Mengenal Bank Syariah Di Indonesia, Pengertian Bank Syariah, Karakteristik Bank Syariah, dan Peran Bank Syarih (Lengkap)

Posted on

Pengertian Bank Syariah

Bank islam atau bank syariah merupakan bank yang dalam oprasinya tidak mengandalkan pada bunga. Bank islam yaitu lembaga keuangan /perbankan yang operasional dan produknya dikembangkan berlandaskan pada al-quran dan hadist nabi saw. Atau bisa juga bank islam merupakan lembaga keuangan yang usaha pokoknya memberikan pembiayaan dan jasa-jasa lainnya dalam lalu lintas pembayaran serta peredaran uang yang pengoprasiannya disesuaikan dengan prinsip syariat islam.

Menurut Antonio dan perwataatmadja, membedakan menjadi dua pengertian, yaitu bank islam dan bank yang beroprasi dengan prinsip syariah. Bank islam merupakan bank yang beroprasi sesuai dengan prinsip-prinsip syariah islam, dan bank yang tata cara beroprasinya mengacu kepada ketentuan-ketentuan al-quran dan hadist. Sedangkan bank yang beroprasi dengan berprinsip syariah merupakan bank yang dalam beroprasinya itu mengikuti ketentuan-ketentuan syariat islam, khususnya yang menyangkut tata cara bermuamalah secara islam. Maksudnya bermuamalah itu adalah dijauhkan dari praktik-praktik yang dikhawatirkan mengandung unsure-unsur riba untuk diisi dengan kegiatan-kegiatan investasi atas dasar bagi hasil dan pembiayaan perdagangan.

Karakteristik Bank Syariah

Bank syariah yaitu bank yang berasaskan pada asas kemitraan, keadilan, transparansi dan universal serta melakukan kegiatan usaha perbankan berdasarkan prinsip syariah. Kegiatan bank syariah adalah implementasi dari prinsip ekonomi islam dengan karakteristik, diantaranya sebagai berikut:

  1. Pelarangan riba dalam berbagai bentuknya,
  2. Tidak mengenal konsep (time value of money),
  3. Konsep uang adalah alat tukar bukan merupakan komoditas,
  4. Tidak diperkenankan melakukan kegiatan yang bersifat spekulasi,
  5. Tidak diperbolehkan menggunakan dua harga dalam satu barang, dan
  6. Tidak diperbolehkan menggunakan dua transaksi dalam satu akad.

Bank syariah dalam beroprasinya atas dasar konsep bagi hasil, tidak menggunakan bunga sebagai alat untuk memperoleh pedapatan ataupun membebankan bunga atas penggunaan dana dan pinjaman, karena bunga merupakan riba yang diharamkan. Bank syariah juga dalam melakukan kegiatan usaha untuk memperoleh keuntungan atas jasa perbankan lain tidak bertentangan dengan prinsip syariah.

Suatu transaksi dikatan sesuai dengan prinsip syariah apabila memenuhi syarat sebagai berikut:

  1. Transaksi tidak mengandung unsure kedzaliman
  2. Bukan riba,
  3. Tidak membahayakan pihak sendiri atau pihak lain,
  4. Tidak ada penipuan (gharar),
  5. Tidak mengandung materi-materi yang diharamkan, dan
  6. Tidak mengandung unsure judi (maisyir).

Jadi, dalam oprasionalnya bank syariah perlu memperhatikan hal-hal yang memang terlah diatur oleh syariah atau ajaran islam yang berkaitan dengan harta, uang, jual beli, dan transaksi ekonomi lainnya.

Peran Bank Syarih

Sistem lembaga keuangan, atau aturan yang menyangkut aspek keuangan dalam sistem mekanisme keuangan suatu negra, telah menjadi instrument penting dalam memperlancar jalannya pembangunan suatu bangsa. Negara Indonesia yang mayoritas penduduknya beragama islam tentu saja menuntut adanya sistem yang baku untuk mengatur kehidupannya. Termasuk didalamnya kegiatan keuangan yang dijalankan oleh setiap umat. Hal ini berarti bahwa sistem baku termasuk dalam bidang ekonomi. Sementara, di dalam perjalanan hidup umat islam, kini telah terbelenggu dalam sistem perekonomian yang bersifat sekunder.

Untuk itu untuk, bank syariah mempunyai peranan yang sangat penting untuk mengatasi masalah perekonomian suatu Negara. Berbicara tentang peranan, tidak dapat dipisahkan dengan suatu fungsi dan kedudukan. Peranan bank syariah diantaranya adalah sebagai berikut:

  1. Memurnikan oprasional perbankan syariah sehingga dapat lebih meningkatkan kepercayaan masyarakat.
  2. Meningkatkan kesadaran syariah umat islam sehingga dapat memperluas segmen dan pangsa pasar perbankan berbasis syariah.
  3. Menjalin hubungan bersama para ulama karena bagaimanapun peran ulama, khususnya di Indonesia sangatlah domonan untuk kehidupan umat islam.

Peranan bank syariah secara nyata agar dapat terwujud dalam aspek-aspek berikut:

  1. Menjadi perekat nasionalisme baru, artinya bank syariah dapat menjadi fasilitator aktif agar terbentuknya jaringan usaha ekonomi kerakyatan. Selain itu, bank syariah perlu mencontoh keberhasilan sarekat dagang islam, kemudian ditarik keberhasilannya untuk masa kini.
  2. Memberdayakan ekonomi umat serta beroprasi secara transparan.
  3. Memberikan return yang baik.
  4. Mendorong penurunan spekulasi.
  5. Mendorong pemerataan pendapatan.
  6. Meningkatkan efisiensi mobilisasi dana.
  7. Uswah hasanah implementasi moral dalam penyelenggaraan usaha bank.

Untuk menjalankan peranannya tersebut, bank syariah akan lebih realistis apabila bank syariah tersebut mampu menjalankan kegiatannya secara maksimal. Kegiatan bank syariah antara lain sebagai berikut:

  • Manajer investasi yang mengelola investasi atas dana nasabah dengan menggunakan akad mudharabah atau sebagai agen investasi.
  • Investor yag menginvestasikan dana yang dimilikinya maupun dana nasabah yang dipercaya kepadanya dengan menggunakan alat investasi yang sesuai dengan prinsip syariah dan membagi hasil yang diperoleh sesuai nisbah yang disepakati antara bank dan pemilik dana.
  • Menyediakan jasa keuangan dan lalu lintas pembayaran seperti bank non-syariah sepanjang tidak bertentangan dengan prinsip syariah, dan
  • Pengemban fungsi social berupa pengelola dana zakat, infaq, shadaqah serta pinjaman kebajikan (qardhul hasan) sesuai dengan ketentuan yang telah berlaku.

Demikianlah artikel tentang Mengenal Bank Syariah Di Indonesia, Pengertian Bank Syariah, Karakteristik Bank Syariah, dan  Peran Bank Syarih (Lengkap) dari Ayoksinau.com

Baca juga:

Baitul Mal Wal Tanwil Di Indonesia, Operasionalisasi BMT, Dampak Perkembangan dan Pertumbuhan BMT di Indonesia, dan Tipe-tipe pembiayaan (Lengkap)

Analisi Kelayakan Pembiayaan Bank Syariah, Pengertian Pembiayaan, Tujuan Analisis Pembiayaan, Prinsip Analisis Pembiayaan, Prosedur Analisis Pembiayaan, Aspek-Aspek Analisis Pembiayaan, dan Draf Proposal Pembiayaan (Lengkap)

Akad Jual Beli Salam, Pengertian Jual Beli Salam, Dasar Hukum Salam, Rukun dan Syarat Salam, Lengkap

Pengertian Ekonomi Komando dan Ciri-Cirinya Lengkap