Pengertian Pajak, Fungsi, Serta Jenis-Jenisnya Menurut Para Ahli | Ayoksinau.com

Posted on

Pengertian Pajak – Pada pembahasan kali ini kita akan membahas penjelasan mengenai pajak. Mungkin dari kalian sudah tidak asing lagi apabila mendengar kata pajak. Karena yang kita alami saat ini yaitu harus mentaati pajak. Pajak juga sebarnya banyak memiliki banyak manfaat dan terdapat ciri-ciri pajak. Jadi pada pembahasan kali ini kita akan membahas mengenai materi tentang perjakan, mulai dari ciri-ciri serta fungsinya bagi masyarakat dan negara. Untuk lebih jelasnya mari kita bahas sebagai berikut :

Pengertian Pajak

gambar pengertian pajak

Pajak merupakan sebuah pungutan yang wajib dibayar oleh rakyat untuk negara yang kemudian akan digunakan untuk memenuhi kepentingan pemerintah dan juga masyarakat umum. Pajak yang dibayarkan oleh masyarakat atau rakyat tidak akan tidak akan bermanfaat untuk kepentingan pribadi, akan tetapi hasil pajak akan digunakan untuk kepentingan secara umum. Pajak juga merupakan salah satu dari sumber dana pemerintah untuk melakukan pembangunan, baik pemerintah pada pusat ataupun pada pemerintah daerah.

Jadi jika disimpulkan secara umum pajak dapat diartikan sebagai pungutan yang dilakukan oleh pemerintah yang peraturannya sudah ada pada perundang-undangan yang kemudian hasilnya digunakan untuk pembiayaan serta pengeluaran umum pemerintah untuk kepentingan umum rakyat.

Fungsi Pajak

Setelah mengetahui apa itu pajak, kita juga wajib tahu apa si sebenarnya fungsi dari pajak. Berikut ini akan dijelaskan secara detail fungsi pajak diantaranya adalah sebagai berikut :

1. Fungsi Pengatur

Maksudnya pajak sebagai pengatur maksudnya yaitu pengatur ekonomi negara demi kepentingan serta kemajuan bagi suatu negara. Fungsi Pengatur dapat dilakukan dengan beberapa cara diantaranya yaitu dapat digunakan untuk menghambat laju inflasi, mengatur dan menarik investasi modal agar dapat membantu perekonomian menjadi semakin prosduktif.

2. Fungi Anggaran

Maksudnya pajak berfungsi sebagai anggaran yaitu Pajak adalah salah sumber pemasukan keuangan negara yaitu cara mengumpulkan dana ataupun uang dari wajib pajak ke kas negara yang kemudian digunakan untuk membiayai pembangunan nasional serta pengeluaran negara lainnya.

3. Fungsi Pemerataan

Maksud pajak berfungsi sebagai pemerataan yaitu dengan pengutipan pajak akan dapat terjadi pemerataan pendapatan dari penduduk, karena hasil dari pengutipan pajak kemudian akan dapat digunakan dalam berbagai kegiatan pembangunan. Kegiatan tersebut diantaranya dengan membrantas kemiskinan melalui peningkatan peluang dan kesempatan kerja dengan cara dibukanya lowongan-lowongan kerja pada bidang pembangunan yang sifatnya padat akan karya.

4. Fungsi Stabilisasi

Berfungsi sebagai stabilisasi maksudnya yaitu Pajak dapat berfungsi untuk menjaga kestabilan suatu negara. Menstabilkan keadaan perekonomian seperti mengatasi inflasi terjadi karena uang yang beredar sudah terlalu banyak, sehingga pemerintah akan menaikkan tarif pajak, agar peningkatan inflasi dapat terkontrol.

Baca juga :

Ciri ciri Pajak

Setelah mengatahui pengertian serta fungsi dari pajak diatas, maka pajak juga memiliki ciri-ciri sebagai berikut:

  1. Pajak yang dibayarkan oleh masyarakat akan digunakan sebagai salah satu sumber dana bagi pemerintah dan kemakmuran rakyat.
  2. Proses pemungutan pajak juga dapat dipaksakan karena didasarkan oleh undang-undang
  3. Pajak merupakan iuran dari rakyat untuk negara.
  4. Hasil dari pajak akan digunakan untuk kepentingan masyarakat secara umum bukan untuk kepentingan secara pribadi masyarakat.

Jenis Jenis Pajak

Dalam pajak terdapat beberapa jenis pajak yang dipungut oleh pemerintah dari masyarakat. Jenis-jenis pajak diantaranya adalah sebagai berikut:

1. Pajak Langsung

Pajak langsung yaitu jenis pajak yang dilakukan secara berkala dengan berlandaskan surat ketetapan pajak yang telah dibuat oleh kantor pajak. Jenis Pajak langsung harus ditanggung oleh seseorang yang wajib pajak yang juga tidak dapat dialihkan kepada pihak lain.

2. Pajak Tidak Langsung

Pajak tidak langsung adalah jenis pajak yang hanya diberikan kepada wajib pajak apabila seseorang melakukan peristiwa ataupun pada perbuatan tertentu. Jadi pada pajak tidak langsung ini tidak dapat dipungut secara berkala, akan tetapi hanya dapat dipungut ketika terjadi suatu kejadian, peristiwa atau perbuatan tertentu yang menyebabkan kewajiban dalam membayar pajak.

3. Pajak Daerah

Pajak daerah adalah jenis pajak yang dipungut oleh pemerintah daerah dan terbatas hanya pada rakyat pada daerah itu. Contohnya: pajak perhotel, pajak restoran, pajak hiburan dll.

4. Pajak Negara

Pajak negara adalah jenis pajak yang dipungut oleh pemerintah pusat melalui instansi yang terkait. Instansi yang terkait diantaranya Dirjen Pajak, Dirjen Bea dan Cukai, ataupun kantor inspeksi pajak yang tersebar di seluruh Indonesia. Contoh pajak negara diantaranya yaitu :pajak penghasilan, pajak bumi dan bangunan, pajak pertambahan nilaidan masih banyak lainnya.

Baca juga artikel di bawah ini :

Demikianlah ulasan dari ayoksinau.com yang mengenai pengertian pajak, semoga bisa bermanfaat dan berguna bagi anda.