Pengertian Gas Alam

Diposting pada

Pengertian Gas Alam

Gas alam adalah bahan bakar fosil berbentuk gas. Gas alam yaitu campuran hidrokarbon yang memiliki daya kembang besar, daya tekan tinggi. Berat jenis spesifik yang rendah dan juga dengan secara alamiah ada pada bentuk gas. Pada dasarnya, gas alam itu terkumpul di bawah tanah dengan berbagai macam – macam komposisi yang terdapat pada kandungan minyak bumi atau associated gas. Semua kandungan minyak bumi ini berhubungan dengan gas alam. Di mana pada gas itu larut dalam minyak mentah dan juga seringkali membentuk “cungkup gas” atas gas cap di atas kandungan minyak bumi itu. Selain itu juga gas alam itu pun juga bisa berkumpul pada tambang batu bara dan juga ladang gas bumi.

Pengertian Gas Alam Pengertian Gas Alam

Manfaat Gas Alam

Adapun juga Manfaat dari Gas Alam ini diantaranya adalah sebagai berikut :

  • Gas Alam untuk Bahan Bakar untuk Kendaraan.
  • Gas Alam untuk Sumber Pembangkit Listrik.
  • Gas Alam sebagai Kesehatan Lingkungan.
  • Gas Alam sebagai Kontribusi Ekonomi Dunia.
  • Gas Alam Menciptakan Jutaan Lapangan Kerja.
  • Gas Alam sebagai Industri.
  • Gas Alam untuk Meningkatkan Potensi Ekonomi Negara.
  • Gas Alam guna Bahan Pemanas dan Pendingin.
  • Gas Alam untuk Sumber Energi Rumah Tangga.
  • Gas Alam sebagai Penghasil Sumber Tenaga Uap.
  • Gas Alam sebagai Rekayasa Cuaca.
  • Gas Alam sebagai Pengolahan Hasil Hutan.
  • Gas Alam untuk Meningkatkan Pendapatan.
  • Gas Alam ubtuk Energi Pengganti.
  • Gas Alam pun juga Mendukung Kemajuan Proses Ilmu Pengetahuan dan juga Teknologi.

Proses Pembentukan Gas Alam

Pembentukan gas alam telah dibagi menjadi dua jenis yaitu proses biologis dan proses thermal. Seperti dibawah ini :

Proses Biologis

Pada proses pertama, gas alam terbentuk dari hasil dekomposisi zat organik pada mikroba anaerobik. Mikroba yang bisa hidup tanpa oksigen juga bisa bertahan dari lingkungan dengan kandungan sulfur yang tinggi. Pembentukan gas alam secara biologis ini biasanya terjadi saat rawa, teluk, dasar danau dan juga lingkungan air dengan sedikit oksigen. Proses ini membentuk gas alam pada kedalaman dari 760 hingga 4880 meter. Akan tetapi pada kedalaman dibawah 2900 meter, ia akan terbentuk wet gas atau gas yang mengandung cairan hydrocarbon. Pada proses jenis ini menempati 20 persen keseluruhan cadangan gas dunia.

Proses Thermal

Ketika pada kedalaman 4880 meter, minyak bumi menjadi kurang stabil sehingga produk utama hydrocarbon berubah menjadi gas metan. Gas ini terbentuk dari hasil cracking cairan hydrocarbon yang terdapat disekitarnya. Proses pembentukan minyak bumi pun dapat terjadi pada kedalaman ini, akan tetapi proses pemecahannya menjadi metan lebih cepat terjadi dari sebelumnya. Sebenarnya, pembentukan gas alam dari bahan inorganik pun juga bisa terjadi. Walaupun ditemukan pada jumlah yang tak banyak.

Tetapi gas metan terbentuk dari batuan awal lapisan pembentuk bumi dan juga jenis meteorit yang mengandung bayak krabon atau disebut carbonaceous chondrite type. Gas mulia (He dan Ar) yang ditemukan bersama gas alam yaitu produk hasil dari disintegrasi radioaktif pada alam. Helium berasal dari thorium dan juga keluarga uranium. Sedangkan argon yang berasal dari potassium. Gas – gas ini kemungkinan besar bisa sama – sama terjebak oleh lingkungan pada gas alam. Seperti halnya minyak bumi, gas alam bergerak dan juga terakumulasi pada beberapa titik. Nah, Titik inilah yang menjadi target  sebagai penambangan gas alam. Ladang gas alam terbesar Eropa ada di Gronigen, Belanda (2270 x 10^9 m3), US ada di Kansas (1986 x 10^9 m3), Afrika ada Algeria (2520 x 10^9 m3) dan juga di benua Asia ada di Arun, Indonesia (383 x 10^9 m3).

Sifat Gas Alam

Gas alam ini menjadi sumber energi yang sangat mudah terbakar. Gas alam itu terdiri dari senyawa hidrogen dan juga karbon. Hal itu membuat gas alam menjadi salah satu energi yang memiliki sifat bersih dan juga aman guna pemakaian pada kehidupan sehari – hari. Gas alam itu bisa kita temukan dengan sifat berwarna atau pun juga tak berwarna. Struktur hidrokarbon pada gas alam pada saat baru keluar dari tanah yaitu terdiri dari

  1. metana,
  2. etana, butana,
  3. propane,
  4. karbon dioksida,
  5. minyak,
  6. nitrogen,
  7. sulfur, serta juga berbagai jenis kotoran lain.

Proses pengolahan gas alam itu selanjutnya berfungsi untuk bisa memisahkan berbagai jenis kotoran sehingga gas alam yang dikonsumsi sama manusia telah bersih.

Proses pengolahan gas

Proses pengolahan gas alam itu dilakukan oleh pabrik khusus yang bisa menangani masalah energi. Gas alam yang keluar pada bentuk energi yang telah bisa digunakan oleh masyarakat dengan secara langsung memiliki sifat yang sudah bersih hingga akan sangat aman.

Demikianlah artikel dari ayoksinau.com mengenai Pengertian Gas Alam, semoga artikel ini bermanfaat bagi anda semuanya.