Fungsi Hujan

Diposting pada

Pengertian Hujan

Hujan ialah sebuah presipitasi yang berupa cairan, berbeda atas presipitasi non-cair seperti salju, batu es dan slit. Hujan membutuhkan keberadaan lapisan atmosfer tebal agar bisa menemui suhu di atas titik leleh es yang ada di dekat dan juga bisa berasa di atas permukaan Bumi.

Fungsi Hujan

Di Bumi sendiri, hujan ialah proses kondensasi uap air di atmosfer yang menjadi butir-butir  air yang cukup berat untuk jatuh dan biasanya tiba di daratan.


Definisi hujan

Selama ini kita hanya sedikit mengenal hujan dari rintikannya di depan rumah yang akan membawa berjuta juta tetesan yang jatuh ke tanah.


Proses terjadinya hujan sebenarnya secara ilmiah hujan ialah salah satu wujud peristiwa prespitasi yaitu jatuhnya air / cairan dari atmosfer bumi, entah nantinya di dalam bentuk cair atau ke permukaan bumi tersebut.

Atas adanya lapisan atmosfer yang tebal, sehingga bisa memenuhi suhu yang telah mencapai sangat tinggi (lebih tinggi dari titik leleh es) dan letaknya di atas permukaan bumi.

Selain itu hujan juga bisa di artikan ke dalam wujud suatu proses kondensasi, yaitu adanya perubahan wujud dari benda cair menuju benda padat yang akan membentuk sebuah awan, yang dimana awan tersebut memiliki massa cukup berat sehingga jatuh ke atas bumi.


Proses Terjadinya Hujan

Proses Terjadinya Hujan Secara Lengkap

Bagaimanakah proses terjadinya hujan dari  awal hingga akan turun nya hujan? Berikut ini ialah langkah-langkah dan tahapan teks eksplanasi proses terjadinya hujan.


Air menguap karena panas matahari

Matahari ialah sumber energi yang telah menerangi permukaan Bumi. Efek panas dari matahari juga menjadi awal mula terjadinya hujan tersebut. Panas matahari bisa menyebabkan air menguap ke udara, baik itu air laut, air sungai / air danau dan juga air dari kandungan makhluk hidup lainnya.


Uap air menjadi padat dan terbentuklah awan

Suhu udara kemudian akan memegang peranan penting di dalam proses kondensasi, yaitu pemadatan uap air dan kemudian akan membentuk sebuah embun. Embun terbentuk dari titik-titik air kecil sehingga suhu udara semakin tinggi dan akan membuatnya memadat dan akan menjadi awan.


 Awan kecil menjadi besar karena hembusan angin

Adanya hembusan angin kemudian bisa membuat awan yang sudah terbentuk bergerak ke tempat lain. Kumpulan awan-awan kecil kemudian akan menyatu sehingga terbentuklah sebuah awan yang lebih besar. Setelahnya awan besar akan bergerak ke langit maupun daerah atas suhu yang lebih rendah dan warnanya menjadi semakin kelabu.


Hujan pun turun

Setelah awan semakin kelabu, akhirnya titik-titik air tersebut akan menjadi semakin berat. Akibatnya titik-titik air tidak bisa terbendung lagi dan juga akan membuat butiran-butiran air akan jatuh ke permukaan Bumi. Dari sini lah proses terjadinya hujan akan berlangsung dan dimana air hujan akan membasahi daerah sekitarnya.


Proses Terjadinya Hujan Secara Singkat

Jika dijelaskan secara singkat di dalam bentuk poin-poin, maka dapat  dilihat atas penjelasan proses terjadinya hujan secara singkat ialah berikut ini :


  • Panas matahari bisa membuat air laut atau danau akan menguap.
  • Uap air terkumpul di udara ke dalam bentuk awan.
  • Awan yang akan terbentuk menjadi semakin besar, lalu butiran-butiran air itu akan jatuh.
  • Terjadilah hujan.

Jenis – Jenis Hujan

Taukah anda apakah  hujan itu ? mungkin kata hujan memang sudah tidak asing lagi bagi kita semua, hujan yang datang atas saat kurun waktu yang tertentu dan juga dinanti-nati oleh makhluk hidup untuk memberikan arti penting bagi kehidupan makhluk hidup. Hujan sendiri memiliki arti lain menurut para peneliti. Hujan memang sudah umum terjadi di seluruh dunia sehingga para peniliti akan memiliki arti yang lain-lain tentang hujan.


Berikut ialah jenis-jenis hujan :

Hujan siklonal

Hujan siklonal akan terjadi karena adanya udara yang cukup panas, sehingga suhu lingkungan yang tinggi serta bersamaan atas angin yang berputar putar. Pada umumnya terjadi di daerah yang di lewati garis khayal khatulistiwa / biasa disebut ekuator.

Hal ini di sebabkan karena adanya pertemuan 2 angin ialah antara angin pasat timur laut atas angin pasat tenggara. Setelah itu angin tersebut akan naik, kemudian menggumpal di atas awan yang berada di garis ekuator.


Hujan orografis

hujan orografis ialah hujan yang terjadi karena adanya angin yang mengandung uap air, lalu arah pergerakan hujan orografis secara horizontal. Perjalanan angin terbilang harus melewati pegunungan yang bisa menyebabkan suhu angin menjadi dingin dan akibat adanya proses kondensasi.

Kemudian atas adanya proses pembentukan titik-titik air tersebut yang mulai mengendap yang bisa menyebabkan terjadinya hujan atas lereng gunung yang menghadap ke arah datangnya angin tersebut yang biasanya bergerak secara horizontal.


Hujan frontal

Hujan frontal ialah jenis hujan yang bisa terjadi karena adanya pertemuan antara massa udara yang dingin dan suhu yang rendah atas massa udara yang panas dan suhu yang tinggi.Atas saat bertemu, lalu suhu udara yang rendah dan atas massa udara yang lebih dingin dan lebih berat dari pada suhu tinggi dan massa udara yang panas, menyebabkan uap yang di bawa nya udara dingin akan jatuh atas lebat di atas permukaan bumi.

Demikianlah artikel dari ayoksinau.com mengenai Hujan ialah sebuah presipitasi yang berupa cairan, berbeda atas presipitasi non-cair seperti salju, batu es dan slit. semoga artikel ini bermanfaat bagi anda semuanya.