Perilaku Husnudzan, Pengertian Husnudzan, Dasar Hukum, Dan Perilaku Husnudzan Terhadap Allah Swt. (Lengkap)

Posted on

Pengertian Husnudzan

Husnudzan berasal dari kata husnu dan zan. Husnu berasal dari kata hasanun yang artinya baik dan zan yang berarti prasangka dan praduga. Jadi, secara terminologi, husnudzan merupakan kata hati yang menganggap bahwa orang lain atau pihak lain berprilaku baik atau anggapan seseorang yang beranggapan bahwa perilaku atau perbuatan orang atau pihak lain ialah baik atau tidak merugikan dan tidak mencelakakan pihak lain.

Husnudzan artinya yaitu berbaik sangka, berprasangka baik atau dikenal juga dengan istilah positive thinking. Antonimnya adalah su’udzan yang definisinya adalah buruk sangka, berprasangka buruk atau dikenal dengan istilah negative thinking. Perilaku husnudzan termasuk ke dalam akhlak terpuji, karena mendatangkan manfaat. Sedangkan, perilaku su’udzan termasuk akhlak tercela karena akan mendatangkan kerugian (kemudharatan). Kedua sifat tersebut adalah perbuatan yang lahir dari bisikan jiwa yang dapat diwujudkan melalui perbuatan maupun lisan.

Dasar Hukum

Husnudzan atau berprasangka baik hukumnya adalah mubah (boleh). Sedangkan su’udzan atau berprasangka buruk, Allah swt. Beserta rasul-Nya telah melarangnya, seperti yang dijelaskan dalam QS. Al-Hujarat: 12. Dalam QS. Al-hujarat ayat 12 tersebut menjelaskan bahwa, kita sebagai seseorang yang beriman kepada Allah swt, harus menjauhkan diri dari prasangka buruk (su’udzan). Karena perilaku su’udzan merupakan perbuatan dosa. Dan juga kita dilarang untuk mencari-cara atau menggunjing kesalahan orang lain.

Sabda Rasulullah saw., yang artinya: “Jauhkanlah dirimu dari prasangka buruk, karena berprasangka buruk itu sedusta-dusta pembicaraan (yakni jauhkan dirimu dari perilaku menuduh seseorang berdasarkan sangkaan saja)”. (HR. Bukhari dan Muslim)

Perilaku Husnudzan Terhadap Allah swt.

Perbuatan serta ketentuan apa pun dari Allah swt. Terhadap makhluk ciptaan-Nya ialah hak Allah. Ketentuan dan perbuatan Allah swt. Dapat berupa perbuatan dan ketentuan yang baik dan tidak baik atau buruk. Baik ataupun buruk adalah hak Allah swt. Sehingga manusia dalam menerima perbuatan dan ketentuan Allah swt. Terutama yang buruk, seharusnya menerima dengan baik. Artinya, harus dipahami bahwa hal tersebut telah menjadi kebijaksanaan yang bijak dari Allah swt. Allah berhak berbuat dan menentukan apa saja terhadap semua makhluk ciptaan-Nya. Sesuai dengan sifat Allah tidak akan dan tidak mungkin berbuat zalim atau aniaya terhadap manusia. Terdapat dalam QS. Fussilat: 46, yang artinya: “Dan Tuhanmu sama sekali tidak menzalimi hamba-hambanya”.

Menunjukkan sikap Husnudzan kepada Allah swt. Menunjukkan sikap husnudzan kepada Allah swt. Dapat ditunjukkan melalui cara berikut ini:

  1. Senantiasa taat kepada Allah
  2. Bersyukur apabila mendapatkan kenikmatan
  3. Bersabar dan ikhlas apabila sedang mendapatkan ujian serta cobaan
  4. Yaitu bahwa terdapat hikmah di balik segala penderitaan dan kegagalan.

Demikianlah artikel tentang Perilaku Husnudzan, Pengertian Husnudzan, Dasar Hukum, Dan Perilaku Husnudzan Terhadap Allah Swt. (Lengkap) dari Ayoksinau.com

Baca juga:

Hukum Islam, Pengertian Hukum Islam, Tempat berlakunya hukum Islam dan Objek hokum islam, Macam-macam Hukum Islam dan Bukti kesempurnaan Hukum Islam, dan Sumber Hukum Islam (Lengkep)

8 prinsip mudah menghafal al-quran

Sejarah Masjid Al-aqsa Lengkap

Sejarah dan Biografi Singkat Abu Bakar As-Siddiq Khalifa Khulafaur Rasyidin yang Pertama (Lengkap)

AgamaUmum