Lapisan Bumi

Diposting pada

Pengertian Bumi

Bumi ialah salah satu planet di tata surya (sistem matahari) yang berada dalam suatu galaksi yang disebut Galaksi Bima Sakti (The Milky Ways/Kabut Putih). Dalam tata surya kita planet bumi menempati nomor tiga dari matahari. Selain planet-planet yang ada di dalam tata surya ada juga benda-benda angkasa lain dan 200 milyar bintang yang berada pada Galaksi Bima Sakti. Pada suatu penelitian galaksi Bima Sakti ternyata bukanlah satu-satunya galaksi namun ada ratusan,jutaan bahkan milyaran galaksi lainnya yang menempati jagat raya ini. Adapun proses pembuatan batu-batuan terjadi secara perlahan di dalam bumi dan reliefnya berdasarkan dengan zaman sejarah dalam ilmu geologi.

Lapisan Bumi

Struktur Bumi Menurut Para Ahli

Pada saat proses pendinginan berlangsung dalam waktu yang sangat memakan waktu hingga jutaan tahun, maka zat-zat pembuat bumi yang terdiri dari berbagai jenis sifat kimia dan fisikanya telah sempat melepaskan diri berdasarkan dengan perbedaan sifat-sifat tersebut.

Secara struktur, Berikut ialah penjelasan mengenai struktur bumi :

  1. Kerak bumi (crush)

Kerak bumi/Crush ialah kulit bumi bagian luar (permukaan bumi). Tebal lapisan kerak bumi sampai 70 km ialah lapisan batuan yang terdiri dari batu-batuan dan masam. Lapisan menjadi habitat bagi seluruh makhluk hidup. Suhu di bagian bawah kerak bumi sampai 1.100 derajat Celcius. Lapisan kerak bumi dan bagian di bawahnya sampai kedalamn 100 km disebut litosfer. Kerak dan mantel dibatasi oleh Mohorovivic Discontinuity.

Susunan kerak bumi yaitu terdiri atas feldsfar dan mineral silikat. Lapisan bagian atas kerak bumi yang bertempat di daerah daratan, biasanya dilapisi oleh tanah. Tanah, yang terdiri dari kandingan partikel batuan yang sudah ditimpa cuaca, dan juga mengandung banyak zat organik yang berasal dari pembusukan makhluk hidup pada zaman purba.Tanah bisa membantu kehidupan tanaman di bumi dan juga binatang karena makanan hewan, baik langsung ataupun tidak berasal dari tanaman.

  1. Selimut/selubung bumi (mantle)

Lapisan ini sering disebut juga astenosfer. Selimut/selubung ialah lapisan yang berada di bawah lapisan kerak bumi. Tebal selimut bumi hingga 2.900 km ialah lapisan batuan padat. Selimut bumi terdiri dari penggabungan berbagai bahan yang mempunyai bentuk cair,padat dan gas dengan suhu yang tinggi. Suhu di bagian bawah selimut bumi hingga 3.000 derajat celcius. Mantel/selimut bumi ini yang menutup inti bumi. adapun teksturnya kaya akan magnesium. Mantel bumi terdiri atas dua yaitu mantel atas yang mempunyai sifat plastis sampai semiplastis dengan kedalaman hingga 400 km sedangkan mantel bagian bawah mempunyai sifat padat dengan kedalaman sampai 2.900 km.

  1. Inti bumi (core)

Lapisan ini dibagi menjadi dua yaitu lapisan inti luar (outer core) dan lapisan inti dalam (innner core). Lapisan inti luar tebalnya hingga 2.000 km dan terdiri atas besi cair yang suhunya hingga 2.200 derajat Celcius. Adapun inti bagian dalam ialah pusat bumi berbentuk bola dengan diameter hingga 2.700 km. Inti dalam ini terdiri atas nikel dan besi yang suhunya hingga 4.500 derajat Celcius. Pada pengujian geofisikia,inti bumi mempunyai bahan baku dengan berat jenis yang sama dengan berat jenis meteorit logam yang terdiri dari material besi dan nikel. Sehingga para ahli meyakini bahwa inti bumi terbentuk dari beberapa senyawa besi dan nikel.

Atmosfer – Atmosfer ialah lapisan udara yang menutupi bumi secara menyeluruh dengan ketebalan hingga 650 km. Gerakan udara dalam atmosfer terjadi disebapkan karena adanya pengaruh pemanasan sinar matahari serta perputaran bumi.

Fungsi atmosfer ialah pada perputaran bumi ini dapat memacu bergeraknya massa udara, sehingga terjadilah perbedaan tekanan udara di berbagai daerah di dalam atmosfer yang dapat menyebapkan arus angin. Pada lapisan atmosfer ada kandungan berbagai jenis gas. Berdasarkan volumenya,jenis gas yang sangat banyak terkandung berturut-turut ialah nitrogen (N2) sebanyak 78,08 %,oksigen (O2) sebanyak 20,95%,argon sebanyak 0,93 %,serta karbon dioksida (CO2) sebanyak 0,03%.

Hidrosfer ialah wilayah perairan yang memutari bumi. hidrosfer mencakup samudra, laut, danau, air, tanah,mata air, hujan, dan air yang ada di dalam atmosfer. Sekitar tiga perempat dari permukaan bumi dibendung oleh air. Air di bumi bersirkulasi dalam lingkaran hidrologi, dimana air yang jatuh ialah hujan dan mengalir hingga menuju samudra  sebagai sungai dan menguap kembali ke atmosfer.

Jumlah air di bumi tidak naik dan tidak turun, namun bentuk dan lokasinya yg sering mengalami perubahan. Perubahan wujud air (padat,cair,dan gas) membuat suatu siklus/daur yang disebut siklus/daur hidrologi. Siklus hidrologi ialah proses perputaran air, seperti proses terjadinya hujan dari air menguap menjadi awan, dan apabila sudah mencapai titik jenuh awan tersebut dapat jatuh dalam bentuk air hujan begitu seterusnya.

Lapisan Pada Bumi

Bumi pada dasarnya ialah sebuah bola batuan raksasa yang melaksanakan pergerakan di angkasa dengan kecepatan sampai  3000 m per detik. Adapun Berat bumi ialah sampai 6000 juta ton. Pada bagian batuan yang tidak digenangi air inilah yg dapat membuat bagian bumi yang lain lalu kemudian dijuluki sebagai daratan. Bumi diselimuti oleh lapisan gas yang disebut atmosfer dengan ketinggian lapisan sejumlah 700 km dari permukaan bumi. Bumi terdiri dari beberapa lapisan yaitu:

Atmosfer

Atmosfer –  ialah lapisan udara yang memutari bumi. Tebalnya ± 2.000 km. Lapisan udara ini terutama menyimpan nitrogen, oksigen,dan gas. Lapisan atmosfer mengamankan bumi agar tidak terlalu panas akibat terkena sinar matahari dan tidak terlalu dingin. Lapisan udara ini juga membentengi bumi terhadap sinar ultra ungu dari matahari, sinar ini sangat berbahaya bagi berlangsungnya kehidupan. Di lapisan bawah atmosfer ada awan yang menyimpan butir-butir air yang berasal dari uap air lautan dan uap air daratan yg turun ke bumi sebagai hujan.

Hidrosfer

Hidrosfer lautan perairan – Lautan ialah cekungan besar yang berisi air dengan kedalaman rata-rata mencapai 3.500 m. Luas lautan sampai dua per tiga permukaan bumi.

Litosfer

Litosfer – yaitu lapisan yang berada di atas lapisan pengantara, dengan ketebalan hingga 1200 km, berat jenisnya rata-rata mencapai 2,8 gr/cm3.

Litosfer berasal dari dua kata yaitu katalithos yang memiliki arti batu dan katasfhere/sphaira yang memiliki arti bulatan/lapisan. Dengan demikian Litosfer bisa disebut sebagai suatu lapisan batuan pembuat kulit bumi. Dalam kata lain, litosfer ialah bagian lapisan bumi yang paling atas dengan ketebalan lebih mencapai 70 km yang terbentuk dari batuan pembentuk kulit bumi.

Kulit bumi/litosfer terdiri atas :

Lapisan sial (si – silica – al – aluminium) – Yaitu lapisan kulit bumi yang terbentuk dari logam silisium dan aluminium,senyawanya dalam wujud SiO2 dan Al2o3. Dalam lapisan ini ada batuan sedimen, granit, andesit, jenis batuan metamorf dan batuan lain di daratan benua. Lapisan sial dijuluki lapisan kerak yang bersifat padat dan kaku dengan ketebalan rata-rata mencapai 35 km.

Kerak benua – ialah benda padat yang terdiri atas batuan beku granit pada bagian atasnya dan batuan beku basalt ada bagian bawahnya. Kerak ini yang menduduki sebagai benua. Kerak benua terdiri atas kandungan mineral berupa Si,Al. Adapun ketebalannya mencapai 30-80 km (Condie,1982) dan rata-rata mencapai  35 km sedangkan berat jenisnya yaitu mencapai  2,85 mg/cc. Biasanya kerak benua dijuluki lapisan granitis karena terdiri atas susunan batuan yang berkomposisi batuan granit.

demikianlah artikel dari ayoksinau.com mengenai Lapisan Bumi : Pengertian, Struktur, dan Penjelasannya, semoga artikel ini bermanfaat bagi anda semuanya.