Erosi

Diposting pada

Pengertian Erosi

Apa yang dimaksud dengan Erosi? Yang dimaksud dengan erosi yaitu proses pengikisan batuan, tanah, maupun padatan lainnya yang mana disebabkan oleh gerakan air, es, atau pun angin. Kadangkala banyak yang bilang erosi ini sebagai pelapukan. Akan tetapi antara pelapukan karena cuaca dan erosi itu tidaklah sama.

Pengertian Erosi

Pelapukan adalah terjadinya penghancuran mineral batuan baik itu karena suatu proses fisik, kimiawi, atau pun kedua-duanya. Erosi yang dialami oleh padatan sebenarnya disebabkan oleh alam yaitu air, angin, dan juga lain sebagainya, tapi ulah manusia yang membuat erosi yang sudah terjadi semakin parah.

Jenis-jenis Erosi

Ada beberapa jenis erosi, yaitu antaranya sebagai berikut dibawah ini:

  • Erosi Percikan (Splash erosion). Erosi Percikan merupakan proses terkelupasnya beberapa partikel tanah bagian atas yang disebabkan oleh tenaga kinetik air hujan bebas atau pun sebagai air lolos.
  • Erosi Kulit (Shet Erosion). Erosi Kulit merupakan erosi yang terjadi saat lapisan tipis permukaan tanah di daerah berlereng terkikis oleh kombinasi air hujan dan juga air larian atau disebut runoff.
  • Erosi Alur (rill erosion). Erosi Alur merupakan pengelupasan yang diikuti dengan pengangkutan beberapa partikel tanah oleh aliran air larian yang terfokus pada saluran – saluran air.
  • Erosi Parit (gully erosion). Erosi Parit merupakan sama dengan erosi alur, hingga pada awalnya erosi parit ini sering dianggap sebagai kelanjutan dari erosi alur. Proses terjadinya erosi parit tersebut dikarenakan awal mulanya pembentukan depresi pada lereng sebagai akibat adanya bagian lahan atau pun tanaman penutupnya jarang akibat dari pembakaran atau juga perumputan.
  • Erosi Tebing Sungai (streambank erosion). Erosi Tebing merupakan pengikisan tanah pada beberapa tebing sungai dan juga penggerusan dasar sungai oleh aliran air di sungai.
  • Erosi Internal Sungai (Internal or subsurfacace erosion). Erosi Internal merupakan proses terangkutnya beberapa partikel tanah ke bawah masuk melalui celah – celah atau pori – pori karena adanya aliran bawah permukaan. Akibat erosi inilah tanah menjadi kedap air dan juga kedap udara, sehingga menurunkan kapasitas infiltrasi dan juga meningkatkan aliran permukaan atau pun erosi alur.
  • Tanah Longsor (land slide). Tanah Longsor adalah bentuk erosi dimana pengangkutan atau pun gerakan masa tanah terjadi ketika pada suatu saat dalam volume yang relatif besar. Berbeda lagi dengan jenis erosi yang lain, pada tanah longsor pengangkutan tanah terjadi sekaligus dalam jumlah yang realtif besar.

Proses terjadinya Erosi

  1. Tahap Pengelupasan ( Detachment )

Proses awal erosi berawal dari dengan proses adanya pengelupasan oleh air hujan. Dimana ketika percikan air hujan merupakan media utama pada pengelupasan partikel di dalam tanah. Prosesnya yaitu saat butiran air hujan terkena permukaan tanah maka partikel tanah akan terlepas lalu terlempar ke udara.

  1. Tahap Penangkutan ( Transportation )

Proses setelah terjadinya pengelupasan dari air hujan yang menghasilkan partikel tanah yaitu proses pengangkutan. Dimana saat partikel tanah terlempar ke udara maka partikel itu akan kembali jatuh ke bumi akibat terjadi gravitasi bumi. Pada lahan yang miring kebawah, partikel tanah itu pun akan tersebar ke arah bawah searah dengan lereng dimana partikel tanah itu akan menyumbat pori pori di dalam tanah.

  1. Tahap Pengendapan ( Sedimentation )

Proses sedimentasi berlangsung saat energi aliran di permukaan mulai menurun dan dia tak mampu lagi untuk mengangkut partikel tanah yang terlepas. Proses sedimentasi itu terjadi sementara yang berada di lereng yang bergelombang seperti bagian lereng yang cekung dan bisa menampung endapan partikel yang hanyut oleh aliran air tersebut. Ketika hujan turun kembali, maka endapan sementara yang tadi akan terangkut kembali menuju dataran yang lebih rendah.

 Faktor Penyebab Terjadinya Erosi

Terjadinya erosi bisa disebabkan oleh dua faktor utama, yaitu faktor alam dan juga faktor non alam. Faktor alam yaitu faktor yang sudah terdapat di alam seperti iklim, kemiringan dan juga panjang lereng.

  1. Faktor Iklim

Intensitas hujan yang cukup tinggi akan menyebabkan erosi. Tetesan butiran hujan yang jatuh ke atas tanah mengakibatkan pecahnya beberapa agregat tanah yang disebabkan oleh tetesan butiran hujan yang mempunyai energi kinetik yang lumayan besar.

  1. Topografi

Unsur topografi yang mempengaruhi erosi yaitu kemiringan lereng dan juga panjang lereng. Semakin besar kemiringan lereng maka intensitas erosi air akan makin tinggi.

  1. Vegetasi

Vegetasi adalah lapisan pelindung ataupun penyangga antara atmosfer dan juga tanah. Suatu vegetasi penutup tanah baik seperti rumput yang cukup tebal atau pun rimba yang lebat akan menghilangkan pengaruh hujan dan juga topografi kepada erosi.

  1. Tanah

Kerusakan yang dialami pada tanah tempat erosi terjadi berupa kemunduran beberapa sifat kimia dan juga fisika tanah seperti kehilangan unsur hara, bahan organik, dan juga meningkatnya kepadatan serta ketahanan penetrasi tanah.

  1. Manusia

Kegiatan – kegiatan yang berkaitan dengan perubahan beberapa faktor yang berpengaruh terhadap erosi. Misalnya saja seperti perubahan penutupan tanah akibat penggundulan atau pun pembabatan hutan untuk pemukiman, lahan pertanian, atau untuk gembalaan.

Contoh erosi

  1. Erosi air sungai

Erosi air sungai ini berlangsung karena adanya volume air yang mengalir dengan cepat dan juga dengan debit air yang lumayan besar, sembari mengangkut berbagai benda padat.

  1. Erosi air laut (abrasi)

Erosi air laut ini lebih sering kita kenal sebagai abrasi. Erosi air laut disebabkan karena adanya pukulan ombak laut yang menerpa tebing – tebing di pantai secara terus menerus sehingga akhirnya terjadi kerusakan. Perusakan tebing – tebing pantai ini lah yang sering disebut sebagai abrasi atau erosi laut (marine).

  1. Erosi es (gletser)

Es yang dimaksud di sini lebih sering kita kenal sebagai gletser. Erosi es ini terjadi saat tumpukan es bergerak secara perlahan ke arah bawah lalu mengikis lembah – lembah yang ada di pegunungan.

  1. Erosi angin (korasi)

Erosi yang terjadi oleh angin ini pun sering kita sebut sebagai korasi. Proses erosi yang disebabkan angin banyak terjadi di wilayah yang agak kering, seperti di wilayah sekitar gurun pasir.

  1. Erosi percik (splash erosion)

Erosi percik yaitu jenis erosi yang berupa percikan tanah halus. Erosi percik ini  terjadi karena tetesan air hujan ketika memercik pada batuan atau pun tanah.

  1. Erosi permukaan /Erosi Lembar (sheet erosion)

Erosi permukaan pun juga sering disebut sebagai erosi lembar. Erosi lembar terjadi karena memecah partikel tanah pada lapisan tanah yang hampir seragam.

  1. Erosi alur (rill erosion)

Erosi alur adalah jenis erosi yang terjadi karena adanya pengikisan tanah sehingga tanah tersebut mengakibatkan alur- alur yang searah dengan kemiringan pada lereng itu.

  1. Erosi parit (gully erosion)

Erosi parit yaitu jenis erosi yang diakibatkan oleh air dengan sangat kuat. Karena sangat kuat, maka lereng – lereng yang terkena erosi parit tersebut akan berbentuk menjadi huruf seperti parit V atau U.

  1. Erosi tebing sungai (stream bank erosion)

Erosi tebing sungai ini terjadi saat lembah sungai jadi bertambah lebarnya, yang dikarenakan adanya pengikisan pada dinding sungai atau disebut erosi lateral.

  1. Erosi air terjun (waterfall erosion)

Erosi air terjun merupakan erosi yang terjadi saat ada tenaga air terjun yang mengakibatkan pengikisan. Erosi air terjun ini biasanya berbentuk vertikal.

demikianlah artikel dari ayoksinau.com mengenai Erosi : Pengertian, Jenis, Proses, Penyebab, Contoh, semoga artikel ini bermanfaat bagi anda semuanya.