Pengertian Produksi – Tujuan, Faktor, Fungsi & Tujuannya | Ayoksinau.com

Posted on

Pengertian Produksi – Pada pembahasan kali ini, ayoksinau.com akan membahas tentang apa itu kegiatan produksi. Dalam satu keluarga untuk dapat memenuhi kebutuhan makan, mereka dapa menghasilkan sendiri. Tidak semua orang dapat memenuhi kebutuhannya sendiri, tetapi mereka berharap dapat memenuhi kebutuhan hidup mereka dan keluarga mereka.

gambar pengertian produksi

Contoh, sorang ibu rumah tangga selalu bangun pagi-pagi untuk dapat menyiapkan sarapan untuk anak-anaknya dan keluarganya dan hal tersebut sering disebut dengan produksi.

Lalu apa pengertian secara jelas tentang produksi itu ?

Pengertian Produksi

Pengertian produksi bukan hanya sekedar untuk menghasilkan suatu barang saja, tetapi memiliki arti yang lebih luas lagi.

Contoh pengertian produksi yang lain, seperti pabrik tekstil yang setiap hari mampu menghasilkan kain. Produk yang dihasilkan dari pabrik tersebut sudah dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan manusia. Tetapi akan lebih berguna lagi, apabila kain tersebut dijadikan pakaian. Dan akan sangat berguna apabila kain dijadikan baju.

Produksi bukan hanya sekedar menghasilkan suatu barang/jasa saja, akan tetapi harus memiliki nilai guna bagi manusia dan masyarakat.

Jadi dapat disimpulkan bahwa

“Produksi merupakan kegiatan untuk dapat menghasilkan barang atau jasa, dimana barang atau jasa tersebut tentu saja memiliki nilai guna (utilitas)”. Karena setiap barang-barang yang dihasilkan dari perusahaan, UKM dll memiliki nilai guna yang berbeda-beda.

Nilai Guna Produksi

Setiap barang dan jasa selalu memiliki nilai guna yang berbeda-beda. Perbedaan nilai guna tersebut dapat dilihat dari beberapa hal. Berikut penjelasannya :

  • Nilai guna bentuk (form utility)

Nilai guna bentuk yaitu suatu barang yang memiliki nilai guna apabila telah mengalami suatu perubahan bentuk.

Contohnya seperti kain, kain memang sudah memiliki nilai guna, tetapi akan lebih bertambah nilai gunanya apabila kain tersebut dirubah menjadi baju, celana ataupun yang lainnya.

Perubahan suatu barang terhadap nilai guna tersebut akan mempengaruhi manfaat dan harga suatu barang tersebut. Harga baju akan menjadi lebih mahal dibandingkan dengan harga kain.

Contoh lainnya, harga tahu dan tempe akan lebih mahal dan bermanfaat dibandingkan dengan harga dan manfaat dari kacang kedelai.

  • Nilai guna tempat (place utility)

Nilai guna tempat merupakan suatu nilai guna barang akan menjadi lebih tinggi karena perbedaan tempat.

Contohnya sayuran, harga sayuran di mall akan jauh lebih tinggi dibandingkan dengan harga sayur di pasaran.

Baca juga :

  • Nilai guna Kepemilikan (ownership utility)

Nilai guna kegunaan adalah nilai barang akan menjadi bertambah apabila barang tersebut telah berpidah kepemilikannya.

Contohnya

  • Toko baju belumlah memiliki nilai guna dan akan memiliki nilai guna ketika ada orang yang membeli baju ditoko tersebut dan memakainya.
  • Seorang manager tidak perlu memiliki cangkul, akan tetapi membutuhkan laptop. Hal tersebut juga menunjukan selain dari kepemilikannya, maka nilai guna ini ditentukan oleh siapa pemiliknya
  • Nilai Guna Waktu (time utility)

Nilai guna suatu barang akan bertambah digunakan pada saat atau waktu yang tepat.

Contohnya

  • Jas hujan akan bertambah nilai gunanya ketika digunakan musim hujan

Nilai guna suatu barang akan bertambah ketika kita menggunakannya pada saat waktu yang tepat.

Produsen merupakan orang yang melakukan kegiatan produksi. Dan untuk melakukan kegiatan produksi seorang produsen harus selalu mengingat tiga hal

A. What

Barang – barang apa saja yang akan dihasilkan dan apa saja bahan-bahannya. Hal ini berhubungan dengan tujuan produksi. Tujuan barang untuk menghasilkan barang produksi atau barang konsumsi

B. How

Bagaimana cara memproduksi suatu barang, itu juga harus di pikirkan oleh seorang produsen. Karena hal tersebut sangat berkaitan dengan modal, tenaga kerja dan bahan baku. Dengan mengetahui hal tersebut maka produsen akan dapat menghasilkan barang yang berkwalitas dan harja jual murah.

C. Whom

Kemudian hasil tujuannya targetnya untuk siapa? Permasalahan yang ditimbulkan bukan hanya sekedar dapat menghasilkan barang. Tetapi harus memikirkan bahwa barang yang dihasilkan harus diterima oleh masyarakat. Untuk hal tersebut maka seorang pengusaha harus melakukan kegiatan promosi agar barang hasil dari produksinya dikenal dan diminati masyarakat.

Baca juga artikel di bawah ini :