Etika Bisnis Dan Berwirausaha berdasarkan Norma dan Prinsip

etika-bisnis-dan-berwirausaha

Pengertian Etika Bisnis

Etika berasal dari bahasa perancis Etiquette yang berarti kartu undangan, pada saat itu Raja-raja perancis sering mengundang para tamu dengan menggunakan kartu undangan. Dalam kartu undangan tercantum persyaratan atau ketentuan untuk menghadiri acara seperti waktu acara dan pakaian yang harus dikenakan.

Dalam arti luas etika adalah tata cara berhubungan dengan manusia lain. Etika sering disebut sebagai tindakan mengatur tingkah laku atau perilaku manusia dengan masyarakat. Tingkah laku perlu diatur agar tidak melanggar norma-norma atau kebiasaan yang berlaku di masyarakat, karena norma-norma atau kebiasaan masyarakat disetiap daerah negara berbeda-beda.

Etika bisnis adalah acuan bagi perusahaan dalam melaksanakan kegiatan usaha termasuk dalam berinterkasi dengan pemangku kepentingan (stakeholders).

Etika bisnis adalah studi yang dikhususkan mengenai moral yang benar dan salah. Studi ini berkonsentrasi pada standar moral sebagaimana diterapkan dalam kebijakan, institusi, dan perilaku bisnis. (Velasquez, 2005). Tidak dipungkiri, tindakan yang tidak etis yang dilakukan oleh perusahaan akan memancing tindakan balasan dari konsumen dan masyarakat sehingga akan kontra produktif, misalnya melalui gerakan pemboikotan, larangan beredar, larangan beroperasi dan lain sebagainya. Hal ini akan dapat menurunkan nilai penjualan maupun nilai perusahaan. Sedangkan perusahaan yang menjunjung tinggi nilai etika bisnis, pada umumnya termasuk perusahaan yang memiliki peringkat kepuasan bekerja yang tinggi pula, terutama apabila perusahaaan tidak mentolerir tindakan yang tidak etis. Misalnya diskriminsi dalam sistem jenjang karier


Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Pengertian dan Jenis Bisnis beserta Menurut Para Ahli


Hakekat Etika Bisnis dan Kewirausahaan

Hakekat Etika Bisnis

Menurut pengertiannya, etika dapat dibedakan menjadi 2:

  • Etika sebagai praktis: nilai-nilai dan norma-norma moral (apa yang dilakukan sejauh sesuai atau tidak sesuai dengan nilai dan norma moral.
  • Etika sebagai refleksi: pemikiran moral. Berpikir tentang apa yang dilakukan dan khususnya tentang apa yang harus dilakukan atau tidak boleh dilakukan. (dalam hal ini adalah menyoroti dan menilai baik-buruknya perilaku seseorang).

Pengertiannya dapat dibedakan menjadi:

  1. Secara makro: etika bisnis mempelajari aspek-aspek moral dari sistem ekonomi secara keseluruhan.
  2. Secara meso: etika bisnis mempelajari masalah-masalah etis di bidang organisasi
  3. Secara mikro: etika bisnis difokuskan pada hubungan individu dengan ekonomi dan bisnis.

Pentingnya Etika Bisnis

Etika bisnis sangat penting untuk mempertahankan loyalitas stakeholder dalam membuat keputusan-keputusan perusahaan dan dalam memecahkan persoalan perusahaan. Hal ini disebabkan semua keputusan perusahaan sangat mempengaruhi dan dipengaruhi oleh stakeholder. Stakeholder adalah semua individu atau kelompok yang berkepentingan dan berpengaruh pada keputusan-keputusan perusahaan. Siapa saja stakeholder perusahaan:

  1. Para pengusaha dan mitra usaha
  2. Petani dan perusahaan pemasok bahan baku
  3. Organisasi pekerja yang mewakili pekerja
  4. Pemerintah yang mengatur kelancaran aktivitas usaha
  5. Bank penyandang dana perusahaan
  6. Investor penanam modal
  7. Masyarakat umum yang dilayani
  8. Pelanggan yang membeli produk

Hakekat Kewirausahaan

Kewirausahaan adalah proses mengidentifikasi, mengembangkan, dan membawa visi ke dalam kehidupan. Visi tersebut bisa berupa ide inovatif, peluang, cara yang lebih baik dalam menjalankan sesuatu. Hasil akhir dari proses tersebut adalah penciptaan usaha baru yang dibentuk pada kondisi risiko atau ketidakpastian.

Kewirausahaan merupakan sikap mental dan jiwa yang selalu aktif atau kreatif berdaya, bercipta, berkarsa dan bersaahaja dalam berusaha dalam rangka meningkatkan pendapatan dalam kegaitan usahanya atau kiprahnya. Ia selalu berkreasi dan berinovasi tanpa berhenti, karena dengan berkreasi dan berinovasi lah semua peluang dapat diperolehnya. Wirausaha adalah orang yang terampil memanfaatkan peluang dalam mengembangkan usahanya dengan tujuan untuk meningkatkan kehidupannya.

Hakekat Penting Kewirausahaan

Ada beberapa konsep yang menjelaskan tentang kewirausahaan. Berikut adalah  6 hakekat penting kewirausahaan ( Suryana,2003 : 13), yaitu :

  1. Kewirausahaan adalah suatu nilai yang diwujudkan dalam perilaku yang dijadikan dasar sumber daya, tenaga penggerak, tujuan, siasat, kiat, proses, dan hasil bisnis (Acmad Sanusi, 1994).
  2. Kewirausahaan adalah suatu kemampuan untuk menciptakan sesuatu yang baru dan berbeda (ability to create the new and different) (Drucker, 1959).
  3. Kewirausahaan adalah suatu proses penerapan kreativitas dan inovasi dalam memecahkan persoalan dan menemukan peluang untuk memperbaiki kehidupan (Zimmerer. 1996).
  4. Kewirausahaan adalah suatu nilai yang diperlukan untuk memulai suatu usaha (start-up phase) dan perkembangan usaha (venture growth) (Soeharto Prawiro, 1997).
  5. Kewirausahaan adalah suatu proses dalam mengerjakan sesuatu yang baru (creative), dan sesuatu yang berbeda (inovative) yang bermanfaat memberi nilai lebih.
  6. Kewirausahaan adalah usaha menciptakan nilai tambah dengan jalan mengkombinasikan sumber-sumber melaui cara-cara baru dan berbeda untuk memenangkan persaingan. Nilai tambah tersebut dapat diciptakan dengan cara mengembangkan teknologi baru, menemukan pengetahuan baru, menemukan cara baru untuk menghasilkan barang dan jasa yang baru yang lebih efisien, memperbaiki produk dan jasa yang sudah ada, dan menemukan cara baru untuk memberikan kepuasan kepada konsumen.

Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Pengertian dan Fungsi Hukum Bisnis beserta Sumbernya


Norma dan Etika Bisnis/Berwirausaha

Salah satu aspek yang sangat populer dan harus mendapat perhatian dalam dunia bisnis adalah etika dan moral bisnis. Etika bisnis selain dapat menjamin kepercayaan dan loyalitas dari semua unsur yang berpengaruh terhadap perusahaan, hal ini juga sangat menentukan maju atau mundurnya perusahaan. Menurut zimerer (1996:20) etika bisnis adalah suatu kode etik prilaku pengusaha berdasarkan pada nilai-nilai moral dan norma yang dijadikan tuntunana dalam membuat keputusan dan memecahakan persoalan. Etika bisnis sangat penting untuk mempertahankan loyalitas para pemangku kepentingan untuk membuat keputusan dan memecah persoalan perusahaan. Pemangku kepentinagn adalah semua individu atau kelompok yang berkepentinagn dan berpengaruh kepada keputusan perusahaan.

Ada dua jenis pemangku kepentingan yang berpengaruh kepada perusahaan diantaranya, yaitu pemnagku kepentinagn internal dan eksternal. Investor, karyawan dan manajemen, pemimpin perusahaan termasuk para pemangku kepentingan internal. Sedangkan pelanggan, asosiasion dagang, kreditor, pemasok, pemerintah, masyarakat umum, dan kelompok khusus yang berkepentinagn terhadap perusahaan merupakan pemnagku kepentinagn eksternal. Semua urusan ini sangat menentukan keputusan dan keberhasilan perusahaan. Menurut zimerer (1996:21) yang termasuk kelompok pemangku kepentingan ynag mempengaruhi keputusan bisnis ialah:

  1. Para pengurus dan mitra usaha
    Selain para pesaing seorang pengusaha juga merupakan mitra. Sebagai mitra para pengusaha adalah relasi usaha yang dapat bekerja sama dalam menyediakan informasi atau sumber peluang. Bahkan mitra usaha dapat berperan sebagia pemasok, pemroses, dan pemasar. Mereka secara bersama-sama menentukan harga jual – harga beli di daerah pemasaran, dan standar barang serta jasa. Loyalitas mitra usaha akan sangat bergantung pada kepuasan yang mereka terima.
  2. Petani perusahaan pemasok bahan baku
    Petani dan perusahaan berperan penting dalam meyediakan barang baku. Pasokan barang baku yang kurang bermutu dan lambat dapat mempengaruhi kinerja perusahaan. Oleh karena itu petani dan perusahaan yang memasok barang baku merupakan faktor yang langsung mempengaruhi keputusan bisnis. Keputusan dalam menentukan suatu kualitas barang dan jasa sangat berpengaruh pada pemasok bahan baku. Bahan baku yang berkualitas sangat berpengaruh pada loyalitas petani untuk menghasilkan bahan baku. Sebaliknya loyalitas petani penghasil barang baku yang tinggi sangat bergantung ada tingkat keputusan harga jual barang baku muapun dalam bnetuk insentif lainnya.
  3. Organisasi pekerja yang mewakili pekerja
    Organisasi pekerja dapat merubah keputusan melalui proses tawar menawar secara kolektif. Tawar menawar tingkat upah, jaminan sosial, kesehatan, kompensasi, dan jaminan hari tua sangat berpengaruh langsung terhadap pengambilan keputusan. Sebuah Perusahaan yang tidak melibatkan organisasi pekerja dalam mengambil keputusana sering menimbulkan protes-protes yang dapat menggangu jalan nya perusahaan.
  4. Pemerintah yang mengatur kelangsungan aktivitas usaha
    Pemerintah dapat mengatur kelangsungan aktivitas usaha dengan cara serangkaian kebijakan yang dibuatnya. Peraturan dan perundang-undangan pemerintah sangat berpengaruh terhadap iklim perusahaan. Undang-undang monopoli, hak cipta, hak paten, dan peraturan yang melindungi dan mengatur jalannya usaha sangat besar dampaknya terhadap dunia usaha.
  5. Bank sebagai Penyedia dana perusahaan
    Bank selain berfungsi sebagai jantung perekonomian secra makro, juga berfungsi sebagai lembaga yang dapat menyediakan dana perusahaan. Neraca-neraca perbankan ynag kurang likuid dapat mempengaruhi neraca-neraca perusahaan yang tidak likuid. Sebaliknya neraca-neraca perusahaan yang kurang likuid dapat empengaruhi kputusan bank dalam menyediakan dana bagi perusahaan. Bunga kredit bank dan persyaratn yang dibuat bank penyandang dana sangat besar pengaruhnya terhadap keputusan yang diambil dalam berwirausaha.
  6. Investor/penanam modal
    Investor penyandang dana dapat mempengaruhi perusahaan dengan serangakian persyaratan yang diajukan. Persyaratan itu akan mengikat dan sangat besar pengaruhnya dalam pengambilan keputusan. Loyalitas investor sangat bergantung kepada tingkat kepuasan mereka atas hasil penanaman modal.
  7. Masyarakat umum yang dilayani
    Masyarakat umum yang dilayani dapat mempengaruhi keputusan bisnis. Mereka akan menanggapi serta memberikan informasi tentang bisnis. Menanggapi dan memeberikan informasi tentang bisnis. Mereka juga adalah konsumen yang akan menentuka keputusan-keputusan perusahaan, baik didalam menentukan produk barang dan jasa yang dihasilkan maupun teknik produksi yang digunaakan. Harga dan kualitas barang serta pelayanan perusahaan pada masyarakat yang kurang memuaskan dapat menciptakan citra perusahaan yang kurang baik. Dalam hal ini loyalitas masyarakat terhadap perusahaan menjadi rendah sebagai akibat minimnya kepuasan yang mereka terima dari perusahaan.
  8. Konsumen yang mebeli produk
    Konsumen yang memberi produk secara langsung dapat mempengaruhi keputusan bisnis. Barang dan jasa yang akan dihasilkan, jumlahnya dan teknologi yang diperlukan sangat ditentukan oleh pelanggan dan mempengaruhi keputusan-keputusan bisnis.

Selain kelompok-kelompok tersebut beberapa kelompok lain yang berparan dalam perusahaan yaitu para pemangku kepentinagn kunci seperti manajer, direktur dan kelompok khusus. Seorang ahli berpendapat bahwa, Menurut Ronaldo J. Ebert (2000:183) jika seseorang menyenangi suatu pekerjaan maka ia akan merasa puas. Bila mereka meras puas, ia akan memiliki sikap loyal, komitmen, dan kerja keras yang berarti memiliki moral yang tinggi.

Jelaslah bahwa etika bisnis adalah landasan yang sangat penting dan harus diperhatikan terutama untuk menciptakan dan melindungi reputasi perusahaan. Oleh sebab itu, menurut zimerer etika bisnsi adalah masalah yang sanagt sensitif dan kompleks. Selain etika dan perilaku yang tidak kalah penting yaitu norma etika. Menurut zimerer (1996:22) ada tiga tingkatan norma etika diantaranya sekbagai berikut:

  • Hukum
    Berlaku bagi masyarakat secara umum yang mengatur perbuatan yang boleh dilakukan dan juga tidak boleh dilakukan. Hukum yang mengatur standar perilakau minimum.
  • Kebijakan dan prosedur organisasi
    Memberi arahan yang khusus bagi setiap orang dalam organisasi untuk mengambil keputusan sehari-hari. Para karyawan akan bekerja sesuai dengan kebijakn dan prosedur yang ada di dalam perusahaan.
  • Moral sikap mental individu
    Sangat penting dalam mengahadapi suatu keputusan yang tidak diatur oleh aturan formal. Nilai moral serta sikap mental indivcidu biasanya berasal dari keluarga, agama dan sekolah. Sebagian lain yang menentukan etika perilaku yaitu pendidikan, pelatihan dan pengalaman.

Menurut zimerer (1996) kerangka kerja etika dapat dikembangkan melalui tiga tahap yaitu:

  • Mengakui dimensi-dimensi etika yang ada sebagi suatu alternatif atau kepuasan. Artinya sebelum wirausahawan menginformasikan suatu keputusan etika yang dibuat terlebih dahulun ia harus mengakui etika yang ada.
  • Mengidentifikasi pemnagku kepentingan kunci yang terlibat dalam pengambilan keputusan. Setiap kepentinagn bisnis akan mempengaruhi dan dipengaruhi oleh berbagai pemangku kepentingan. Karena konflik dalam pemangku kepentingan dapat mempengaruhi pembuatan keputusan, sebelum keputusan itu dibaut, terlebih dahulu harus dihindari konflik antar pemangku kepentingan.
  • Membuta pilihan alternatif serta membedakan antara tanggapan etika dan bukan etika. Ketika membuat pilihan elternatif tanggapan etika dan bukan etika serta mengevaluasi dampak positif dan negatifnya, manajer akan menemukan beberapa hal berikut:
  1. Prinsi-prinsip dan etika perilaku
  2. Hak-hak moral
  3. Keadilan
  4. Konsekuensi dan hasil
  5. Pembenaran produk
  6. Intuisi dan pengertian

Yaitu memilih tanggapan etika yang tebaik dan mengimplementasikannya. Hal Tersebut harus konsisten denagn tujuan, budaya, dan sistem nilai perusahaan serta keputusan individu.

Menut zimmerer, pihak yang bertanggung jawab terhadap moral etika adalah manajer. Oleh karena itu, ada tiga tipe manajer bila dilihat dari sudut etikanya, yaitu sebagai berikut:

  1. Manaemen immoral
    Manajemen immoral didorong karena kepentingan individu itu sendiri, demi keuntungan sendiri atau perusahaan. Kekuatan yang menggerakkan manajemen immoral adalah kerakusan atau ketamakan, yaitu berupa perestasi organisasi atau keberhasilan personal.
  2. Manajemen amoral
    Tujuan utama dari manajemen amoral yaitu laba, akan tetapi tindakannya berbeda dengan manajemen immoral. Ada satu cara kunci yang membedakannya, yaitu mereka tidak dengan sengaja melanggar hukum atau norma etika. Yang terjadi pada manajemen amoral mrupakan mempertimbangkan etika dalam mengambil keputusan.
  3. Manajemen moral
    Manajemen moral juga bertujuan untuk memperoleh keberhasilan, tapi dengan menggunakan aspek legal dan prinsip – prinsip etika. Falsafah manajemen moral selalu melihat hukum sebagai standar minimum untuk beretika dalam perilaku.

Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Pengertian dan Fungsi Manajemen Dalam Usaha


Prinsip Etika dan Perilaku Bisnis/ Berwirausaha

Menurut pendapat Michel Joesephson (1988) yang dikutip oleh Zimmerer (1999: 27 – 28), secara universal, ada 10 prinsip etika yang mengarahkan prilaku, yaitu sebagai berikut:

  1. Kejujuran, yaitu penuh kepercayaan, bersifat jujur, sungguh – sunguh, terus – terang, tidak curang, tidak mencuri, tidak menggelapkan, dan tidak menipu.
  2. Integritas, adalah memegang prinsip, melakukan kegiatan yang terhormat, tulus hati, berani dan penuh pendirian, tidak bermuka dua, tidak berbuat jahat, dan dapat dipercaya.
  3. Memelihara janji, yaitu selalu menati janji, patut dipercaya, penuh komitmen,patuh, tidak menginterpretasikan persetujuan dalam bentuk teknikal atau legalistik denngan dalil ketidak relaan.
  4. Kesetiaan, yaitu hormat dan loyal kepada keluarga, teman ,karyawan, dan Negara, tidak menggunakan atau memperlihatkan informasi rahasia.
  5. Kewajaran/keadilan, yaitu berlaku adil dan berbudi luhur, bersedia mengakui kesalahan, memperlihatkan komitmen keadilan, persamaanperilaku individu dan toleran terhadap perbedaan serta tidak bertindak melampauin batas atau mengambil keuntungan yang tidak pantas dari kesalahan atau kemalangan orang.
  6. Suka membantu orang lain, yaitu saling membantu, berbaik hati, belas kasihan, tolong – menolong kebersamaan, dan menghindari segala sesuatu yang membahayakan orang lain.
  7. Hormat kepad aorang lain, yaitu menghormati martabat orang lain, kebebasan dan hak menentukan nasib sendiri bagi semua orang, bersopan santun, tidak merendahkan serta mempermalukan martabat orang lain.
  8. Warga Negara yang bertanggung jawab, adalah selalu menaati hokum, penuh kesadaran sosial, dan menghormatti proses demokrasi, dalam mengambil keputusan.
  9. Mengejar keunggulan, yaitu mengejar keungguan dalm segala hal, baik dalam pertemuan personal maupun pertanggung jawaban personal, tekun, dapat dipercaya / handal, rajin penuh komitmen, melakukan semua tugas dengan kemampuan terbaik, dan mengembangkan serta mempertahankan tingkat kompetensi yang tinggi.
  10. Dapat dipertanggungjawabkan, yaitu memiliki dan menerima tanggung jawab atas keputusan dan konsekuensinya serta selalu memberikan contoh.

Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Pengertian Kebijakan Fiskal beserta Fungsi dan Jenisnya


Tujuan dan Manfaat Etika Bisnis Dalam Wirausaha

Tujuan etika harus sejalan dengan tujuan perusahaan, ada beberapa tujuan etika yang selalu ingin dicapai oleh perusahaan, yaitu:

  1. Untuk persahabatan dan pergaulan
    Etika dapat meningkatkan keakraban dengan karyawan, pelanggan atau pihak-pihak lain yang berkepentingan. Suasana akrab akan berubah menjadi persahabatan dan menambah luasnya pergaulan. Jika karyawan, pelanggan, dan masyarakat menjadi akrab, segala urusan akan menjadi lebih mudah dan lancer.
  2. Menyenangkan orang lain
    Sikap menyenangkan orang lain merupakan sikap yang mulia. Jika kita ingin dihormati, maka hormatilah orang lain. Menyenangkan orang berarti membuat orang menjadi suka dan puas terhadap pelayanan yang diberikan. Jika pelanggan merasa senang dan puas atas pelayanan yang diberikan, diharapkan mereka akan mengulangnya kembali suatu waktu.
  3. Membujuk pelanggan
    Setiap calon pelanggan memiliki karakter tersendiri. Kadang-kadang calon pelanggan perlu dibujuk agar mau menjadi pelanggan. Berbagai cara dapat dilakukan oleh perusahaan untuk membujuk calon pelanggan, salah satunya dengan cara melalui etika yang ditunjukan seluruh karyawan perusahaan.
  4. Mempertahankan pelanggan
    Ada anggapan mempertahankan planggan jauh lebih sulit daripada mencari pelanggan, dan ada juga yang beranggapan bahwa mempertahankan pelanggan lebih mudah karena merka sudah merakan produk atau layanan yang diberikan.
  5. Membina dan menjaga hubungan
    Hubungan yang sudah berjalan baik harus tetap dan terus dibina. Hindari adanya perbedaan paham atau konflik. Dengan etika ciptakan hubungan dalam suasana akrab dan lebih baik
Send this to a friend