalah pasar yang bersifat modern dimana barang-barang diperjual belikan dengan harga pas dan denganm layanan sendiri.Tempat berlangsungnya pasar ini adalah di mal, plaza, dan tempat-tempat modern lainnya.

Jenis Pasar menurut jenis barangnya

Beberapa pasar hanya menjual satu jenis barang tertentu, misalnya pasar hewan,pasar sayur,pasar buah,pasar ikan dan daging serta pasar loak.


Jenis Pasar menurut keleluasaan distribusi

Menurut keluasaan distribusinya barang yang dijual pasar dapat dibedakan menjadi:

  • Pasar Lokal
  • Pasar Daerah
  • Pasar Nasional dan
  • Pasar Internasional

Jenis Pasar Menurut Struktur (Jumlah Penjual dan Pembeli)

Sebenarnya pasar dibedakan dalam banyak jenis, namun yang akan dibahasas disini adalah Pasar Menurut Stuktur (Jumlah Penjual dan Pembeli). Dibedakan menjadi 2, yaitu :

A. Pasar Persaingan Sempurna

Pasar persaingan sempurna adalah pasar yang dimana mempunyai banyak pembeli dan banyak pula penjual dan keduanya sama-sama saling mengetahui keadaan pasar.Harga ditentukan mekanisme pasar permintaan dan penawaran (demand and supply), Posisi tawar konsumen kuat, tetapi si produsen sulit memperoleh keuntungan di atas rata-rata. Di pasar ini para penjual menjajakan produk yang sama (homogen), semua produk terlihat identik , oleh karena itu, promosi dengan iklan tidak akan memberikan pengaruh terhadap penjualan produk.

Pasar ini termasuk pasar yang sensitive terhadap perubahan harga, tetapi para produsen dan konsumen mudah untuk masuk dan keluar dari pasar. Persaingan sempurna didefinisikan oleh 4 (empat) kondisi – dalam suatu pasar yang baik yaitu :

  1. Terdapat sejumlah besar penjual dan pembeli yang tidak seorangindividu dapat mempengaruhi harga pasar. Hal ini berarti bahwa kurva permintaan yang dihadapi oleh masing – masing perusahaan adalah elastis sempurna;
  2. Dalam jangka panjang, sumber daya harus bergerak bebas, berarti tidak ada hambatan masuk (barrier to entry) atau keluar pasar;
  3. Seluruh peserta (pembeli dan penjual) dipasar harus memperoleh pengetahuan yang relevan mengenai penentuan produksi dankonsumsi;
  4. Barang harus homogen. Kalau barang tersebut tidak homogen,maka barang yang satu dengan barang yang lain akan berbedabeda,tetapi kalau barang tersebut homogen tak ada barang yangdijual dengan harga yang berbeda dengan barang yang lain. Jadidisini mempunyai tujuan hanya ada satu harga. Akan tetapipengertian homogen juga bukanlah hal yang mudah karenaakhirnya yang penting bukan sifat teknik dari barang tersebut.Salah satu alasan yang menentukan yaitu anggapan daripembelinya, kalau pembeli menganggap barang tersebut sama,maka ini yang dimaksud dengan

Apabila kondisi tersebut terpenuhi dalam pasar yang baik, maka pasarnyaadalah pasar persaingan sempurna, sehingga dasar adanya ekonomi persaingan sempurna adalah pareto efficient (Khemani, 2005)Dalam kondisi ini, harga barang yang diproduksi sama dengan marginal cost dan semua barangyang diproduksi dilakukan dengan cara biaya yang terendah. Suatukenyataan juga apabila persaingan dapat dihambat dengan adanya aturandari pembuat kebijakan.Beberapa ekonom berargumen bahwa tujuankebijakan persaingan tidak harus menjadi persaingan sempurna, namunadalah sasaran yang lebih realistik, seperti dalam workable competition.

Contohnya : Terdapat terutama dalam bidang produksi dan perdagangan hasil-hasil pertanian seperti beras, terigu, kopra, dan minyak kelapa. Pada pasar ini terdapat pula perdagangan kecil dan penyelenggaraan jasa-jasa yang tidak memerlukan keahlian istimewa (pertukangan, kerajinan).


B. Pasar Persaingan Tidak Sempurna

Terdiri dari :

  1. Pasar Monopoli
  2. Pasar Oligopoli
  3. Pasar Monopolistik
  4. Pasar Monopoli

1. Pasar Monopoli

Pasar Monopoli adalah keadaan dimana suatu pasar terdiri dari banyak pembeli dan hanya satu atau beberapa penjual saja, dan dengan begitu tentu saja si produsen/penjual tersebutlah yang menguasai penentuan harganya.Semakin sedikit barang yang diproduksi, semakin mahal pula harga barang tersebut, dan sebaliknya. Dalam pasar monopoli barang yang dijual bersifat lain dari pada yang lain (unique). Tidak ada substitusi terhadap barang yang dijual oleh penjual (produsen) tunggal tersebut, kecuali membeli dari black market (pasar gelap).


Biasanya pasar monopoli ini dijalankan oleh pemerintah untuk memenuhi kepentingan orang banyak.Sangat sulit untuk masuk ke pasar monopoli karena peraturan undang-undang maupun butuh sumber daya yang sulit didapat. Di pasar monopoli ini juga para penjual tidak perlu mati-matian untuk menawarkan produk mereka atau meng-iklankannya, karena pastilah para konsumen/pembeli yang akan dating mencari. Pasar Monopoli adalah sesuatu yang dilarang di Republik Indonesia yang diperkuat dengan undang-undang anti monopoli.


Adapun ciri-ciri dari pasar monopoly adalah sebagai berikut :

  1. Hanya terdapat satu produsen (perusahaan yang menghasilkanproduk tertentu;
  2. Produk yang dihasilkan relatif tidak memiliki produk substitusi(hanya ada satu perusahaan yang memproduksi barang), sehinggaperusahaan itu mempunyai kurva permintaan produk yang samapersis dengan kurva permintaan pasar.
  3. Adanya hambatan bagi produk-produk lain (perusahaan lain) untukmemasuki pasar yang sama (barriers entry). Hal ini dapat terjadi apabila:
  • Perusahaan mempunyai kemampuan yang sama menghalangi para pesaing untuk menghasilkan produk yang memuaskan (produk tidak tersaingi);
  • Adanya proteksi untuk mengendalikan jalur distribusidengan cara membuat jaringan dengan para distributor;
  • Hanya ada kesempatan bagi satu perusahaan dalam suatupasar jika satu produknya dikonsumsi oleh masyarakatluas (monopoly alamiah);
  • Adanya kebijakan pemerintah yang membatasi jumlah perusahaan untuk memasuki pasar. Tarif dan quotamerupakan cara-cara untuk melindungi monopoli dalamnegeri dari pesaing asing;
  • Adanya hak cipta/paten untuk menghalangi produk/perusahaan lain masuk.

Contohnya :Produk-produk yang diperjualbelikan antara lain kebutuhan yang vital seperti listrik, angkutan dll.


2. Pasar Oligopoli

Pasar oligopoli adalah pasar yang didominasi oleh beberapa perusahaan yang dominan dalam beberapa produk saja.Misalnya perusahaan mobil Toyota, Mazda, Daihatsu dll. Disini persaingan sangat ketat, selain untuk mencegah konsumen beralih ke produk lain, juga untuk mencegah produsen baru yang punya potensi untuk laku bisa berkembang. Perubahan harga pada suatu perusahaan akan sangat mempengaruhi harga produk perusahaan lain. Mau tidak mau mereka juga harus ikut menurunkan harga produk mereka kalau tidak mau kehilangan konsumen.Struktur pasar oligopoli umumnya terbentuk pada industri-industri yang memiliki capital intensive yang tinggi. Harga produk yang dijual di pasar oligopoly ini relatif sama, yang menjadi kunci sukses adalah pembedaan produk yang unggul. Biaya yang besar adalah bukti bagaimana sulitnya masuk ke pasar ini.


Pada dasarnya suatu industri dikatakan mempunyai sifat oligopoly apabila industri tersebut mempunyai lebih dari satu perusahaan besar – pun hanya dua atau tiga sementara sisanya sangat kecil. Dalam pasar tersebut, terdapat perusahaan yang sangat dominan menguasai pasar secara independent (sendiri-sendiri) maupun secara diam-diam bekerja sama untuk menghasilkan produk tertentu dengan “konsentrasi rasio” yang tinggi. Pada pasar “konsentrasi tinggi” akan terdapat mutual interdependency yaitu keputusan dari suatu perusahaan tentang perubahan “harga”dan “output” produksi akan segera menimbulkan reaksi dari perusahaan lainnya. (Bambang, 1995)

Contohnya :Industri/Perusahaan : Perusahaan mobil, perusahaan semen,dll.


3. Pasar Monopolistik

Pasar Monopolistik hampir sama dengan pasar persaingan sempurna, dimana penjual mudah keluar atau masuk dari pasar. Disini produsen mempunyai hak untuk menaikkan harga produk, tapi hanya relatif sedikit atau tidak signifikan.Produk yang dijual juga merupakan produk yang homogen, dibedakan hanya dari mutu, bentuk, ukuran dsb. Biasanya di pasar monopolistik sang pembeli jarang berpindah merk, karena sudah percaya dengan mutu dari produk tersebut. Di pasar ini citra perusahaan sangat menentukan untuk menentukan laku tidaknya produk tersebut nantinya, sehingga promosi dan iklan sangat dibutuhkan pada persaingan pasar ini.

Situasi persaingan monopolistik mungkin merupakan struktur pasar yangumum, khususnya pada industri jasa. Meskipun dapat ditunjukkan bahwapersaingan monopolistik adalah pareto inefficiency, karena hargakeseimbangan lebih besar daripada marginal cost, ketidakefisienan iniadalah hasil memproduksi beraneka ragam barang. Karena banyaknyaperusahaan dan bebas keluar dan masuk pasar, persaingan monopolistictidak dianggap sebagai masalah dalam kebijakan persaingan.Pada titikkeseimbangan, perusahaan-perusahaan dalam persaingan monopolisticmemperoleh keuntungan ekonomi nol atau kecil.


Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Pengertian Pasar Tradisional & Ciri-Ciri Pasar Tradisional | Ayoksinau.com


Pasar Perdana

Pasar Perdana adalah penawaran saham pertama kali dari emiten kepada para pemodal selama waktu yang ditetapkan oleh pihak penerbit (issuer) sebelum saham tersebut belum diperdagangkan di pasar sekunder. Biasanya dalam jangka waktu sekurang-kurangnya 6 hari kerja. Harga saham di pasar perdana ditetukan oleh penjamin emisi dan perusahaan yang go public berdasarkan analisis fundamental perusahaan yang bersangkutan. Dalam pasar perdana, perusahaan akan memperoleh dana yang diperlukan. Perusahaan dapat menggunakan dana hasil emisi untuk mengembangkan dan memperluas barang modal untuk memproduksi barang dan jasa. Selain itu dapat juga digunakan untuk melunasi hutang dan memperbaiki struktur pemodalan usaha. Harga saham pasar perdana tetap, pihak yang berwenang adalah penjamin emisi dan pialang, tidak dikenakan komisi dengan pemesanan yang dilakukan melalui agen penjualan.


Pasar perdana merupakan pasar pertama kali satu perusahaan atau calon emiten melakukan penjualan sahamnya kepada masyarakat (public). Pasar perdana ini sangat tenar dengan nama initial public offering atau go public. Dalam pasar perdana ini sesungguhnya hanya ada dua pihak yang melakukan kesepakatan, yakni calon emiten dan penjamin emisinya. Pasar perdana adalah pasar pertama kali saham ditawarkan ke publik, dan transaksinya bersifat satu arah yakni investor sebagai pembeli atau pemesan dan emiten, melalui penjamin emisi dan agen penjualan, sebagai penjual. Jadi transaksi yang terjadi bukan antara investor dengan investor, melainkan investor dengan emiten.


Dalam pasar perdana, investor yang memesan saham akan mendapatkan sesuai dengan sistem penjatahan yang diterapkan oleh pihak penjamin emisi. Pasar Perdana adalah pasar tempat perusahaan yang baru menerbitkan sekuritas untuk menambah modal perusahaan. Pasar perdana adalah pasar di mana efek-efek diperdagangkan untuk pertama kalinya, sebelum dicatatkan di Bursa Efek. Di sini, saham dan efek lainnya untuk pertama kalinya ditawarkan kepada investor oleh pihak Penjamin Emisi (Underwriter) melalui Perantara Pedagang Efek (Broker-Dealer) yang bertindak sebagai Agen Penjual saham. Proses ini biasa disebut dengan Penawaran Umum Perdana (Initial Publik Offering/IPO).

Karena dalam pasar perdana ini bentuknya masih perikatan jual beli antara kedua pihak — di mana yang banyak berperan adalah penjamin emisi –maka investor publik (masyarakat) yang membeli saham di pasar perdana ini tidak dipungut biaya transaksi. Biaya transaksi baru dikenakan bagi investor yang membeli saham di pasar regular.


Dalam pasar perdana biasanya penawaran pertama yang akan lebih dulu dilayani. Memiliki rekening di perusahaan efek ini juga sangat menguntungkan bagi calon investor saham perdana apalagi jika ternyata perusahaan efek tersebut merupakan penjamin emisi atau agen penjual dari saham calon emiten yang tengah menawarkan sahamnya. Berarti kepastian memperoleh jumlah saham sesuai dengan yang diinginkan peluangnya semakin besar. Beberapa strategi di atas hanyalah sekilas yang bisa dijadikan salah satu acuan investor dalam membeli saham di pasar perdana. Namun jangan lupa dengan faktor-faktor yang tak terduga dalam investasi. Karena faktor diluar dugaan ini yang selalu menjadikan investasi saham menjadi sangat menarik.


Fungsi Pasar Perdana

  1. Harga saham tetap
  2. Tidak dikenakan komisi
  3. Hanya untuk pembelian saham
  4. Pemesanan dilakukan melalui Agen Penjual
  5. Jangka waktu terbatas

Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Macam-Macam Pasar & Pengertiannya Lengkap | Ayoksinau.com


Pasar Sekunder (Secondary Market)

Pasar sekunder adalah tempat terjadinya transaksi jual-beli saham diantara investor setelah melewati masa penawaran saham di pasar perdana, dalam waktu selambat-lambatnya 90 hari setelah ijin emisi diberikan maka efek tersebut harus dicatatkan di bursa. Dengan adanya pasar sekunder para investor dapat membeli dan menjual efek setiap saat. Sedangkan manfaat bagi perusahaan, pasar sekunder berguna sebagai tempat untuk menghimpun investor lembaga dan perseorangan. Pasar Sekunder adalah pasar tempat jual beli saham-saham perusahaan yang telah terbit untuk menambah modal perusahaan.


Pasar sekunder adalah pasar di mana efek-efek yang telah dicatatkan di Bursa Efek diperjual-belikan. Pasar Sekunder memberikan kesempatan kepada para investor untuk membeli atau menjual efek-efek yang tercatat di Bursa, setelah terlaksananya penawaran perdana. Di pasar ini, efek-efek diperdagangkan dari satu investor kepada investor lainnya. Pasar sekunder atau juga dikenal dengan istilah secondary market adalah merupakan pasar keuangan yang digunakan untuk memperdagangkan sekuriti yang telah diterbitkan dalam penawaran umum perdana. Arti lain dari “pasar sekunder” ialah pasar perdagangan barang-barang bekas. Pasar yang terbentuk sesaat setelah penawaran umum perdana seringkali disebut sebagai aftermarket. Pada saat suatu saham terdaftar di suatu bursa efek maka investor dan spekulan dapat dengan mudah melakukan transaksi perdagangan di bursa tersebut.


Pada pasar sekunder, efek diperjual belikan dan berpindah tangan dari seorang investor ke investor lainnya. Pasar sekunder ini sangat likuid dan transparan. Sebelum adanya sistim perdagangan elektronis maka satu-satunya cara untuk menciptakan likuiditas adalah dengan jalan adanya pertemuan yang teratur antara investor dan spekulan . Inilah sesungguhnya yang menjadi awal mula dari bursa efek. Pasar sekunder merupakan tempat diperdagangkannya yang telah dicatatkan di bursa. Dengan kata lain pasar sekunder merupakan pasar dimana investor dapat melakukan jual beli efek setelah efek tersebut dicatatkan di bursa. Jadi pasar sekunder merupakan kelanjutan dari pasar perdana. Dalam pasar sekunder ini, investor bisa membeli saham dengan volume berapa saja sesuai dengan kemampuan keuangannya.


Bila dilihat dari kepentingan pemodal dalam membeli dan menjual saham, maka terdapat beberapa perbedaan antara pasar perdana dengan pasar sekunder. Pertama, pada pasar perdana, harga yang telah ditentukan tidak akan berubah, sedangkan pada pasar sekunder, harga berubah—berfluktuasi—sesuai dengan kekuatan supply dan demand. Transaksi perdagangan di pasar perdana tidak dikenakan komisi, sedangkan pasar sekunder, ada biaya komisi. Ketiga, pada pasar perdana hanya berlaku pada saat pembelian saham. Di pasar sekunder, bisa terjadi pola jual beli seperti halnya pasar secara umum. Dari sudut pandang jangka waktu, pasar perdana memiliki batas waktu, sedangkan pasar sekunder tidak.


Fungsi Pasar Sekunder:

  1. Harga berfluktuasi sesuai kekuatan pasar
  2. Dibebankan komisi untuk pembelian maupun penjualan
  3. Pemesanan dilakukan melalui Anggota Bursa
  4. Jangka waktu tidak terbatas