Pengertian, Tujuan dan Jenis Algoritma Kriptografi Lengkap

Posted on

Pengertian Kriptografi

Kriptografi  atau cryptography yang berasal dari Bahasa Yunani yaitu cryptos diartikan  sebagai secret (rahasia), sedangkan graphein artinya writing (tulisan) sehingga kriptografi berarti secret writing (tulisan rahasia). Ada sebagaian definisi kriptografi yang telah ditampilkan di dalam berbagai literatur. Definisi yang dipakai di dalam buku-buku keluaran lama (sebelum tahun 1980-an) yang mengartikan bahwa kriptografi adalah sebuah ilmu dan seni untuk menjaga kerahasiaan pesan dengan cara menyandikannya ke dalam bentuk yang tidak dapat dimengerti lagi maknanya oleh orang lain. Definisi ini mungkin cocok pada zaman dulu dimana kriptografi dipakai untuk keamanan berkomunikasi rahasia seperti komunikasi di bagian militer, diplomat, dan mata-mata. Tetapi pada saat ini kriptografi bukan hanya sekedar privacy, tetapi juga untuk tujuan data integrity, authentication, dan non-repudation.

Tujuan Kriptografi

Dalam penerapannya, Kriptografi memiliki tujuan untuk memberi layanan keamanan antara lain: kerahasiaan (confidentiality), integritas data (data integrity), otentikasi (authentication), dan penyangkalan(non-repudiation).

  1. Kerahasiaan (confidentiality) mengacu pada layanan perlindungan informasi agar tidak dapat dibaca oleh pihak-pihak yang tidak berhak. Pihak yang tidak diinginkan, yang disebut musuh harus tidak dapat mengakses materi komunikasi.
  2. Integritas data (data integrity) merupakan layanan yang menjamin bahwa pesan masih asli/utuh atau belum pernah dimanipulasi selama masa pengiriman.
  3. Otentikasi (authentication) ialah pelayanan yang berkaitan dengan pengidentifikasian, baik dari hal kebenaran pihak-pihak yang melakukan komunikasi (user authentication) maupun keaslian pesan (data origin authentication). Kedua belah pihak yang melakukan komunikasi harus dapat mengotentikasi satu sama lain sehingga ia dapat memastikan sumber pesan.
  4. Penyangkalan (Non-repudiation) merupakan sebuah pembuktian penerima bahwa pengirim memang yang mengirim pesan, dan pembuktian pengirim bahwa penerima memang yang menerima pesan.

Jenis Algoritma Kriptografi

Berdasarkan key yang digunakan, algoritma kriptografi bisa dibedakan atas dua jenis, diantaranya adalah :

1. Simetris (Symetric Algorithms)

Symmetric Algorithms key  yang dipakai untuk melakukan enkripsi dan dekripsi pada dasarnya identik  K1 = K2 = K, akan tetapi satu key dapat pula diturunkan dari key yang lainnya. Key yang ada harus disembunyikan . maka dari itu sistem ini sering disebut sebagai secret-key ciphersystem.

Secara matematis Algoritma ini dapat ditulis :

Ek(M) = C ^ dk (C) = M

Ek adalah proses enkripsi dengan menggunakan kunci K, M adalah pesan asli (Plainetext), dan C adalah pesan yang disandikan (Cipertext).

2. Asimetris (Asymmetric Algorithms)

pada Asymmetric Algorithms ini dipakai dua buah key. Satu kunci yang diartikan sebagai kunci publik atau public key dapat diumumkan, sedangkan kunci yang lainya bisa disebut kunci privat atau private key harus dirahasiakan. Proses memakai sistem yang  dapat diterangkan secara standar seperti berikut ini:

Jika A ingin mengirimkan pesan kepada B, A dapat menyandikan pesannya dengan menggunakan key publik B, dan jika B ingin membuka surat itu, ia perlu mendekripsikan surat itu dengan key  privatnya.

Dengan begitu kedua belah pihak dapat menjamin asal surat serta keabsahan surat tersebut, karena adanya cara ini. Contoh sistem ini diantara RSA Scheme dan Merkle-Hellman Scheme.

Blok diagram proses enkripsi/dekripsi suatu cipher digambarkan sebagai berikut :

Demikianlah Penjelasan Tentang Pengertian, Tujuan dan Jenis Algoritma Kriptografi dari ayoksinau.com semoga bermanfaat.

Baca Juga :