Konsep Dasar Manajemen Pemasaran, Pengertian Manajemen Pemasaran, Pemasaran Dalam Organisasi Dan Masyarakat, Dan Konsep Inti Pemasaran (Lengkap)

Posted on

Pengertian Manajemen Pemasaran

Manajemen pemasaran merupakan suatu proses perencanaan dan pelaksanaan pemikiran, penetapan harga, promosi, serta penyaluran barang, jasa dan gagasan untuk menciptakan pertukaran yang memuaskan tujuan-tujuan individu serta organisasi. Manajemen pemasaran akan terjadi apabila sekurang-kurangnya satu pihak dari pertukaran potensial memikirkan cara untuk mendapatkan tanggapan dari pihak lain sesuai dengan yang dikehendaki.

Secara umum pengertian manajemen pemasaran bank ialah suatu proses per-encanaan, pelaksanaan, dan pengendalian dari kegiatan menghimpun dana, menya- lurkan dana, dan jasa-jasa keuangan lainnya dalam rangka memenuhi kebutuhan, keinginan, dan kepuasan nasabahnya.

Dari pengertian tersebut dapat diuraikan bahwa manajemen pemasaran bank adalah usaha untuk memenuhi kebutuhan dan keinginan para nasabahnya terhadap produk dan jasa perbankan, baik produk simpanan, pinjaman, atau jasa-jasa lainnya. Penyediaan keinginan serta kebutuhan produk bank ini wajib dilakukan melalui perencanaan yang matang, baik perencanaan jangka pendek maupun jangka panjang. Kemudian dilaksanakan oleh banker yang professional. Setelah itu perlu dilakukan pengawasan dan pengendalian secara terus-menerus agar tidak menyimpang dari yang sudah ditentukan. Pada akhirnya, kegiatan pemasaran bank diharapkan dapat memenuhi kebutuhan dan keinginan nasabah serta dapat memberikan kepuasan kepada para nasabah.

Kegiatan pemasaran yang dialakukan suatu perusahaan memiliki beberapa tujuan yang akan dicapai, baik tujuan jangka pendek maupun tujuan jangka panjang. Dalam jangka pendek biasanya untuk merebut konsumen terutama untuk produk yang baru diluncurkan. Sedangkan dalam jangka panjang dilakukan untuk mempertahankan produk-produk yang sudah ada agar tetap terkenal..

Secara arti luas tujuan pemasaran bank dapat dijelaskan sebagai berikut:

  1. Memaksimumkan konsumen, dengan kata lain memudahkan merangsang konsumsi, sehingga dapat menarik nasabah untuk membeli produk yang ditawarkan bank secara berulang-ulang.
  2. Memaksimumkan kepuasan konsumen melalui berbagai pelayanan yang diinginkan nasabah.
  3. Memaksimumkan pilihan (ragam produk) dlam arti bank menyediakan berbagai jenis produk bank sehingga nasbah memiliki beragam pilihan pula.
  4. Memaksimumkan mutu hidup dengan memberikan berbagai kemudahan kepada nasabah dan menciptakakn iklim yang efisien.

Pemasaran Dalam Organisasi dan Masyarakat

Peran Pemasaran Dalam Organisasi

Di dalam sebuah organisasi manajer harus menyusun struktur organisasi formal yang orang-orang serta sumber-sumber fisiknya dipersiapkan dengan baik untuk melaksanakan rencana dan mencapai tujuan keseluruhan. Peranan pemasaran dalam organisasi sektor bisnis, pemasaran mulai disadari oleh berbagai perusahaan pada waktu yang berbeda. Perusahaan jasa atau pelayanan konsumen (consumer service firm), khususnya untuk perusahaan penerbangan dan bank mereka telah mencapai pada pemasaran modern. Pemasaran mulai menarik minat perusahaan asuransi dan pialang saham, meskipun mereka masih harus banyak belajar dalam menerapkan pemasaran secara efektif.

Kegiatan pemasaran selalu ada dalam setiap usaha, baik usaha yang berorientasi profit maupun usaha-usaha sosial. Pentingnya pemasaran diadakan dalam rangka memenuhi kebutuhan dan keinginan masyarakat akan suatu produk atau jasa. Pemasaran menjadi semakin penting dengan semakin meningkatnya pengetahuan masyarakat. Pemasaran juga dilakukan dalam rangka untuk menghadapi pesaing yang dari waktu kewaktu semakin meningkat.

Peran pemasaran dapat ditinjau dari dua tipe yaitu jenjang organisasional dan jenjang manajer. Tingkatan organisasional berkaitan dengan peran pemasaran sebagai kultur, sebagai strategi dan sebagai taktik. Jenjang organisasi di bagi tiga:

  1. Korporite, yaitu berkaitan dengan mengoperasionalisasikan filosofi konsep pemasaran dengan mengkampanyekan orientasi pemasaran, menganalisis kebutuhan dan karakteristik masyarakat, serta mengembangkan nilai keseluruhan perusahaan.
  2. Unit bisnis strategis, yaitu berkaitan dengan melakukan analisis pesaing, analisis keunggulan bersaing, analisis peluang pasar, memutuskan dengan siapa, kapan dan bagaimana cara menggalang kemitraan.
  3. Operasional/fungsional, berkaitan dengan memutuskan serta mengimplementasi kan program-program pemasaran berdasarkan bauran pemasaran, mengelola hubungan harmonis dengan pelanggan dan penyalur.

         Tingkat manajerial berkaitan dengan peranan manajeman pemasaran dalam mengimplemantasikan fungsi-fungsi manajeman yang di dukung oleh keterampilan manajemen tertentu, yang diperlukan untuk menunjang kelancaran proses mana- jemen. Jenjang manajerial dibagi tiga:

  1. Manajemen puncak, sebagai pusat pemantau, pengambil keputusan akhir, pengendali, harus memiliki kemampuan konseptual dan sedikit keteram- pilan teknis. Peranan dalam proses manajemen  adalah menentukan tujuan perusahaan, penentuan fungsi berupa tugas-tugas.
  2. Manajemen menengah, bertugas menyampaikan informasi/wakil anggota, harus memiliki kemampuan konseptual lebih banyak. Peranannya dalam proses manajemen: kegiatan pemberian perintah, motivasi, penentuan system dan prosedur.
  3. Manajemen bawah, sebagai symbol andalan, pemimpin dan penghubung, harus lebih banyak memiliki kemampuan teknis. Perananya dalam proses manajemen proses pengawasan meliputi penentuan standar, suervisi dan evaluasi.

Peran Pemasaran Dalam Masyarakat

Masyarakat mempunyai suatu kebutuhan terhadap peningkatan kualitas kehidupannya yang semakin baik di masa datang. Masyarkat sebagai pihak eksternal adalah sasaran pemasaran produsen dalam lingkup makro. Kualitas kehidupan secara makro yang lebih baik dapat diciptakan dan tersebar dalam masyarkat. Usaha-usaha tersebut ialah kegiatan pemasaran makro-eksternal yang sering disebut pemasaran makro. Pemasaran makro merupakan proses penyebaran dan pengembangan kualitas hidup masyarakat.

Perekonomian akan semakin berkembang apabila arus barang berjalan lancar dari produsen ke konsumen. Peningkatan kegiatan masyarakat produsen dan kesinambungan antara permintaan masyarakat konsumen dan penawaran masyarakat produsen. Pemasaran saat ini menempatkan fokus yang kuat terhadap pemasaran berorientasi pada pelanggan. Pemasaran berperan penting dalam masyarakata dan mempengaruhi kehidupan sehari-hari, menawarkan peluang yang luar biasa sebagai profesional. Pemasaran peluang karir ada juga dalam organisasi non bisnis, termasuk rumah sakit, museum, universitas, pemerintah dan lembaga pelayanan sosial. Di sebuah lingkungan masyarakat, peran pemasaran sangatlah di perlukan guna untuk menunjang segala kebutuhan hidup manusia. Peran masyarakat dalam pemasaran sangatlah penting, karena sikap masyarakat sangat berpengaruh pada proses kegiatan serta pelayanan perusahaan. Dengan begitu perusahaan harus menjaga hubungan baik dengan kelompok atau pihak-pihak yang berkepentingan.

Konsep Inti Pemasaran

         Dalam kegiatan pemasaran terdapat beberapa konsep pemsaran dimana masing-masing konsep memiliki tujuan yang berbeda. Konsep ini timbul dari suatu periode ke periode lainnya akibat dari perkembangan pengetahuan baik produsen maupun konsumen. Penggunaan konsep ini tergantung pada perusahaan yang juga dikaitkan dengan jenis usaha dan tujuan peusahaan yang bersangkutan. Ada lima konsep dalam pemasaran di mana setiap konsep dapat dijadikan landasan pemasaran oleh masing-masing perusahaan. Adapun konsep-konsep yang dimaksud adalah sebagai berikut:

  • Kebutuhan (needs), merupakan suatu keadaan ketika dirasakannya ketidak puasan dasar tertentu yang sifatnya ada dan terletak dalam tubuh dan kondisi manusia. Kebutuhan ini ada dalam susunan biologi manusia dan kondisi manusia. Pengertian kebutuhan manusia (nasabah) ialah suatu keadaan di mana dirasakan tidak ada dalam diri seseorang, seperti kebutuhan akan rasa aman. Dalam implementasiannya, kebutuhan nasabah bank adalah sebagai berikut:
  1. Kebutuhan akan produk bank
  2. Kebutuhan akan rasa aman berhubungan dengan bank
  3. Kebutuhan kenyamanan berhubungan dengan bank
  4. Kebutuhan agar dihormati dan dihargai
  5. Kebutuhan agar persahabatan
  6. Kebutuhan agar diberi perhatian
  7. Kebutuhan status/prestise
  8. Kebutuhan aktualisasi
  • Keinginan (wants), merupakan kehendak yang kuat akan pemuas yang spesifisik terhadap kebutuhan-kebutuhan yang lebih mendalam tadi. Keinginan manusia terus menerus dibentuk dan dibentuk kembali oleh kekuatan masyarakat dan institusi. Pengertian keinginan manusia (nasabah) yaitu kebutuhan yang dibentuk oleh kultur dan kepribadian individu. Contoh keinginan nasabah bank diantaranya adalah seperti dibawah ini:
  1. Ingin mendapatkan pelayanan yang cepat
  2. Ingin supaya bank dapat menyelesaikan masalah yang sedang dihadapi
  3. Ingin memperoleh komitmen bank
  4. Ingin memperoleh pelayanan yang bermutu (cepat dan memuasakan)
  5. Ingin memperoleh kepuasan
  6. Ingin dihargai dan dihormati
  7. Ingin memperoleh perhatian
  8. Ingin memperoleh status/prestise
  9. Ingin memperoleh keuntungan
  10. Ingin memperoleh keamanan dari setiap transaksi yang berhubungan dengan bank
  • Permintaan (demands), merupakan keinginan terhadap produk-produk tertentu yang didukung oleh suatu kemampuan kemudian kemauan untuk membelinya. Keinginan akan menjadi permintaan apabila didukung oleh kekuatan membeli. Untuk itu perusahaan harus mengukur berapa yang akan secara aktual mau dan mampu membeli, bukan hanya berapa banyak orang yang ingin produk mereka.
  • Produk (product), ialah sesuatu yang dapat ditawarkan kepada seseorang untuk memuaskan suatu kebutuhan dan keinginan. Produk dapat berupa barang, jasa, ataupun ide-ide. Istilah lain yang sering digunakan untuk produk yaitu penawaran atau solusi. Sedangkan produk bank adalah jasa yang ditawarkan kepada nasabah agar mendapatkan perhatian, agar dimiliki, digunakan atau dikonsumsi dalam rangka memenuhi kebutuhan, dan keinginan nasabah. Produk bank terdiri produk simpanan (giro, tabungan dan deposito), pinjaman (kredit) atau jasa-jasa bank lainnya misalnya transfer, kliring, inkaso, safe deposit box, kartu kredit. Letter of credit, bank garansi, traveler cheque, bank draf, dan jasa-jasa bank lainnya.
  • Kepuasan (satisfaction), adalah perasaan senang atau kecewa seseorang yang berasal dari perbandingan antara kesannya terhadap kinerja atau hasil suatu produk dan harapan-harapannya.

Demikianlah artikel tentang Konsep Dasar Manajemen Pemasaran, Pengertian Manajemen Pemasaran, Pemasaran Dalam Organisasi Dan Masyarakat, Dan Konsep Inti Pemasaran (Lengkap) dari Ayoksinau.com

Baca juga: