Memahami Pengertian, Jenis Beserta Contoh Kalimat Majemuk Setara Secara Lengkap

Posted on

Pengertian, Jenis Beserta Contoh Kalimat Majemuk Setara

Istilah kalimat majemuk mengacu pada jenis kalimat yang tersusun atas dua pola atau lebih. Kalimat ini berasal dari penggabungan kalimat tunggal, yang kemudian akan membentuk susunan baru. Dalam tiap kalimat majemuk memiliki kata penghubung yang berbeda, sehingga jenisnya digolongkan berdasarkan kata penghubung yang digunakan.

Kalimat majemuk sendiri terbagi menjadi 4, yaitu bertingkat, rapatan, campuran, dan setara. Nah, khusus untuk kesempatan kali ini, kita akan membahas mengenai contoh kalimat majemuk setara.

Pengertian kalimat majemuk setara ialah kalimat yang keterkaitan antar unsur-unsurnya bersifat sederajat. Berbeda dengan kalimat majemuk bertingkat, setara tidak memiliki anak kalimat.

Untuk memperdalam materi ini, mempelajari definisi serta contoh kalimat majemuk setara adalah solusinya. Sebab, dengan mengaplikasikan hal tersebut, pemahaman kita akan bertambah.

Ada beberapa macam tipe kalimat majemuk setara, antara lain:

1. Sejalan

Kalimat majemuk ini dicirikan dengan kedua klausa yang menempati situasi sama. Terdiri dari beberapa kalimat yang bisa berdiri sendiri dan dihubungkan oleh konjungsi seperti, sebelum, dan, ketika, sesudah itu, dan lain-lain.

Contoh:

  1. Ayah membaca koran terbaru ketika ibu sibuk menyiapkan makan malam.
  2. Aku memasak nasi goreng dan kakak menyapu halaman belakang rumah.
  3. Ain pergi ke supermaket setelah Dodi selesai mengerjakan PR.

2. Berlawanan

Kalimat majemuk setara berlawanan ditandai dengan dua atau lebih klausa yang hubungan antara keduanya terdapat makna bertentangan. Kalimat ini dapat tersambung dengan konektor tetapi, melainkan, namun, dan masih banyak lagi.

Contoh:

  1. Aku menginginkan sepatu baru, namun aku tidak punya cukup uang.
  2. Rika selalu mengumpulkan PR tepat waktu, sedangkan teman-teman sekelasnya sangat malas.
  3. Candi Dieng bukan hanya destinasi wisata yang sarat edukasi, namun juga situs peninggalan sejarah yang wajib dijaga

3. Sebab-akibat

Salah satu klausa mewakili akibat dari klausa lainnya. Klausa ini dapat terangkai sempurna berkat penghubung karena, akibatnya, sehingga, dan sebagainya.

Contoh:

  1. Akia giat berlatih soal matematika karena ia tahu meraih skor tertinggi untuk Ujian Nasional bukanlah hal yang mudah.
  2. Udin gemar mengkonsumsi sambal, akibatnya ia sering mulas.
  3. Dia merengek kesakitan karena luka di kakinya mengeluarkan darah.

4. Penguat

Sesuai dengan namanya, keberadaan kalimat majemuk setara ini bertugas menguatkan kalimat lain. Ditandai dengan konjungsi bahkan, terlebih, apalagi, dan lain-lain.

Contoh:

  1. Efek samping terlalu banyak meminum minyak ikan memang membahayakan bahkan bisa menimbulkan keracunan.
  2. Mencari pekerjaan tanpa ijazah di jaman sekarang ini sangat susah. Terlebih jika hidup di perkotaan besar dengan jumlah penduduk yang banyak.

5. Pemilihan

Kalimat majemuk setara ini mengunggulkan klausa-klausa yang tak lain adalah satu pilihan yang harus dilaksanakan. Konjungsi yang kerap dipakai yaitu atau.

Contoh:

  1. Bertahan dengan keterbatasan atau lari dari kenyataan. Kau pilih yang mana?

6. Berurutan

Ditengarai dengan klausa yang sistematis. Penghubung jenis kalimat ini adalah kemudian, lalu, setelah itu, dan lain-lain.

Contoh:

  1. Anda harus belok kanan menyusuri pasar kemudian lurus menuju deretan pertokoan

Itulah sekilas info tentang contoh kalimat majemuk setara beserta pemaparannya dari ayoksinau.com semoga bermanfaat.

Baca juga :