Pengertian Filsafat dan Ciri-Ciri Filsafat Menurut Para Ahli | Ayoksinau.com

Posted on

Definisi Filsafat – Pernahkah kalian mendengar kata filsafat? Pada pembahasan kali ini Ayoksinau.com akan membahas mengenai definisi filsafat dan ciri-ciri filsafat secara lengkap berdasarkan pendapat para ahli.

Definisi Filsafat

Definsi filsafat yaitu pandangan hidup seseorang atau sekumpulan orang-orang yang menjadi konsep dasar tentang kehidupan yang dicita-citakannya. Selain itu, filsafat juga dapat didefinisikan sebagai suatu sikap seseorang yang dewasa dan sadar dalam mempertimbangkan segala sesuatu secara lebih dalam serta melihat dari segi yang lebih luas dan menyeluruh dengan berbagai hubungan.

Filsafat memiliki peranan yang sangat penting karena dalam filsafat kita bisa menemukan dan menjumpai pandangan-pandangan mengenai apa saja (kompleksitas, menguji kesahihan dan mendiskusikan dan akuntabilitas pemikiran serta gagasan-gagasan yang bisa dipertanggung jawabkan secara ilmiah dan intelektual).

Adapun batasan filsafat dapat dilihat melalui dua aspek yaitu secara terminologi dan secara etimologi. Secara etimologi, istilah filsafat berasal dari bahasa Arab, yaitu falsafah atau juga dari bahasa Yunani yaitu philosophiaphilien: cinta dan sophia: kebijaksanaan. Jadi dapat kita simpulkan bahwa filsafat memiliki arti cinta kebijaksanaan. Dan seorang filsuf adalah pencari kebijaksanaan. Definisi filsafat secara terminologi memiliki banyak sekali definisi ataupun artian. Para filsuf sendiri merumuskan definisi filsafat sesuai dengan kecenderungan pemikiran kefilsafatan yang dimilikinya tersebut.

Definisi Filsafat Menurut Para Ahli

Banyak sekali para ahli berpendapat mengenai definisi filsafat. Berikut ini terdapat beberapa pendapat para ahli tentang definisi Filsafat.

  1. Cicero (106 – 43 SM), Filsafat adalah sebagai “the mother of all the arts” yang berarti “ibu dari semua seni” ia juga beliau mendefinisikan filsafat sebagai “ars vitae” (seni kehidupan).
  2. Harold H. Titus (1979), Filsafat merupakan sekumpulan kepecayaan dan sikap terhadap kehidupan dan alam yang diterima secara tidak kritis.
  3. Plato (428 – 348 SM), Filsafat merupakan pengetahuan tentang segala hal yang ada.
  4. Aristoteles (384 – 322 SM), kewajiban filsafat adalah menyelidiki sebab dan asas segala benda. Dengan demikian filsafat bersifat ilmu umum sekali.
  5. Johann Gotlich Fickte (1762 – 1814), Filsafat diartikan sebagai ilmu dari segala ilmu-ilmu, yakni ilmu umum, yang menjadi dasar dari segala ilmu (Wissenschaftslehre). Yang mana ilmu membicarakan tentang sesuatu bidang atau jenis kenyataan. Sedangkan, filsafat membicarakan seluruh bidang serta seluruh jenis ilmu dalam mencari kebenaran dari seluruh kenyataan.
  6. Imanuel Kant (1724 – 1804), Filsafat didefinisikan sebagai ilmu pengetahuan yang menjadi pangkal dan dasar dari segala ilmu pengetahuan yang ada yang mana didalamnya terdapat empat hal sebagai berikut.
    – Apakah yang dapat kita kerjakan? (jawabannya metafisika).
    – Sampai dimanakah harapan kita? (jawabannya Agama).
    – Apakah yang seharusnya kita kerjakan (jawabannya Etika).
    – Apakah yang dinamakan manusia? (jawabannya Antropologi).
  7. Sidi Gazalba, Berfilsafat ialah mencari kebenaran dari kebenaran untuk kebenaran, tentang segala sesuatu yang di masalahkan, dengan berfikir radikal, sistematik dan universal.
  8. Dr.Ismaun, M.Pd. Filsafat adalah suatu usaha pemikiran serta renungan manusia menggunakan akal dan hatinya secara sungguh-sungguh.
  9. Mumahamd Yamin, Filsafat diartikan sebagai pemusatan pikiran, sehingga manusia menemukan kepribadiannya ketika di dalam kepribadiannya itu yang dialaminya berupa kesungguhan.

Ciri-Ciri Filsafat

1) Logis dan Sistematis

Logis artinya adalah benar, baik menurut penalaran akal sehat dan tidak mengandung kontradiksi. Sistematis berarti konsep-konsep koheren itu membentuk satu kesatuan integratif.

2) Koheren

Konsep-konsep yang diciptakan dalam pemikiran filsafat haruslah runtut, mempunyai pertalian satu dengan yang lain. Konsep-konsep tidak bertabrakan satu thadap yang lain atau saling bertentangan secara tidak masuk akal.

3) Komprehensif

semua konsep-konsep yang koheren, logis, dan sistematis berkumpul menjadi satu keseluruhan pengalaman tentang realitas dan manusia.

4) Konseptual

Aktivitas berfilsafat tidak membatasi diri pada data-data empiris yang konkret. Filsafat membutuhkan daya abstraksi yang tinggi agar tiba pada konsep-konsep universal tentang realitas. (butuh daya imajinasi dan kekuatan abstraksi yang tinggi)

Demikianlah pembahasan Ayoksinau.com mengenai Definisi Filsafat dan Ciri-Ciri Filsafat Menurut Para Ahli. Kunjungi terus Ayoksinau.com, untuk terus menambah wawasan Anda seputar dunia Pendidikan.

Baca juga:

Biografi Ki Hajar Dewantara

Tak Hanya Objek Wisatanya Saja, Sejarah Singapura Pun Perlu Anda Ketahui

Sejarah Singkat Nabi Muhammad Yang Patut Dikenang dan Diteladani

Ini Dia Sejarah Real Madrid Yang Tak Bisa Dilupakan Begitu Saja