Definisi UMKM Lengkap | Ayoksinau.com

Posted on

Definisi UMKM – Pada kesempatan kali ini Ayoksinau.com akan membahas secara lengka dan detail mengenai UMKM.

Definsi UMKM

UMKM merupakan singkatan dari Usaha Mikro Kecil dan Menengah. UMKM sendiri telah diatur berdasarkan UU No. 20 tahun 2008 tentang Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). Adapun penjelasan dari macam-macam UMKM sebagai berikut.

  • Usaha Mikro, yaitu suatu usaha produktif yang dimiliki oleh perorangan ataupun yang dimiliki oleh suatu badan usaha perorangan yang telah memenuhi kriteria sebagai Usaha Mikro seperti yang telah diatur dalam UU No. 20 tahun 2008.
  • Usaha Kecil, yaitu suatu usaha ekonomi produktif yang berdiri sendiri, serta dilakukan oleh perorangan ataupun dilakukan oleh badan usaha yang bukan merupakan cabang perusahaan atau anak perusahaan yang dikuasai, dimiliki, ataupun menjadi bagian baik secara langsung maupun tidak langsung dari suatu usaha menengah ataupun usaha besar yang telah memenuhi kriteria Usaha Kecil sebagaimana yang telah diatur dalam UU No. 20 tahun 2008.
  • Usaha Menengah adalah usaha ekonomi produktif yang berdiri sendiri, yang dilakukan oleh orang perseorangan atau badan usaha yang bukan merupakan anak perusahaan atau cabang perusahaan yang dimiliki, dikuasai, atau menjadi bagian baik langsung ataupun tidak langsung dengan usaha besar atau usaha kecil yang memiliki hasil penjualan tahunan atau jumlah kekayaan bersih seperti yang telah diatur dalam UU No. 20 tahun 2008.

Secara umum ciri-ciri dari UMKM adalah sebagai berikut.

  1. Modal disediakan sendiri.
  2. Manajemen berdiri sendiri.
  3. Aset perusahaannya kecil.
  4. Daerah pemasarannya lokal.
  5. Jumlah karyawan yang dipekerjakan terbatas.

Adapun asas pelaksanaan UMKM yaitu sebagai berikut.

  1. Kebersamaan.
  2. Kemandirian.
  3. Ekonomi yang demokratis.
  4. Berkelanjutan.
  5. Keseimbangan kemajuan.
  6. Kesatuan ekonomi nasional.
  7. Efesiensi keadilan.

Kriteria UMKM

Nah, agar Anda dapat membedakan antara jenis-jenis usaha baik usaha kecil, usaha mikro, maupun usaha menengah, pemerintah telah memberikan batasan berdasarkan UU yang sesuai dengan kriteria sari jenis usaha yang didasarkan atas peredaran usaha serta jumlah aktiva yang dimiliki sebagai berikut.

Kriteria Usaha Mikro

  • Usaha Mikro memiliki hasil penjualan tahunan paling banyak yaitu sebesar Rp 300.000.000,- (Tiga ratus juta rupiah).

Memiliki kekayaan bersih paling banyak yaitu sebesar Rp 50.000.000,- (Lima puluh juta rupiah), tidak termasuk bangunan tempat usaha dan tanah.

Kriteria Usaha Kecil

  • Usaha Kecil memiliki maksimal penjualan tahunan sebanyak Rp 2.500.000.000,- (Dua setengah milyar rupiah) serta memiliki hasil penjualan tahunan yang lebih dari Rp 300.000.000,- (Tiga ratus juta rupiah).
  • Usaha Kecil memiliki kekayaan bersih lebih dari Rp 50.000.000,- lima puluh juta rupiah sampai dengan paling banyak Rp 500.000.000,- (Lima ratus juta rupiah) tidak termasuk tanah dan bangunan tempat usaha.

Kriteria Usaha Menengah

  • Usaha menengah memiliki hasil penjualan tahunan lebih dari Rp 2.500.000.000,- (Dua milyar lima ratus juta rupiah) dan memiliki paling banyak penjualan tahunan sebesar Rp 50.000.000.000,- (Lima puluh milyar rupiah).
  • Memiliki kekayaan bersih yang lebih dari Rp 500.000.000,- (Lima ratus juta rupiah) serta maksimal memiliki paling banyak sebesar Rp. 10.000.000.000,- (Sepuluh milyar rupiah) dan itu tidak termasuk bangunan tempat usaha dan tanah.

Klasifikasi Usaha Kecil Menengah

Dalam perkembangannya, Usaha Kecil Menegah dapat diklasifikasikan menjadi 4 (empat) kelompok sebagai berikut.

  1. Micro Enterprise, adalah salah satu jenis Usaha Kecil Menengah yang belum memiliki sifat kewirausahaan, akan tetapi biasanya mempunyai sifat pengerajin.
  2. Livelihood Activities, adalah salah satu jenis Usaha Kecil Menengah yang digunakan untuk kesempatan kerja hanya dalam konteks mencari nafkah, atau yang lebih dikenal secara umum sebagai sektor informal. Salah satu ontohnya adalah pedagang kaki lima.
  3. Fast Moving Enterprise, adalah salah satu jenis Usaha Kecil Menengah yang telah memiliki jiwa kewirausahaan serta berproses untuk melakukan transformasi menjadi suatu Usaha Besar (UB).
  4. Small Dynamic Enterprise, adalah salah satu jenis Usaha Kecil Menengah yang telah memiliki suatu jiwa kewirausahaan serta telah mampu menerima pekerjaan dari berbagai subkontrak maupun ekspor.

UMKM merupakan suatu usaha kerakyatan yang mana pada saat ini telah mendapat keistimewaan serta perhatian yang tercantum dalam undang-undang, diantaranya seperti kemudahan dalam persyaratan izin usaha, bantuan untuk pengembangan usaha dari lembaga pemerintah, bantuan kredit usaha dengan tingkat  bunga rendah, dan masih banyak kemudahan-kemudahan lainnya.

Demikianlah pembahasan Ayoksinau.com mengenai definisi UMKM. Baca artikel-artikel menarik lainnya di Ayoksinau.com.

Baca Juga:

Definisi Kewirausahaan Secara Umum dan Menurut Pendapat Para Ahli | Ayoksinau.com

Pengertian Produksi – Tujuan, Faktor, Fungsi & Tujuannya | Ayoksinau.com

Pengertian Iklan, Syarat Iklan, Manfaat Iklan, Jenis-Jenis Iklan | Ayoksinau.com

Pengertian Seminar, Susunan Acara Seminar, Fungsi Seminar, Dan Contoh Seminar | Ayoksinau.com